RPM PJOK Kelas 5 SD 2026/2027 Semester 1 dan 2

Table of Contents
RPM PJOK Kelas 5 SD Semester 1 dan 2
Ilustrasi pembelajaran PJOK Kelas 5 melalui sirkuit gerak yang aman, menyenangkan, dan memberi ruang partisipasi bagi setiap murid.

Pada artikel ini saya membagikan RPM PJOK Kelas 5 SD 2026/2027 untuk Semester 1 dan Semester 2. File Word tersebut dapat Bapak/Ibu edit ketika menyiapkan Modul Ajar atau Rencana Pembelajaran Mendalam berdasarkan ATP, fasilitas sekolah, kondisi cuaca, serta kebutuhan gerak murid.

Menurut pengalaman saya, pelajaran PJOK yang baik bukan sekadar membuat anak lelah atau menentukan siapa yang paling cepat. Murid perlu mempunyai waktu bergerak yang cukup, memahami alasan di balik strategi gerak, belajar bekerja bersama, menjaga keselamatan, dan menemukan aktivitas jasmani yang mereka nikmati. Perkembangan setiap anak juga perlu dihargai dari titik awalnya sendiri.

Ringkasan RPM PJOK Kelas 5
  • Jenjang: SD/MI atau sederajat.
  • Fase: C, umumnya mencakup Kelas 5 dan Kelas 6.
  • Tahun ajaran: 2026/2027.
  • Semester: Semester 1 dan Semester 2.
  • Elemen: Terampil Bergerak, Belajar melalui Gerak, Bergaya Hidup Aktif, dan Memilih Hidup yang Menyehatkan.
  • Acuan CP: Keputusan Kepala BSKAP Nomor 046/H/KR/2025.
  • Format: Word yang dapat disunting sesuai kebutuhan sekolah.

Apa Itu RPM PJOK Kelas 5?

RPM PJOK adalah rencana yang menghubungkan tujuan, pengalaman bergerak, pengetahuan kesehatan, asesmen, dan tindak lanjut. Pendekatan Pembelajaran Mendalam membantu kita menyusun kegiatan yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan melalui tahapan memahami, mengaplikasi, serta merefleksi.

Dokumen ini tidak harus membuat pembelajaran menjadi rumit. Saya biasanya memulai dari satu pertanyaan sederhana: kemampuan apa yang perlu ditunjukkan murid setelah bergerak? Jawabannya dapat berupa penyesuaian gerak, pemilihan strategi, kerja sama, pemahaman manfaat aktivitas teratur, atau keputusan yang lebih sehat dan aman.

PJOK adalah belajar melalui aktivitas jasmani

Aktivitas fisik menjadi sarana belajar, bukan hukuman. Murid perlu memperoleh kesempatan mencoba, menerima umpan balik, memperbaiki gerakan, mengambil keputusan, dan melihat kemajuannya tanpa dipermalukan karena bentuk tubuh atau tingkat kemampuan.

Capaian Pembelajaran PJOK Fase C

Fase C umumnya berlangsung selama Kelas 5 dan Kelas 6. Karena itu, CP merupakan target akhir fase. Bapak/Ibu dapat membaginya ke dalam tujuan pembelajaran dan ATP dengan mempertimbangkan kesinambungan, variasi aktivitas, waktu latihan, keamanan, serta sarana yang tersedia.

1. Terampil Bergerak

Murid menyesuaikan keterampilan gerak dalam berbagai situasi, memindahkan strategi yang sudah dikuasai ke situasi berbeda, serta menyelidiki konsep gerak yang dapat meningkatkan capaian keterampilannya.

2. Belajar melalui Gerak

Murid menguji efektivitas strategi gerak, merancang peraturan atau modifikasi permainan yang mendukung fair play dan partisipasi inklusif, serta menjalankan berbagai peran demi keberhasilan kelompok atau tim.

3. Bergaya Hidup Aktif

Murid berpartisipasi dalam aktivitas jasmani, menjelaskan pengaruh aktivitas yang teratur terhadap kesehatan, mengenali rekomendasi aktivitas jasmani, dan memahami cara mengurangi perilaku sedenter atau terlalu lama tidak aktif.

