RPM Pendidikan Pancasila Kelas 5 SD 2026/2027 Semester 1 dan 2
Pada artikel ini saya membagikan RPM Pendidikan Pancasila Kelas 5 SD 2026/2027 untuk Semester 1 dan Semester 2. File Word yang tersedia dapat Bapak/Ibu jadikan bahan awal ketika menyusun Modul Ajar atau Rencana Pembelajaran Mendalam sesuai ATP, kalender pendidikan, dan keadaan murid di sekolah.
Saya memahami bahwa mengajar Pendidikan Pancasila bukan sekadar meminta murid menghafal sila, nama tokoh, atau pengertian norma. Anak perlu diajak melihat bagaimana nilai itu hidup dalam keputusan yang mereka buat: saat berbagi tugas, mendengarkan teman, menjalankan kesepakatan, menghargai perbedaan, dan bekerja bersama. Karena itulah, contoh kegiatan di halaman ini saya buat dekat dengan pengalaman Kelas 5.
- Jenjang: SD/MI atau sederajat.
- Fase: C, umumnya mencakup Kelas 5 dan Kelas 6.
- Tahun ajaran: 2026/2027.
- Semester: Semester 1 dan Semester 2.
- Elemen: Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI.
- Acuan CP: Keputusan Kepala BSKAP Nomor 046/H/KR/2025.
- Format: Word yang dapat disunting sesuai kebutuhan sekolah.
Apa Itu RPM Pendidikan Pancasila Kelas 5?
RPM adalah rencana yang membantu guru menghubungkan tujuan pembelajaran, pengalaman belajar, asesmen, dan tindak lanjut. Dalam pendekatan Pembelajaran Mendalam, kegiatan diarahkan agar murid belajar secara berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan melalui pengalaman memahami, mengaplikasi, serta merefleksi.
Bagi saya, istilah dan bentuk dokumen bukan bagian yang paling penting. Yang perlu terlihat ialah hubungan yang masuk akal antara kemampuan yang dituju, kegiatan murid, bukti belajar, dan dukungan yang diberikan guru. Jika Bapak/Ibu sudah mempunyai modul ajar yang sesuai, dokumen tersebut tidak harus dibuang. Kita dapat memperbaiki bagian yang masih terlalu berpusat pada ceramah atau soal ingatan.
Murid lebih mudah memahami musyawarah ketika mereka benar-benar mendengarkan pendapat dan membuat kesepakatan. Mereka lebih mudah memahami gotong royong ketika mengerjakan kebutuhan bersama, bukan hanya menuliskan definisinya.
Capaian Pembelajaran Pendidikan Pancasila Fase C
Fase C ditujukan untuk Kelas 5 dan Kelas 6. Artinya, rumusan CP merupakan target pada akhir fase, bukan daftar yang harus dituntaskan seluruhnya dalam satu semester Kelas 5. Sekolah dapat membaginya melalui tujuan pembelajaran dan ATP dengan tetap menjaga kesinambungan antarkelas.
1. Pancasila
Murid memahami kronologi sejarah kelahiran Pancasila, meneladani sikap para perumusnya, menghubungkan sila-sila sebagai satu kesatuan yang utuh, serta menguraikan makna nilai Pancasila sebagai dasar negara dan pandangan hidup bangsa.
2. Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945
Murid mengimplementasikan norma, hak, dan kewajiban dalam kedudukannya sebagai warga negara. Mereka juga mengenal Pembukaan UUD NRI Tahun 1945 serta mempraktikkan musyawarah untuk membuat dan menjalankan kesepakatan di keluarga maupun sekolah.
3. Bhinneka Tunggal Ika
Murid menyajikan hasil identifikasi tentang sikap menghormati, menjaga, dan melestarikan keberagaman budaya sesuai semangat Bhinneka Tunggal Ika di lingkungan sekitar.
4. Negara Kesatuan Republik Indonesia
Murid mengenal kabupaten atau kota dan provinsinya sebagai bagian dari NKRI. Mereka juga menunjukkan perilaku gotong royong untuk menjaga persatuan di sekolah dan lingkungan sekitar sebagai wujud bela negara.
