RPM Matematika Kelas 5 SD 2026/2027 Semester 1 dan 2

Table of Contents
RPM Matematika Kelas 5 SD Semester 1 dan 2 dengan Pembelajaran Mendalam
Ilustrasi pembelajaran Matematika Kelas 5 melalui pecahan, pengukuran, bangun ruang, dan penyajian data.

Pada artikel ini saya membagikan RPM Matematika Kelas 5 SD 2026/2027 untuk Semester 1 dan Semester 2. File tersebut dapat Bapak/Ibu gunakan sebagai bahan edit ketika menyusun Modul Ajar atau Rencana Pembelajaran Mendalam sesuai ATP yang berlaku di sekolah.

Ketika mengajar Matematika, kita sering menemukan murid yang dapat mengikuti contoh hitungan, tetapi masih bingung saat bentuk soalnya sedikit diubah. Karena itu, saya mencoba menempatkan kegiatan memahami konsep, menggunakan strategi, dan menjelaskan alasan sebagai satu kesatuan. Harapannya, murid tidak sekadar memperoleh jawaban, tetapi juga memahami mengapa cara tersebut dapat digunakan.

Ringkasan RPM Matematika Kelas 5
  • Jenjang: SD/MI atau sederajat.
  • Fase: C, umumnya mencakup Kelas 5 dan Kelas 6.
  • Tahun ajaran: 2026/2027.
  • Semester: Semester 1 dan Semester 2.
  • Elemen: Bilangan, Aljabar, Pengukuran, Geometri, serta Analisis Data dan Peluang.
  • Pengalaman belajar: memahami, mengaplikasi, dan merefleksi.
  • Format: Word yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan kelas.

Apa Itu RPM Matematika Kelas 5?

Sederhananya, RPM Matematika adalah rencana mengajar yang membantu kita menghubungkan tujuan pembelajaran, aktivitas murid, dan asesmen dengan pendekatan Pembelajaran Mendalam. Suasana belajar diupayakan berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan tanpa mengurangi ketelitian yang memang diperlukan dalam Matematika.

Bapak/Ibu tidak harus menyusun dokumen baru apabila sudah mempunyai modul ajar yang masih sesuai. Saya sendiri lebih memilih memeriksa kembali dokumen yang ada: apakah tujuan sudah jelas, apakah murid menggunakan benda atau representasi sebelum masuk ke simbol, apakah tersedia lebih dari satu strategi, dan apakah asesmennya memberi ruang bagi murid untuk menjelaskan penalaran.

Jawaban benar belum selalu menunjukkan pemahaman

Selain melihat hasil akhir, kita dapat meminta murid menggambar model, menuliskan langkah, membandingkan dua cara, atau menjelaskan alasan secara lisan. Dari sini biasanya terlihat apakah murid benar-benar memahami konsep atau hanya mengingat prosedur.

Capaian Pembelajaran Matematika Fase C

Saat menyusun RPM ini, saya menggunakan Capaian Pembelajaran Matematika Fase C. Fase tersebut mencakup Kelas 5 dan Kelas 6 sehingga seluruh kompetensi akhir fase tidak harus selesai dalam satu tahun. Pembagiannya perlu disepakati melalui tujuan pembelajaran dan ATP agar materi Kelas 5 menjadi fondasi yang kuat untuk pembelajaran di Kelas 6.

Secara umum, lingkup Matematika Fase C tersusun dalam lima elemen berikut.

1. Bilangan

Murid mengembangkan intuisi bilangan cacah sampai 1.000.000, memahami nilai tempat, membandingkan dan mengurutkan bilangan, melakukan operasi hitung, menyelesaikan persoalan uang, serta mempelajari KPK, FPB, pecahan, dan desimal secara bertahap.

2. Aljabar

Murid mencari nilai yang belum diketahui dalam kalimat matematika, mengenali dan mengembangkan pola bilangan, serta menggunakan penalaran proporsional untuk menyelesaikan persoalan sehari-hari.

