Lewati ke konten

Modul Ajar Deep Learning Kelas 9 SMP 2026/2027: RPM Semua Mapel

Modul Ajar Deep Learning Kelas 9 SMP 2026/2027 untuk semua mata pelajaran
Ilustrasi murid Kelas 9 SMP mempresentasikan karya dan menjelaskan gagasan sebagai bagian dari pengalaman memahami, mengaplikasi, dan merefleksi.

Modul Ajar Deep Learning Kelas 9 SMP 2026/2027 membantu guru merancang kegiatan Semester 1 dan Semester 2 yang menghubungkan tujuan, pengalaman belajar, dan asesmen. Halaman ini menyajikan panduan RPM Kelas 9 atau Rencana Pembelajaran Mendalam untuk berbagai mata pelajaran, mulai dari struktur dokumen hingga penyesuaian pembelajaran pada akhir Fase D.

Pada Kelas 9, guru perlu memperhatikan kesinambungan kompetensi yang telah dipelajari di Kelas 7 dan 8. Murid memperoleh kesempatan memperkuat konsep, menggunakan pengetahuan dalam persoalan yang relevan, serta menunjukkan kemampuannya melalui hasil kerja yang dapat dinilai. Perencanaan yang baik memberi ruang untuk latihan, umpan balik, perbaikan, dan refleksi sebelum melanjutkan pendidikan.

Ringkasan RPM dan Modul Ajar Kelas 9
  • Jenjang: SMP/MTs atau bentuk lain yang sederajat.
  • Fase: D, yang umumnya mencakup Kelas 7, 8, dan 9.
  • Tahun ajaran: 2026/2027.
  • Semester: Semester 1 dan Semester 2.
  • Prinsip: berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan.
  • Pengalaman belajar: memahami, mengaplikasi, dan merefleksi.
  • Rujukan: Capaian Pembelajaran, ATP, panduan mata pelajaran, asesmen awal, dan kebijakan kurikulum yang berlaku.

Apa Itu RPM atau Modul Ajar Deep Learning Kelas 9?

RPM Kelas 9 merupakan sebutan populer untuk rencana pembelajaran yang menerapkan kerangka Pembelajaran Mendalam. Dokumen tersebut membantu guru menghubungkan hasil identifikasi kesiapan murid, tujuan pembelajaran, strategi belajar, pengalaman memahami-mengaplikasi-merefleksi, dan asesmen dalam satu alur yang selaras.

RPM tidak perlu dipahami sebagai format tunggal yang otomatis menghapus RPP atau modul ajar. Satuan pendidikan tetap dapat menggunakan bentuk perencanaan yang sesuai kebijakan sekolah selama tujuan pembelajaran, kegiatan, dan asesmennya jelas. Modul ajar yang sudah tersedia juga dapat ditinjau, diperbaiki, dan diperdalam tanpa harus ditulis ulang dari nol.

Pembelajaran Mendalam bukan kurikulum baru

Permendikdasmen Nomor 13 Tahun 2025 memperkuat penerapan Pembelajaran Mendalam tanpa mengganti kurikulum nasional. Karena itu, RPM Kelas 9 tetap disusun berdasarkan Capaian Pembelajaran, kurikulum yang digunakan satuan pendidikan, dan kebutuhan nyata murid.

Untuk standar proses, perhatikan pula Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 yang mengatur perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian proses pembelajaran.

Posisi Kelas 9 pada Akhir Fase D

CP Fase D merupakan arah capaian pada akhir fase. Karena itu, RPM Kelas 9 perlu disusun dengan membaca kembali ATP dan hasil belajar dua kelas sebelumnya. Materi yang sudah dikuasai cukup diaktifkan melalui kegiatan pengantar; bagian yang belum kuat memperoleh dukungan dan waktu latihan yang memadai.

Memetakan ketercapaian dari Kelas 7 dan 8

Guru menelaah portofolio, hasil asesmen, dan catatan pembelajaran sebelumnya. Pemetaan membantu membedakan kompetensi yang sudah mantap, masih berkembang, dan belum memperoleh kesempatan belajar yang cukup.

Menggunakan pengetahuan secara lebih mandiri

Murid diberi kesempatan memilih strategi, menguji informasi, menjelaskan alasan, dan memperbaiki hasil. Tugas dapat menggunakan persoalan di sekolah atau lingkungan sekitar dengan tingkat kesulitan yang sesuai kesiapan murid.