Empat elemen tersebut saling berhubungan. Ketika murid bermusyawarah tentang perawatan taman sekolah, misalnya, mereka sedang mempraktikkan aturan, hak, kewajiban, penghargaan terhadap pendapat yang beragam, dan gotong royong sekaligus.
Contoh Pembagian Materi Kelas 5 Semester 1 dan 2
Tabel berikut merupakan contoh pembagian, bukan susunan wajib untuk semua sekolah. Bapak/Ibu dapat memindahkan urutannya setelah mencocokkan dengan ATP satuan pendidikan, buku yang digunakan, waktu efektif, dan materi yang akan dilanjutkan di Kelas 6.
| Periode | Contoh fokus pembelajaran | Contoh bukti belajar |
|---|---|---|
| Semester 1 | Kronologi kelahiran Pancasila, sikap para perumus, keterkaitan antarsila, serta norma, hak, dan kewajiban di sekolah. | Lini masa, penjelasan hubungan antarsila, analisis kasus, catatan pengamatan, dan kesepakatan kelas. |
| Semester 2 | Musyawarah, penghormatan dan pelestarian budaya, wilayah kabupaten/kota dan provinsi, serta gotong royong menjaga persatuan. | Simulasi musyawarah, laporan pengamatan budaya, peta wilayah, aksi gotong royong, dan refleksi. |
Pembagian yang baik memberi waktu bagi murid untuk kembali menggunakan pemahamannya dalam konteks berbeda. Materi hak dan kewajiban, misalnya, dapat muncul lagi saat membahas kesepakatan, kerja kelompok, pemeliharaan fasilitas sekolah, atau kegiatan pelestarian budaya.
Komponen RPM yang Saya Siapkan
1. Identifikasi kondisi awal
Saya memeriksa pengetahuan awal, pengalaman bermusyawarah, cara murid bekerja dalam kelompok, lingkungan sosial budaya, dan kebutuhan dukungan. Hasilnya dipakai untuk merancang bantuan, bukan untuk memberi label pada karakter anak.
2. Tujuan dan bukti belajar
Tujuan dibuat dalam bentuk kemampuan yang dapat ditunjukkan. Contohnya, murid mampu mengemukakan pendapat dengan alasan, mendengarkan pandangan teman, dan ikut menyusun kesepakatan yang adil mengenai perawatan ruang bersama.
3. Pengalaman belajar
Murid memahami masalah melalui cerita atau pengamatan, mengaplikasikan nilai dalam diskusi dan tindakan, kemudian merefleksi proses serta dampaknya. Pilihan kegiatan dapat berupa simulasi, studi kasus, wawancara, peta, proyek sederhana, atau aksi bersama.
4. Asesmen dan tindak lanjut
Bukti belajar dapat diperoleh dari percakapan, tulisan, produk, presentasi, pengamatan, dan refleksi. Umpan balik diarahkan pada perilaku yang tampak serta kemampuan yang masih bisa diperbaiki, bukan pada cap seperti anak baik atau anak nakal.
Contoh Kegiatan: Musyawarah Merawat Ruang Bersama
Contoh ini dapat digunakan untuk taman kelas, sudut baca, rak karya, atau fasilitas lain yang dipakai bersama. Masalah awalnya sederhana: ruang tersebut mulai kurang terawat, sementara pembagian tugas sebelumnya belum berjalan adil. Murid diminta mencari kesepakatan yang dapat dilakukan dan dipertanggungjawabkan.
- Fase/Kelas: C/Kelas 5.
- Alokasi waktu: 3 pertemuan dan pemantauan singkat selama satu minggu.
- Tujuan: murid mampu membedakan hak dan kewajiban, menyampaikan pendapat dengan santun, serta membuat dan menjalankan kesepakatan melalui musyawarah.
- Produk: lembar kesepakatan, pembagian peran, dan refleksi pribadi.
- Dimensi yang berkembang: kewargaan, komunikasi, kolaborasi, penalaran kritis, dan kemandirian.