4. Memilih Hidup yang Menyehatkan

Murid menghubungkan gaya hidup dengan risiko kesehatan dan tindakan pencegahan berdasarkan sumber tepercaya. Mereka juga menjelaskan pola makan sehat berdasarkan informasi gizi untuk menunjang aktivitas jasmani serta mempraktikkan penanganan cedera sesuai prinsip pertolongan pertama dan batas kewenangannya.

Keempat elemen ini sebaiknya tidak selalu diajarkan secara terpisah. Dalam permainan sederhana, murid dapat memperbaiki gerak, menguji strategi, menyepakati aturan yang inklusif, mengelola intensitas, dan merefleksi kebiasaan aktif sekaligus.

Contoh Pembagian Materi PJOK Kelas 5

Tabel berikut saya tempatkan sebagai contoh pembagian, bukan urutan yang wajib digunakan semua sekolah. Pilihan aktivitas perlu mempertimbangkan ruang, alat, cuaca, budaya setempat, minat murid, serta tujuan yang akan dilanjutkan di Kelas 6.

PeriodeContoh fokus pembelajaranContoh bukti belajar
Semester 1Penyesuaian keterampilan lokomotor dan manipulatif, permainan invasi atau net sederhana, strategi mencari ruang, fair play, serta peran dalam tim.Unjuk gerak, keputusan saat permainan, rancangan modifikasi aturan, umpan balik teman, dan refleksi strategi.
Semester 2Rangkaian gerak, kebugaran dan aktivitas teratur, pengurangan perilaku sedenter, informasi gizi, keselamatan, serta pertolongan pertama.Rangkaian atau sirkuit gerak, jurnal aktivitas, penjelasan manfaat, pembacaan informasi gizi, simulasi keselamatan, dan refleksi.

Bapak/Ibu dapat memakai permainan tradisional, permainan kooperatif, atletik yang dimodifikasi, senam, aktivitas ritmik, kebugaran, bela diri, atau aktivitas luar ruang selama sejalan dengan tujuan. Tidak semua cabang perlu dimasukkan sekaligus. Waktu latihan yang memadai sering kali lebih bermanfaat daripada terlalu banyak materi dengan kesempatan praktik yang sedikit.

Komponen RPM PJOK yang Saya Gunakan

1. Identifikasi kesiapan dan keamanan

Saya memeriksa pengalaman gerak, rasa percaya diri, kebutuhan dukungan, kondisi lapangan, alat, cuaca, pakaian, air minum, dan kemungkinan risiko. Informasi kesehatan khusus murid ditangani secara wajar, rahasia, dan dikoordinasikan dengan pihak yang berwenang di sekolah.

2. Tujuan dan indikator kemajuan

Tujuan dibuat dalam bentuk kemampuan yang dapat diamati, misalnya murid mampu menyesuaikan arah dan kecepatan saat menggiring bola melewati ruang yang berubah serta menjelaskan strategi yang membuat geraknya lebih terkendali.

3. Pengalaman belajar yang aktif

Kegiatan memberi waktu bergerak sebanyak mungkin dengan penjelasan yang singkat dan jelas. Murid mencoba, mengamati hasil, menerima umpan balik, mengubah strategi, lalu mencoba kembali dalam situasi yang sedikit berbeda.

4. Asesmen dan tindak lanjut

Asesmen dapat menggunakan pengamatan, percakapan, unjuk gerak, catatan strategi, jurnal, atau produk sederhana. Hasilnya digunakan untuk memberi latihan bertahap, mengubah alat dan aturan, memberi tantangan lanjutan, atau memperbaiki keamanan.

Contoh Kegiatan: Sirkuit Gerak Pilihanku

Contoh ini terdiri dari beberapa pos yang dapat disesuaikan: bergerak zig-zag melewati penanda, mengontrol bola, menjaga keseimbangan pada garis rendah, dan melakukan pola gerak berirama. Murid memilih tingkat tantangan yang aman, kemudian mencoba memperbaiki kendali geraknya.