Menyiapkan bukti belajar akhir fase

Guru memilih bukti yang sesuai tujuan, seperti penjelasan tertulis, unjuk kerja, presentasi, produk, atau portofolio. Kelas 9 tetap memerlukan pembelajaran konsep, praktik, dialog, dan refleksi; jadwal belajar perlu menyediakan ruang untuk semuanya di samping persiapan asesmen sekolah.

Struktur RPM Kelas 9 yang Dapat Digunakan

Struktur RPM Kelas 9 berikut mengorganisasikan perencanaan ke dalam identifikasi, desain pembelajaran, pengalaman belajar, dan asesmen. Setiap bagian perlu saling berhubungan: kebutuhan yang ditemukan pada awal pembelajaran menjadi dasar pemilihan kegiatan dan dukungan, sementara asesmen menunjukkan apakah tujuan telah tercapai.

1. Identifikasi

Catat hasil belajar sebelumnya, penguasaan konsep prasyarat, minat, dan kebutuhan dukungan murid. Telaah karakteristik materi serta pilih dimensi profil lulusan yang relevan dengan tujuan. Pada akhir Fase D, hasil identifikasi membantu guru menentukan bagian yang perlu dikuatkan sebelum memberikan tugas yang lebih mandiri.

2. Desain pembelajaran

Rumuskan tujuan sesuai CP dan ATP sekolah. Tentukan praktik pedagogis, lingkungan belajar, kemitraan yang diperlukan, serta pemanfaatan digital jika mendukung tujuan. Misalnya, diskusi berbasis sumber memerlukan bahan yang dapat diperiksa, sedangkan penyelidikan memerlukan alat, prosedur, dan waktu pengamatan yang memadai.

3. Pengalaman belajar

Pada tahap memahami, murid membangun konsep melalui membaca, mengamati, berdialog, atau menyelidiki. Pada tahap mengaplikasi, murid menggunakan konsep untuk menyelesaikan tugas yang relevan. Refleksi membantu murid menjelaskan strategi, menilai hasil, dan menentukan perbaikan. Ketiga pengalaman ini dapat berlangsung berulang sesuai kebutuhan belajar.

4. Asesmen pembelajaran

Tetapkan bukti belajar dan kriteria keberhasilan sejak menyusun tujuan. Gunakan asesmen awal untuk memetakan kebutuhan, asesmen selama proses untuk memberikan umpan balik, serta asesmen akhir untuk menilai ketercapaian. Tes, praktik, produk, presentasi, atau portofolio dipilih berdasarkan kemampuan yang hendak ditunjukkan murid.

Daftar RPM dan Modul Ajar Semua Mapel Kelas 9

Pilih mata pelajaran berikut untuk menuju halaman RPM dan Modul Ajar Kelas 9 Semester 1 dan Semester 2.

Modul Ajar SMP untuk Kelas Lain

Untuk meninjau kesinambungan Fase D, buka Modul Ajar Deep Learning Kelas 7 dan RPM dan Modul Ajar Kelas 8. Hasil belajar kedua kelas tersebut menjadi masukan ketika menentukan kebutuhan penguatan di Kelas 9.

Modul Ajar Kelas 7 Modul Ajar Kelas 8

Cakupan daftar mata pelajaran

PAI merupakan bagian Pendidikan Agama dan Budi Pekerti; sekolah menyesuaikan layanan pendidikan agama dengan agama murid. Seni Budaya dapat dikembangkan menjadi Seni Rupa, Musik, Tari, atau Teater sesuai penyelenggaraan sekolah. Bidang Prakarya dan muatan lokal mengikuti kurikulum satuan pendidikan. Untuk MTs, sesuaikan juga dengan ketentuan kurikulum madrasah.

Fokus Pembelajaran Semua Mata Pelajaran Kelas 9

Tabel berikut memberikan contoh arah kegiatan, bukan daftar bab wajib Semester 1 atau Semester 2. Guru memilih konteks dan tingkat tantangan berdasarkan CP, ATP sekolah, serta kesiapan murid. Bentuk bukti belajar mengikuti karakter masing-masing mata pelajaran.