3. Pengukuran

Murid menentukan keliling dan luas berbagai bangun datar beserta gabungannya, menghitung durasi waktu, dan mengukur besar sudut. Kegiatan sebaiknya dimulai dari pengukuran atau situasi yang dapat mereka bayangkan.

4. Geometri

Murid bekerja dengan bangun datar dan bangun ruang, komposisi serta dekomposisi bentuk, tampak suatu bangun, dan posisi pada peta atau bidang berpetak sesuai tujuan yang disusun dalam ATP.

5. Analisis Data dan Peluang

Murid mengurutkan, membandingkan, menyajikan, serta menganalisis data melalui tabel, piktogram, diagram batang, atau bentuk yang sesuai. Mereka juga mulai membandingkan kemungkinan kejadian sederhana.

Rujukan CP Matematika

Matematika tetap mengacu pada Keputusan Kepala BSKAP Nomor 046/H/KR/2025. Keputusan Nomor 020 Tahun 2026 hanya mengubah Capaian Pembelajaran Pendidikan Agama dan Budi Pekerti, bukan Matematika.

Contoh Pembagian Materi Matematika Kelas 5

Agar lebih mudah menyiapkan file per semester, berikut contoh pembagian materi yang dapat Bapak/Ibu gunakan sebagai titik awal. Susunannya tidak bersifat baku. Saya tetap menyarankan untuk mencocokkannya dengan ATP, buku yang digunakan, minggu efektif, dan kemampuan awal murid.

Periode Contoh materi Contoh bukti belajar
Semester 1 Bilangan cacah dan nilai tempat; operasi hitung dan masalah uang; KPK dan FPB; perbandingan serta operasi pecahan. Model nilai tempat, strategi hitung tertulis, penyelesaian masalah, garis bilangan, dan model pecahan.
Semester 2 Desimal dan pola; keliling, luas, sudut, dan bangun ruang; posisi pada bidang berpetak; penyajian serta analisis data. Diagram atau model, hasil pengukuran, rancangan berskala sederhana, tabel data, diagram batang, dan penjelasan strategi.

Apabila murid masih membutuhkan penguatan operasi dasar, Bapak/Ibu dapat menyediakan waktu tambahan sebelum masuk ke soal yang lebih kompleks. Menurut saya, lebih baik memperbaiki pemahaman prasyarat daripada mengejar banyak materi tetapi murid kesulitan mengikuti hubungan antarkonsep.

Komponen RPM Matematika yang Saya Gunakan

1. Identifikasi kesiapan murid

Saya biasanya memulai dengan beberapa soal singkat, percakapan, atau aktivitas menggunakan benda konkret. Tujuannya bukan memberi nilai, melainkan melihat strategi yang sudah dimiliki murid, kesalahan yang sering muncul, dan dukungan apa yang mereka perlukan.

2. Tujuan dan bukti belajar

Tujuan dibuat dalam bentuk kemampuan yang dapat ditunjukkan. Contohnya, murid mampu menentukan luas gabungan bangun datar dan menjelaskan strategi menggunakan gambar atau kalimat matematika. Setelah itu, saya menentukan bukti yang perlu dikumpulkan.

3. Pengalaman belajar

Kegiatan disusun dari konkret menuju representasi gambar dan simbol. Murid mendapat kesempatan memahami masalah, mencoba strategi, berdiskusi, mengaplikasikan konsep pada konteks lain, lalu merefleksi bagian yang sudah dikuasai atau masih perlu diperbaiki.

4. Asesmen dan tindak lanjut

Asesmen awal, formatif, dan akhir dihubungkan dengan tujuan yang sama. Hasilnya saya gunakan untuk menentukan kelompok pendampingan, latihan lanjutan, pengayaan, atau kesempatan memperbaiki jawaban.

