RPM PAI dan Budi Pekerti Kelas 9 SMP 2026/2027: Modul Ajar Deep Learning
RPM PAI dan Budi Pekerti Kelas 9 Semester 1 dan 2 menghubungkan pemahaman ajaran Islam dengan akhlak, ibadah, dan kepedulian sosial. Murid berlatih memahami pesan, menjelaskan alasan, dan menerapkan nilai dalam kehidupan sehari-hari.
Gunakan Modul Ajar Deep Learning PAI dan Budi Pekerti Kelas 9 SMP 2026/2027 sebagai referensi, lalu sesuaikan tujuan, kegiatan, dan asesmen dengan ATP sekolah serta kesiapan murid.
- Jenjang: SMP/MTs, Fase D.
- Semester: 1 dan 2, tahun ajaran 2026/2027.
- Fokus: Al-Qur’an dan Hadis; Akidah dan akhlak; Fikih; Sejarah peradaban Islam.
- Prinsip: berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan.
- Pengalaman belajar: memahami, mengaplikasi, dan merefleksi.
CP PAI dan Budi Pekerti Kelas 9 Fase D
Kelas 9 merupakan tahun terakhir Fase D. Perencanaan mengacu pada perubahan CP Agama dan Budi Pekerti melalui Keputusan Kepala BKPDM Nomor 020 Tahun 2026 dan memperhatikan Standar Proses dalam Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026.
Gunakan sumber ajaran yang dapat dipertanggungjawabkan dan panduan guru yang sesuai. Contoh fokus berikut perlu dicocokkan kembali dengan rumusan CP Agama dan Budi Pekerti terbaru.
Berikut contoh fokus kegiatan untuk membantu perencanaan, bukan kutipan rumusan CP:
- Al-Qur’an dan Hadis: memahami pesan dan menghubungkannya dengan perilaku sehari-hari.
- Akidah dan akhlak: menjelaskan keyakinan serta membiasakan perilaku jujur, santun, dan bertanggung jawab.
- Fikih: memahami ketentuan ibadah dan alasan penerapannya sesuai materi yang dipelajari.
- Sejarah peradaban Islam: mengambil pelajaran dari peristiwa dan keteladanan tokoh.
Contoh Materi PAI dan Budi Pekerti Kelas 9 Semester 1 dan 2
Pemetaan ini dapat diubah sesuai ATP, buku, minggu efektif, dan hasil asesmen awal. Urutannya bukan pembagian materi nasional yang wajib.
| Semester | Fokus materi | Bukti belajar |
|---|---|---|
| 1 | Pesan Al-Qur’an dan Hadis | Peta pesan dan contoh penerapan. |
| 1 | Iman dan tanggung jawab | Penjelasan hubungan keyakinan dengan tindakan. |
| 1 | Adab pergaulan dan komunikasi digital | Tanggapan terhadap kasus percakapan. |
| 2 | Ibadah dan kepedulian sosial | Penjelasan ketentuan serta contoh penerapan. |
| 2 | Sejarah peradaban Islam | Garis waktu dan pelajaran dari tokoh. |
| 2 | Pembiasaan akhlak | Jurnal tindakan dan refleksi. |
Komponen Modul Ajar Deep Learning PAI dan Budi Pekerti
- Identifikasi: pengetahuan awal, minat, dan kebutuhan dukungan dalam PAI.
- Desain: tujuan, sumber belajar, alat, alokasi waktu, dan kriteria keberhasilan.
- Pengalaman belajar: kegiatan memahami, mengaplikasi, dan merefleksi.
- Asesmen: bukti proses dan hasil, umpan balik, remedial, serta pengayaan.
Contoh Pembelajaran Mendalam PAI
Adab Bermedia, Teman Tetap Terjaga
Tujuan: murid menilai contoh percakapan digital berdasarkan adab, menyusun tanggapan santun, dan menjelaskan alasan pilihannya.
Alokasi contoh: 2 pertemuan × 2 JP; sesuaikan jadwal sekolah.
- Memahami: membaca kasus percakapan fiktif dan mengidentifikasi ucapan yang merendahkan atau menyebarkan kabar tanpa pemeriksaan.
- Mengaplikasi: bermain peran, memperbaiki respons, dan menyusun panduan komunikasi santun.