Gambaran kegiatan
  • Fase/Kelas: C/Kelas 5.
  • Alokasi waktu: 3 pertemuan.
  • Tujuan: murid mampu menyesuaikan keterampilan gerak pada beberapa situasi, memilih strategi yang efektif, dan memberi usulan agar aktivitas dapat diikuti secara aman serta inklusif.
  • Bukti belajar: unjuk gerak, kartu strategi, rancangan modifikasi satu pos, dan refleksi.
  • Dimensi yang berkembang: kesehatan, kemandirian, kolaborasi, komunikasi, dan penalaran kritis.

Memahami

Saya memperagakan setiap pos, batas ruang, cara menggunakan alat, dan tanda berhenti. Murid mengamati unsur arah, kecepatan, keseimbangan, dan kendali. Mereka memilih satu strategi awal serta menjelaskan alasan keselamatannya sebelum mulai bergerak.

Mengaplikasi

Murid mencoba sirkuit dalam kelompok kecil agar waktu tunggu tidak panjang. Setelah satu putaran, mereka membandingkan strategi, mengubah jarak atau kecepatan, lalu mencoba kembali. Kelompok juga mengusulkan modifikasi alat, jarak, cara bergerak, atau peran pendamping agar setiap anggota dapat berpartisipasi sesuai kebutuhannya.

Merefleksi

Murid memilih satu gerak yang berkembang dan menjelaskan perubahan yang membantu. Mereka menilai apakah aturan sudah aman dan adil, kemudian menuliskan satu aktivitas sederhana yang ingin dilakukan secara teratur di luar jam PJOK.

Contoh asesmen

  • Awal: pengamatan pada percobaan pertama dan percakapan tentang strategi yang dipilih.
  • Formatif: kemampuan menyesuaikan arah, kecepatan, keseimbangan, kendali alat, serta penggunaan umpan balik.
  • Akhir: unjuk gerak pada situasi yang dimodifikasi, penjelasan strategi, usulan aturan inklusif, dan refleksi.
  • Kriteria: gerak makin terkendali, strategi sesuai situasi, keselamatan terjaga, partisipasi positif, dan penjelasan masuk akal.
Nilai perkembangan, bukan bentuk tubuh

Hindari menimbang atau mengukur tubuh di depan kelas, menjadikan kemampuan atletik sebagai satu-satunya ukuran keberhasilan, serta menghukum murid dengan aktivitas fisik. Berikan pilihan tingkat tantangan dan cara berpartisipasi tanpa menurunkan tujuan belajar.

Keselamatan dalam Pembelajaran PJOK

Sebelum kegiatan, periksa permukaan lapangan, jarak antarkelompok, kondisi alat, cuaca, dan akses air minum. Pemanasan perlu sesuai dengan aktivitas utama, sedangkan jeda dapat diberikan berdasarkan intensitas dan keadaan murid. Instruksi berhenti harus dipahami semua anak.

Untuk materi pertolongan pertama, gunakan prosedur dan sumber yang berlaku di sekolah. Murid perlu memahami kapan tindakan sederhana dapat dilakukan dan kapan mereka harus segera memanggil orang dewasa atau tenaga kesehatan. Simulasi tidak boleh menciptakan risiko baru.

Download RPM PJOK Kelas 5 Semester 1

File Semester 1 dapat Bapak/Ibu gunakan sebagai bahan edit untuk keterampilan gerak, strategi permainan, fair play, modifikasi aturan, dan kerja tim. Jenis permainan dapat diganti sesuai fasilitas serta aktivitas yang dekat dengan murid.

  • RPM PJOK Kelas 5 SD Semester 1
    Referensi Pembelajaran Mendalam untuk keterampilan dan strategi gerak, fair play, kerja tim, asesmen, serta refleksi.
    RPM PJOK Semester 1

Download RPM PJOK Kelas 5 Semester 2

File Semester 2 dapat digunakan sebagai bahan edit untuk rangkaian gerak, gaya hidup aktif, pencegahan perilaku sedenter, pola makan sehat, keselamatan, dan pertolongan pertama. Silakan periksa kembali sumber kesehatan serta prosedur sekolah sebelum digunakan.

  • RPM PJOK Kelas 5 SD Semester 2
    Referensi Pembelajaran Mendalam untuk aktivitas teratur, kesehatan, keselamatan, asesmen, dan refleksi.
    RPM PJOK Semester 2

Artikel RPM Kelas 5 Terkait

Jika Bapak/Ibu sedang menyiapkan perangkat bersama rekan sejawat, artikel RPM Kelas 5 untuk mata pelajaran lain dapat dibuka melalui daftar berikut.