Mata pelajaran Contoh fokus Pembelajaran Mendalam Kelas 9
PAI dan Budi PekertiMengkaji situasi pergaulan, menghubungkannya dengan ajaran agama, dan merefleksikan penerapan akhlak dalam keseharian.
Pendidikan PancasilaMenelaah persoalan hak dan kewajiban di sekolah, menyusun alasan berdasarkan nilai Pancasila, serta mempraktikkan musyawarah.
Bahasa IndonesiaMembandingkan informasi dari beberapa teks, menilai alasan dan bukti, lalu menghasilkan tanggapan atau karya multimodal yang runtut.
MatematikaMemodelkan persoalan kontekstual, membandingkan strategi penyelesaian, dan memeriksa kewajaran jawaban sesuai tujuan pada ATP.
IPAMerancang pengamatan atau percobaan sederhana, mengolah data, serta menjelaskan kesimpulan dan keterbatasan penyelidikan.
IPSMengkaji perubahan sosial atau ekonomi melalui sumber yang relevan dan menjelaskan dampaknya bagi kelompok masyarakat yang berbeda.
Bahasa InggrisMemahami informasi dari teks lisan dan tulis, menyampaikan pendapat, serta memperbaiki presentasi atau tulisan berdasarkan umpan balik.
PJOKMenerapkan strategi gerak dan latihan kebugaran sesuai kemampuan, menjaga keselamatan, serta mengevaluasi kerja sama dan sportivitas.
InformatikaMengolah data, menyusun solusi algoritmis, menguji hasil, dan menjelaskan pertimbangan keamanan serta tanggung jawab digital.
Seni BudayaMengembangkan karya sesuai cabang seni yang dipelajari, mendokumentasikan proses, menyajikan hasil, dan memberikan tanggapan artistik.
PrakaryaMerancang produk berdasarkan kebutuhan, memilih bahan dan teknik yang aman, menguji fungsi, lalu memperbaiki hasil rancangan.
Koding dan KAMenyusun solusi komputasional, menguji produk, dan menilai keterbatasan keluaran kecerdasan artifisial dengan memperhatikan etika.
Koding dan Kecerdasan Artifisial bersifat pilihan

Pada jenjang SMP, mata pelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial dapat disediakan sesuai sumber daya satuan pendidikan dan dipilih berdasarkan minat murid. Sekolah juga dapat mengintegrasikan kompetensinya ke mata pelajaran, kokurikuler, atau ekstrakurikuler.

Cara Membagi RPM Kelas 9 Semester 1 dan 2

Pembagian semester tidak dilakukan dengan memotong CP Fase D menjadi dua bagian sama besar. Guru perlu mempertimbangkan ATP, prasyarat, minggu efektif, kompleksitas tujuan, kesempatan penerapan, agenda sekolah, dan waktu untuk memberikan umpan balik.

  1. Periksa hasil belajar sebelumnya. Gunakan asesmen awal dan catatan Kelas 7 serta Kelas 8 untuk menemukan prasyarat yang perlu dikuatkan.
  2. Baca CP Fase D secara utuh. Tentukan kontribusi Kelas 9 terhadap pencapaian akhir fase.
  3. Tinjau ATP sekolah. Pastikan urutan tujuan logis dan tidak mengulang atau melompati kompetensi penting.
  4. Hitung minggu efektif. Sertakan waktu asesmen, kegiatan sekolah, hari libur, perbaikan, dan pengayaan.
  5. Kelompokkan tujuan menjadi unit. Satukan tujuan yang saling mendukung dalam pengalaman belajar bermakna.
  6. Tentukan bukti ketercapaian. Pilih asesmen yang benar-benar menunjukkan kemampuan sesuai rumusan tujuan.
  7. Sediakan ruang penyesuaian. Kecepatan dan dukungan dapat berubah berdasarkan hasil asesmen formatif.
Perencanaan semester pada akhir jenjang

Semester 1 dapat digunakan untuk memperkuat prasyarat dan melanjutkan tujuan pada ATP. Semester 2 melanjutkan tujuan yang belum dipelajari sekaligus menyediakan kesempatan perbaikan dan penilaian hasil belajar. Hitung waktu berdasarkan kalender sekolah; pembelajaran Kelas 9 tetap perlu memberi ruang bagi pendalaman konsep dan praktik di tengah agenda akhir jenjang.

Asesmen dan Diferensiasi dalam Modul Ajar Kelas 9

Asesmen dirancang bersama tujuan, bukan ditempel pada akhir dokumen. Jika tujuan meminta murid menganalisis, membuat, mempraktikkan, atau mengevaluasi, bukti belajar harus memberi kesempatan untuk menunjukkan kemampuan tersebut.