- Merefleksi: menjelaskan perubahan sikap serta satu kebiasaan yang akan dilatih.
Asesmen dan Rubrik PAI Kelas 9
Gunakan pertanyaan kasus untuk asesmen awal, observasi dialog untuk asesmen formatif, serta penjelasan individu dan refleksi untuk asesmen akhir. Nilai pemahaman dan tindakan yang dapat diamati; hindari menilai kadar keimanan murid.
| Aspek | Kriteria keberhasilan |
|---|---|
| Pemahaman nilai | Penjelasan sesuai materi dan sumber ajaran yang dipelajari. |
| Penalaran kasus | Masalah serta akibat ucapan dikenali dengan tepat. |
| Pilihan tindakan | Respons santun, bertanggung jawab, dan dapat dilakukan. |
| Refleksi | Rencana perbaikan konkret dan dapat ditinjau. |
Gunakan skala 1–4 per aspek: perlu bimbingan, berkembang, baik, dan sangat baik. Jelaskan bukti yang diharapkan sebelum kegiatan, lalu berikan umpan balik yang menunjukkan langkah perbaikan.
Murid yang kesulitan dapat memakai kartu pilihan respons. Pengayaan berupa membandingkan dua kasus dan menjelaskan konsekuensi tindakan.
Download RPM PAI dan Budi Pekerti Kelas 9 Semester 1 dan 2
Pilih semester yang diperlukan. Sebelum digunakan, sesuaikan identitas sekolah, tujuan pembelajaran, alokasi waktu, LKPD, dan asesmen dalam dokumen Word.
Artikel RPM Kelas 9 Terkait
-
RPM Pendidikan Pancasila Kelas 9 Semester 1 dan 2
-
RPM Bahasa Indonesia Kelas 9 Semester 1 dan 2
-
RPM Matematika Kelas 9 Semester 1 dan 2
-
RPM IPA Kelas 9 Semester 1 dan 2
-
RPM IPS Kelas 9 Semester 1 dan 2
-
RPM Bahasa Inggris Kelas 9 Semester 1 dan 2
-
RPM PJOK Kelas 9 Semester 1 dan 2
-
RPM Informatika Kelas 9 Semester 1 dan 2
-
RPM Seni Budaya Kelas 9 Semester 1 dan 2
-
RPM Prakarya Kelas 9 Semester 1 dan 2
-
RPM Koding dan Kecerdasan Artifisial Kelas 9 Semester 1 dan 2
Temukan RPM semua mapel melalui halaman Modul Ajar Kelas 9 atau telusuri perangkat kelas lain di pusat Modul Ajar.
Gunakan Rujukan PAI dan Budi Pekerti Fase D
Cocokkan tujuan pembelajaran dengan CP yang berlaku dan ATP sekolah melalui rujukan berikut.
Download Panduan Resmi PAI dan Budi Pekerti Kelas 9
Buku dan Panduan Guru PAI dan Budi Pekerti
Telusuri buku sesuai mata pelajaran, fase, kelas, dan edisi yang digunakan sekolah melalui katalog resmi SIBI.
Panduan Mata Pelajaran PAI dan Budi Pekerti
Gunakan panduan untuk meninjau karakteristik mapel, tujuan, contoh kegiatan, dan asesmen yang sesuai.
FAQ RPM PAI dan Budi Pekerti Kelas 9
Apakah RPM berbeda dengan modul ajar?
RPM menekankan perencanaan Pembelajaran Mendalam. Modul ajar yang sudah ada dapat disesuaikan pada tujuan, kegiatan, dan asesmennya.
Apakah materi setiap semester harus sama?
Tidak. Pembagian mengikuti ATP dan kondisi sekolah, dengan tetap mengarah pada CP Fase D.
Bagian apa yang perlu diedit dalam file Word?
Identitas sekolah, tujuan, sumber belajar, waktu, LKPD, dan asesmen. Gunakan hasil belajar Kelas 7–8 untuk menentukan penguatan yang diperlukan.
Apakah contoh kasus harus berasal dari pengalaman murid?
Tidak. Gunakan kasus fiktif agar diskusi tidak membuka aib atau percakapan pribadi.
Posting Komentar