Lihat seluruh Modul Ajar Kelas 5

Jika Bapak/Ibu ingin mencari mapel lainnya, saya sudah mengumpulkan RPM Kelas 5 Semester 1 dan 2 dalam satu halaman. Saya sertakan juga halaman Modul Ajar SD agar perangkat untuk kelas lain lebih mudah ditemukan.

Buka Modul Ajar Kelas 5Buka Modul Ajar SD

Buka Panduan Resmi PJOK

Sebelum mengedit file, saya menyarankan Bapak/Ibu membaca Panduan Mata Pelajaran PJOK terbitan 2025. Panduan tersebut menguraikan empat elemen Fase C, materi esensial, contoh penyusunan ATP, dan cara merancang pembelajaran yang memberi waktu gerak memadai.

Buka Panduan PJOKBuka Referensi PJOK Fase C

Sesuaikan RPM dengan Kondisi Sekolah

File ini tetap perlu diperiksa sebelum digunakan. Lapangan yang sempit, jumlah alat terbatas, cuaca, dan keragaman kemampuan murid bukan alasan untuk menghilangkan kesempatan belajar. Kita dapat mengubah ukuran ruang, alat, waktu, aturan, jumlah anggota, atau peran sambil mempertahankan tujuan yang sama.

  1. cocokkan tujuan dengan CP dan ATP sekolah;
  2. periksa keamanan ruang dan alat sebelum murid bergerak;
  3. usahakan waktu tunggu singkat dan waktu praktik cukup;
  4. siapkan pilihan tingkat tantangan serta bentuk partisipasi;
  5. gunakan aturan yang mendukung fair play dan inklusi;
  6. hindari mempermalukan bentuk tubuh atau kemampuan fisik;
  7. ambil informasi kesehatan dari sumber resmi; dan
  8. gunakan hasil asesmen untuk latihan lanjutan yang nyata.

FAQ RPM PJOK Kelas 5

Apakah seluruh CP Fase C harus selesai di Kelas 5?

Tidak. Fase C umumnya mencakup Kelas 5 dan Kelas 6. Sekolah membagi kompetensi melalui tujuan pembelajaran dan ATP sampai target akhir fase tercapai.

Apakah PJOK harus memakai alat olahraga lengkap?

Tidak. Alat dapat dimodifikasi dari benda yang aman dan mudah ditemukan. Ukuran ruang, jarak, serta aturan juga dapat diubah selama tujuan belajar dan keselamatan tetap terjaga.

Bagaimana menilai murid yang kemampuan geraknya berbeda?

Gunakan titik awal, proses perbaikan, kendali gerak, pemilihan strategi, keselamatan, dan kemampuan merefleksi. Jangan hanya memakai kecepatan atau hasil akhir yang sama untuk semua anak.

Apakah murid yang sedang tidak dapat mengikuti aktivitas utama tetap bisa belajar?

Bisa, sesuai kondisi dan arahan yang berlaku. Guru dapat menyiapkan peran yang bermakna seperti pengamat strategi, pencatat, pemberi umpan balik, atau aktivitas alternatif yang aman tanpa membuka informasi pribadi murid.

Apakah teori kesehatan cukup diberikan di kelas?

Penjelasan dapat dilakukan di kelas, tetapi sebaiknya dihubungkan dengan keputusan nyata seperti merencanakan aktivitas, membaca informasi gizi, mengenali risiko, atau mempraktikkan prosedur keselamatan.

Apakah aktivitas fisik boleh digunakan sebagai hukuman?

Tidak dianjurkan. Hal tersebut dapat membentuk hubungan negatif dengan aktivitas jasmani. Konsekuensi perilaku sebaiknya mendidik, masuk akal, dan tidak mempermalukan murid.

Sumber Resmi

Artikel diperiksa pada 26 Agustus 2026. Contoh pembagian materi dan kegiatan perlu disesuaikan dengan ATP, fasilitas, cuaca, prosedur keselamatan, serta kebutuhan belajar murid.

Posting Komentar