  • Asesmen awal: memetakan penguasaan prasyarat, miskonsepsi, minat, dan kebutuhan dukungan.
  • Asesmen proses: memantau perkembangan melalui observasi, pertanyaan, jurnal, kuis, konferensi, atau pemeriksaan karya.
  • Asesmen akhir: menilai ketercapaian tujuan melalui tes, praktik, produk, proyek, presentasi, atau portofolio.
  • Kriteria keberhasilan: menjelaskan kualitas yang diharapkan agar umpan balik dan penilaian transparan.
  • Tindak lanjut: memberikan penguatan, bantuan bertahap, perbaikan, pembelajaran ulang, atau pengayaan.

Diferensiasi tidak selalu berarti membuat tiga perangkat terpisah. Guru dapat menyesuaikan dukungan, contoh, media, pengelompokan, tingkat kompleksitas, waktu, atau cara murid menunjukkan pemahaman. Penyesuaian tetap mengarah pada tujuan penting yang sama dan didasarkan pada informasi asesmen.

Gunakan rujukan dan perangkat ajar resmi

Panduan mata pelajaran membantu guru menerjemahkan CP menjadi pembelajaran yang sesuai karakter disiplin ilmu. Contoh perangkat dapat dicari melalui Ruang GTK, kemudian disesuaikan dengan ATP, fasilitas sekolah, serta kesiapan murid Kelas 9.

Unduh Panduan Mata Pelajaran Buka Ruang GTK

Menyesuaikan dokumen Word

Apabila menggunakan contoh RPM dalam format Word, periksa kembali tujuan, kegiatan, alokasi waktu, LKPD, dan rubrik sebelum digunakan. Halaman ini menyediakan panduan serta daftar mapel; berkas Word per mapel akan ditautkan setelah tersedia.

Cara Memilih Dokumen yang Layak Digunakan

  • fase, kelas, mata pelajaran, tujuan, dan regulasi yang dirujuk sudah sesuai;
  • pemetaan materi mengikuti ATP sekolah dan tidak diklaim sebagai urutan nasional yang wajib;
  • kegiatan dapat dilaksanakan dengan waktu, sarana, dan kondisi murid;
  • materi, contoh, serta media tidak mengandung kekeliruan konsep;
  • asesmen benar-benar mengukur tujuan yang telah ditetapkan;
  • dukungan belajar diberikan berdasarkan kebutuhan, bukan label kemampuan tetap;
  • sumber teks, gambar, video, dan lembar kerja dapat dipertanggungjawabkan; dan
  • dokumen yang dibagikan tidak memuat data pribadi murid.

FAQ Modul Ajar Deep Learning Kelas 9

Apakah RPM wajib menggantikan Modul Ajar?

Tidak. Guru dapat memakai RPP, modul ajar, RPM, atau bentuk perencanaan lain yang ditetapkan satuan pendidikan. Yang utama adalah keselarasan tujuan, kegiatan, asesmen, dan kebutuhan murid.

Apakah Pembelajaran Mendalam merupakan kurikulum baru?

Bukan. Pembelajaran Mendalam merupakan pendekatan yang memperkuat proses belajar agar berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan.

Kelas 9 termasuk fase apa?

Kelas 9 umumnya berada pada akhir Fase D bersama Kelas 7 dan 8. Capaian Pembelajaran ditargetkan pada akhir fase dan diterjemahkan menjadi tujuan serta ATP oleh satuan pendidikan.

Apakah materi Semester 1 dan 2 harus sama di semua sekolah?

Tidak. Urutan dapat berbeda sesuai ATP, kalender pendidikan, prasyarat, karakter murid, dan konteks sekolah selama tetap mengarah pada CP Fase D.

Apakah seluruh mapel harus menggunakan format RPM yang sama?

Tidak. Kerangka umumnya dapat serupa, tetapi kegiatan, sumber, bentuk penerapan, serta asesmen harus mengikuti karakter setiap mata pelajaran.

CP mana yang digunakan pada tahun ajaran 2026/2027?

Mata pelajaran selain Agama dan Budi Pekerti tetap mengacu pada Keputusan Kepala BSKAP Nomor 046/H/KR/2025. CP Agama dan Budi Pekerti menggunakan perubahan yang ditetapkan melalui Keputusan Kepala BKPDM Nomor 020 Tahun 2026.

Sumber Resmi

Posting Komentar