Contoh Kegiatan: Merancang Kebun Kelas

Supaya pembelajaran luas dan keliling tidak hanya berupa latihan rumus, berikut satu contoh kegiatan yang dapat dilakukan menggunakan kertas berpetak. Konteks kebun dapat diganti menjadi taman baca, lapangan kecil, denah kelas, atau ruang lain yang lebih dekat dengan kondisi sekolah.

Gambaran kegiatan
  • Fase/Kelas: C/Kelas 5.
  • Alokasi waktu: 3 pertemuan, dapat disesuaikan.
  • Tujuan: murid mampu menentukan keliling dan luas persegi panjang atau gabungannya serta menjelaskan strategi.
  • Produk: rancangan kebun pada kertas berpetak lengkap dengan perhitungan.
  • Dimensi yang dikembangkan: penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, komunikasi, dan kemandirian.

Memahami

Saya mengajak murid membandingkan beberapa bangun yang memiliki luas sama tetapi bentuk atau keliling berbeda. Dengan petak satuan, murid menghitung, menandai sisi, dan mendiskusikan perbedaan antara luas serta keliling sebelum menggunakan rumus.

Mengaplikasi

Dalam kelompok kecil, murid menerima ketentuan luas lahan dan beberapa kebutuhan, misalnya area tanaman, jalan setapak, serta tempat kompos. Mereka membuat dua rancangan, menghitung keliling dan luas setiap bagian, kemudian memilih rancangan yang dianggap paling sesuai disertai alasan.

Merefleksi

Kelompok saling memeriksa rancangan menggunakan kriteria sederhana. Setiap murid kemudian menuliskan strategi yang paling membantunya, kesalahan yang sempat dibuat, dan cara memeriksa kembali perhitungan. Bagian ini sering memberi saya informasi penting untuk pertemuan berikutnya.

Contoh asesmen

  • Awal: menghitung banyak petak dan panjang sisi pada dua bangun sederhana.
  • Formatif: pertanyaan lisan, pengamatan strategi, pemeriksaan sketsa, dan umpan balik antarkelompok.
  • Akhir: rancangan kebun, ketepatan perhitungan, serta penjelasan pemilihan desain.
  • Kriteria: model sesuai ketentuan, perhitungan tepat, langkah dapat diikuti, dan alasan masuk akal.
Berikan pilihan cara menunjukkan pemahaman

Murid dapat menggunakan petak satuan, potongan kertas, gambar, tabel, atau kalimat matematika. Setelah konsepnya terbentuk, bantu mereka bergerak menuju cara yang lebih efisien tanpa menghilangkan kesempatan menjelaskan alasan.

Download RPM Matematika Kelas 5 Semester 1

Untuk Semester 1, saya membagikan file yang dapat Bapak/Ibu edit untuk materi bilangan cacah, operasi hitung, masalah uang, KPK dan FPB, serta pecahan. Silakan sesuaikan identitas, tujuan, kegiatan, alokasi waktu, dan asesmennya dengan kelas masing-masing.

  • RPM Matematika Kelas 5 SD Semester 1
    Referensi Pembelajaran Mendalam untuk bilangan, operasi hitung, KPK dan FPB, pecahan, pemecahan masalah, asesmen, dan refleksi.
    RPM Matematika Semester 1

Download RPM Matematika Kelas 5 Semester 2

Untuk Semester 2, file yang saya bagikan dapat digunakan sebagai bahan edit pada materi desimal, pola, pengukuran, geometri, dan data. Urutan unitnya dapat Bapak/Ibu ubah agar sesuai dengan ATP dan buku yang digunakan di sekolah.

  • RPM Matematika Kelas 5 SD Semester 2
    Referensi Pembelajaran Mendalam untuk desimal, pola, pengukuran, geometri, data, pemecahan masalah, asesmen, dan refleksi.
    RPM Matematika Semester 2

Artikel RPM Kelas 5 Terkait

Jika Bapak/Ibu juga mengajar mata pelajaran lain atau sedang menyiapkan perangkat bersama rekan sejawat, artikel RPM Kelas 5 berikut dapat dibuka satu per satu.