Memahami
Saya mengajak murid mengamati kondisi ruang bersama atau membaca sebuah situasi. Mereka mencatat siapa yang menggunakan ruang, hak apa yang diterima, kewajiban apa yang perlu dijalankan, dan masalah apa yang harus diselesaikan. Setiap kelompok menyampaikan temuan beserta alasan.
Mengaplikasi
Kelas menyepakati tata cara musyawarah: berbicara bergantian, mendengarkan, tidak mengejek, mengajukan alasan, dan mempertimbangkan kemampuan setiap orang. Murid mengusulkan aturan dan pembagian tugas, memperbaiki usulan setelah mendengar pendapat lain, lalu merumuskan keputusan bersama. Pemungutan suara tidak perlu menjadi langkah pertama; utamakan upaya mencari titik temu melalui musyawarah.
Merefleksi
Setelah kesepakatan dijalankan, murid menilai apakah tugas sudah adil, bagian mana yang berjalan, dan apa yang perlu diubah. Mereka juga menulis satu hal yang sudah dilakukan untuk membantu kelompok dan satu kebiasaan yang ingin diperbaiki.
Contoh asesmen
- Awal: jawaban murid terhadap kasus sederhana tentang fasilitas bersama.
- Formatif: catatan tentang ketepatan membedakan hak dan kewajiban, kualitas alasan, cara mendengarkan, dan keterlibatan dalam diskusi.
- Akhir: isi kesepakatan, kemampuan menjelaskan alasan keputusan, pelaksanaan tugas, dan refleksi.
- Kriteria: konsep tepat, usulan relevan, bahasa santun, keputusan mempertimbangkan kepentingan bersama, dan refleksi menunjukkan pemahaman.
Jangan menilai kepribadian murid dari satu kejadian. Ketika terjadi perbedaan pendapat, arahkan perhatian pada gagasan, alasan, dan dampak keputusan. Murid yang belum percaya diri dapat diberi pilihan menulis usulan atau menyampaikannya melalui teman kelompok.
Download RPM Pendidikan Pancasila Kelas 5 Semester 1
File Semester 1 dapat Bapak/Ibu gunakan sebagai bahan edit untuk pembelajaran sejarah kelahiran Pancasila, keteladanan para perumus, hubungan antarsila, serta norma, hak, dan kewajiban. Silakan sesuaikan tujuan, alokasi waktu, dan bentuk bukti belajar dengan ATP sekolah.
- RPM Pendidikan Pancasila Kelas 5 SD Semester 1RPM Pendidikan Pancasila Semester 1
Referensi Pembelajaran Mendalam untuk Pancasila, norma, hak dan kewajiban, kegiatan, asesmen, serta refleksi.
Download RPM Pendidikan Pancasila Kelas 5 Semester 2
File Semester 2 dapat digunakan sebagai bahan edit untuk musyawarah, keberagaman budaya, pengenalan wilayah, dan gotong royong menjaga persatuan. Contoh di dalam file tetap perlu disesuaikan dengan budaya lokal dan keadaan lingkungan sekitar murid.
- RPM Pendidikan Pancasila Kelas 5 SD Semester 2RPM Pendidikan Pancasila Semester 2
Referensi Pembelajaran Mendalam untuk musyawarah, keberagaman, NKRI, gotong royong, asesmen, dan refleksi.
Artikel RPM Kelas 5 Terkait
Jika Bapak/Ibu sedang menyiapkan perangkat bersama rekan sejawat, artikel RPM Kelas 5 untuk mata pelajaran lain dapat dibuka melalui daftar berikut.
RPM PAI dan Budi Pekerti Kelas 5 Semester 1 dan 2
RPM Bahasa Indonesia Kelas 5 Semester 1 dan 2
RPM Matematika Kelas 5 Semester 1 dan 2
RPM IPAS Kelas 5 Semester 1 dan 2
RPM PJOK Kelas 5 Semester 1 dan 2
RPM Seni dan Budaya Kelas 5 Semester 1 dan 2
RPM Bahasa Inggris Kelas 5 Semester 1 dan 2
Modul Ajar Koding dan Kecerdasan Artifisial Kelas 5
Jika Bapak/Ibu ingin mencari mapel lainnya, saya sudah mengumpulkan RPM Kelas 5 Semester 1 dan 2 dalam satu halaman. Saya sertakan juga halaman Modul Ajar SD agar perangkat untuk kelas lain lebih mudah ditemukan.
Buka Panduan Resmi Pendidikan Pancasila
Sebelum mengedit file, saya menyarankan Bapak/Ibu membaca Panduan Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila terbitan 2025. Di dalamnya terdapat uraian CP, materi esensial Fase C, contoh ATP, dan contoh perencanaan pembelajaran mendalam yang dapat membantu kita melihat hubungan antarkomponen.
Buka Panduan Pendidikan PancasilaBuka Referensi Fase C
Sesuaikan RPM dengan Kondisi Murid
File yang saya bagikan merupakan contoh yang masih harus disesuaikan. Lingkungan budaya, pengalaman bermusyawarah, ketersediaan sumber, dan dinamika setiap kelas tentu berbeda. Penyesuaian inilah yang membuat perangkat benar-benar berguna ketika dibawa ke ruang belajar.
- cocokkan tujuan dengan CP dan ATP yang digunakan sekolah;
- pastikan pembagian materi Kelas 5 terhubung dengan rencana Kelas 6;
- gunakan contoh budaya dan wilayah yang dekat dengan murid;
- siapkan sumber yang akurat saat membahas sejarah dan konstitusi;
- beri cara partisipasi yang beragam bagi murid yang belum percaya diri berbicara;
- nilai gagasan dan perilaku yang teramati tanpa memberi label pada kepribadian;
- sertakan tindak lanjut setelah asesmen; dan
- periksa kembali agar kesepakatan kelas tidak merugikan atau mempermalukan siapa pun.
FAQ RPM Pendidikan Pancasila Kelas 5
Apakah semua CP Fase C harus selesai di Kelas 5?
Tidak. Fase C umumnya mencakup Kelas 5 dan Kelas 6. Sekolah membagi kompetensi melalui tujuan pembelajaran dan ATP agar seluruh target dicapai pada akhir fase.
Apakah RPM wajib menggantikan modul ajar yang sudah ada?
Tidak. Bapak/Ibu dapat memperbaiki modul ajar atau RPP yang sudah digunakan dengan menyelaraskan tujuan, kegiatan, asesmen, dan refleksinya terhadap CP serta pendekatan Pembelajaran Mendalam.
Apakah musyawarah selalu harus berakhir dengan pemungutan suara?
Tidak. Murid terlebih dahulu belajar mendengar, memberi alasan, mempertimbangkan dampak, dan mencari titik temu. Jika cara lain diperlukan, prosedurnya perlu disepakati serta dijalankan dengan adil.
Bagaimana menilai sikap dalam Pendidikan Pancasila?
Gunakan pengamatan berkelanjutan, percakapan, produk, dan refleksi yang berhubungan dengan tujuan. Catat perilaku yang tampak dan berikan umpan balik yang dapat ditindaklanjuti, bukan penilaian umum tentang kepribadian anak.
Apakah contoh pembagian semester boleh diubah?
Boleh. Tabel pada artikel ini hanya contoh. Urutan dapat disesuaikan dengan ATP, buku, kalender sekolah, konteks lokal, dan kesinambungan pembelajaran menuju Kelas 6.
Apakah pembelajaran harus selalu memakai internet?
Tidak. Sumber digital dapat membantu, tetapi pengamatan lingkungan, buku, kartu kasus, peta cetak, wawancara, dan simulasi tetap dapat menghasilkan pembelajaran yang bermakna.
Sumber Resmi
- Panduan Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila Fase A–F, Pusat Kurikulum dan Pembelajaran, 2025.
- Referensi Pendidikan Pancasila Fase C pada Ruang GTK.
- Keputusan Kepala BSKAP Nomor 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran.
- Sistem Informasi Kurikulum Nasional: Pembelajaran Mendalam.
- Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses.
Artikel diperiksa pada 26 Agustus 2026. Contoh pembagian materi dan kegiatan perlu disesuaikan dengan ATP, buku yang digunakan, kalender pendidikan, serta kebutuhan belajar murid.
Posting Komentar