Lihat seluruh Modul Ajar Kelas 5

Jika Bapak/Ibu ingin mencari mapel lainnya, saya sudah mengumpulkan RPM Kelas 5 Semester 1 dan 2 dalam satu halaman. Saya sertakan juga halaman Modul Ajar SD agar perangkat untuk kelas lain lebih mudah ditemukan.

Buka Modul Ajar Kelas 5Buka Modul Ajar SD

Gunakan Rujukan Matematika Fase C

Saat mengedit RPM, saya menyarankan Bapak/Ibu tetap membuka rumusan CP dan contoh ATP resmi. Rujukan tersebut membantu kita memeriksa urutan kompetensi, sedangkan keputusan akhir mengenai pembagian materi tetap disesuaikan dengan kondisi sekolah dan kebutuhan murid.

Buka CP dan ATP Matematika Fase C

Sesuaikan RPM dengan Kondisi Murid

File yang saya bagikan sebaiknya tidak langsung digunakan tanpa diperiksa. Dua kelas pada jenjang yang sama dapat memiliki kesiapan yang berbeda. Ada murid yang membutuhkan benda konkret dan petak satuan lebih lama, sementara yang lain sudah siap mencoba soal terbuka atau membandingkan beberapa strategi.

  1. cocokkan tujuan dengan ATP sekolah Bapak/Ibu;
  2. periksa kemampuan prasyarat melalui asesmen awal singkat;
  3. siapkan benda konkret, gambar, atau tabel sebelum masuk ke simbol;
  4. pilih konteks yang dekat dengan kehidupan murid;
  5. berikan waktu untuk menjelaskan dan membandingkan strategi;
  6. bedakan bantuan tanpa menurunkan tujuan belajar;
  7. gunakan kesalahan sebagai bahan diskusi yang aman; dan
  8. tentukan tindak lanjut berdasarkan bukti belajar.

FAQ RPM Matematika Kelas 5

Apakah RPM wajib menggantikan modul ajar?

Tidak. Bapak/Ibu dapat memperbarui RPP atau modul ajar yang sudah digunakan agar tujuan, pengalaman belajar, dan asesmennya selaras dengan Pembelajaran Mendalam.

Apakah semua materi Fase C harus selesai di Kelas 5?

Tidak. Fase C mencakup Kelas 5 dan Kelas 6. Sekolah membagi kompetensi secara bertahap melalui tujuan pembelajaran dan ATP sampai akhir fase.

Apakah urutan materi per semester harus sama?

Tidak. Tabel pada artikel ini merupakan contoh. Bapak/Ibu dapat mengubah urutan berdasarkan ATP, buku, prasyarat konsep, minggu efektif, dan kesiapan murid.

Apakah murid harus menghafal rumus terlebih dahulu?

Tidak selalu. Untuk banyak konsep, murid sebaiknya mengalami, mengukur, membuat model, atau menemukan hubungan terlebih dahulu. Rumus kemudian digunakan sebagai cara yang lebih ringkas untuk menyatakan hubungan tersebut.

Bagaimana jika kemampuan murid sangat beragam?

Gunakan tujuan yang sama dengan dukungan berbeda, misalnya benda konkret, petunjuk bertahap, pasangan belajar, contoh awal, atau soal pengayaan. Hasil asesmen formatif membantu menentukan dukungan tersebut.

CP apa yang digunakan untuk Matematika 2026/2027?

Matematika tetap mengacu pada Keputusan Kepala BSKAP Nomor 046/H/KR/2025. CP Nomor 020 Tahun 2026 hanya berlaku untuk perubahan pada Pendidikan Agama dan Budi Pekerti.

Sumber Resmi

Artikel diperiksa pada 26 Agustus 2026. Pembagian materi dan contoh kegiatan perlu disesuaikan dengan ATP, buku, kalender pendidikan, serta kebutuhan belajar murid.

Posting Komentar