RPM Bahasa Indonesia Kelas 5 SD 2026/2027 Semester 1 dan 2

Table of Contents
RPM Bahasa Indonesia Kelas 5 SD Semester 1 dan 2 dengan Pembelajaran Mendalam
Ilustrasi pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas 5 melalui kegiatan membaca, menulis, menyunting, berdiskusi, dan mempresentasikan teks.

Pada artikel ini saya membagikan RPM Bahasa Indonesia Kelas 5 SD 2026/2027 untuk Semester 1 dan Semester 2. File tersebut saya siapkan sebagai bahan edit bagi Bapak/Ibu guru yang sedang menyusun Modul Ajar atau Rencana Pembelajaran Mendalam sesuai ATP dan kebutuhan murid di sekolah.

Dalam pembelajaran Bahasa Indonesia, keterampilan menyimak, membaca, berbicara, dan menulis sebaiknya tidak berjalan sendiri-sendiri. Murid dapat membaca sebuah teks, mendiskusikan isinya, mencari informasi tambahan, lalu menulis dan mempresentasikan gagasan mereka. Rangkaian seperti ini terasa lebih alami karena bahasa memang digunakan untuk memahami dan berkomunikasi dalam kehidupan sehari-hari.

Ringkasan RPM Bahasa Indonesia Kelas 5
  • Jenjang: SD/MI atau sederajat.
  • Fase: C, umumnya mencakup Kelas 5 dan Kelas 6.
  • Tahun ajaran: 2026/2027.
  • Semester: Semester 1 dan Semester 2.
  • Elemen: Menyimak, Membaca dan Memirsa, Berbicara dan Mempresentasikan, serta Menulis.
  • Pengalaman belajar: memahami, mengaplikasi, dan merefleksi.
  • Format: Word yang dapat disesuaikan dengan kondisi kelas.

Apa Itu RPM Bahasa Indonesia Kelas 5?

RPM Bahasa Indonesia adalah rencana mengajar yang menghubungkan tujuan, aktivitas berbahasa, sumber teks, dan asesmen dalam pendekatan Pembelajaran Mendalam. Bagi saya, dokumen ini bukan sekadar kelengkapan administrasi. Rencana yang baik justru membantu kita menyiapkan pertanyaan, memilih teks yang sesuai, dan menentukan karya apa yang akan dihasilkan murid.

Bapak/Ibu tidak harus membuat semuanya dari awal jika sudah mempunyai modul ajar yang masih relevan. Dokumen tersebut dapat diperbarui dengan memeriksa kualitas teks, tujuan komunikasinya, kesempatan murid untuk berinteraksi, kegiatan menyusun draf dan revisi, serta cara asesmen memberikan gambaran perkembangan kemampuan berbahasa.

Bahasa dipelajari dengan menggunakannya

Penjelasan tentang ciri teks tetap diperlukan, tetapi murid juga perlu mengalami proses menyimak, membaca, berbicara, menulis, menerima tanggapan, dan memperbaiki karya. Dengan begitu, kaidah bahasa dipahami melalui penggunaan yang mempunyai tujuan.

Capaian Pembelajaran Bahasa Indonesia Fase C

Saat menyiapkan RPM ini, saya menggunakan CP Bahasa Indonesia Fase C. Fase tersebut mencakup Kelas 5 dan Kelas 6 sehingga seluruh kemampuan akhir fase tidak harus selesai di Kelas 5. Tujuan pembelajaran dan ATP perlu disusun bertahap agar kegiatan di Kelas 6 benar-benar melanjutkan fondasi yang telah dibangun.

Dalam CP, kemampuan berbahasa dikembangkan melalui empat elemen yang saling berkaitan.

1. Menyimak

Murid menyimak informasi, gagasan, fakta, prosedur, atau pesan dari teks lisan dan audiovisual. Mereka belajar menemukan informasi penting, memahami urutan, memberi tanggapan, serta mengenali unsur dalam teks sastra yang didengarkan.

2. Membaca dan Memirsa

Murid membaca teks cetak maupun digital dan memirsa teks visual atau audiovisual. Mereka mengembangkan kelancaran membaca, memahami kosakata, menemukan informasi tersurat dan tersirat, menyimpulkan isi, menanggapi nilai, serta membandingkan informasi dari sumber yang sesuai.

3. Berbicara dan Mempresentasikan

Murid menyampaikan gagasan, informasi, pengalaman, dan tanggapan secara runtut dengan pilihan kata yang sesuai. Mereka juga belajar berdiskusi, mengajukan pertanyaan, menanggapi pendapat secara santun, dan menggunakan media pendukung saat presentasi.

4. Menulis

Murid menulis berbagai teks untuk tujuan yang nyata melalui proses merencanakan, menyusun draf, mengembangkan gagasan, menggunakan ejaan dan kosakata, menyunting, serta memublikasikan karya dalam bentuk cetak atau digital yang aman.

Gunakan CP Bahasa Indonesia yang tepat

Bahasa Indonesia tetap mengacu pada Keputusan Kepala BSKAP Nomor 046/H/KR/2025. Keputusan Nomor 020 Tahun 2026 hanya mengubah Capaian Pembelajaran Pendidikan Agama dan Budi Pekerti.

Contoh Pembagian Materi Bahasa Indonesia Kelas 5

Agar lebih mudah menyiapkan file per semester, saya membuat contoh pembagian berikut. Susunannya bukan ketentuan baku. Bapak/Ibu dapat mengubah jenis dan urutan teks berdasarkan ATP, buku yang digunakan, konteks daerah, serta kebutuhan literasi murid.

Periode Contoh fokus pembelajaran Contoh bukti belajar
Semester 1 Menyimak dan menemukan informasi; membaca teks narasi, deskripsi, dan informatif; mengembangkan kosakata; berdiskusi; menulis pengalaman atau deskripsi. Catatan menyimak, peta gagasan, tanggapan bacaan, rekaman diskusi, draf dan hasil revisi tulisan.
Semester 2 Membaca dan membandingkan sumber; wawancara; teks prosedur atau eksplanasi sederhana; puisi dan prosa; presentasi; penyuntingan dan publikasi karya. Daftar pertanyaan, ringkasan, laporan wawancara, teks prosedur, pembacaan karya, presentasi, dan portofolio.

Dalam satu unit, kita tidak harus memberi porsi yang sama untuk semua elemen. Namun, hubungan antarelemen perlu terasa. Sebagai contoh, kegiatan menulis profil akan lebih kuat apabila murid lebih dahulu membaca contoh, menyimak hasil wawancara, berlatih bertanya, dan mendiskusikan informasi yang layak dimasukkan.

Komponen RPM Bahasa Indonesia yang Saya Gunakan

1. Identifikasi kebutuhan murid

Saya biasanya memeriksa kelancaran membaca, pemahaman isi, kosakata, kemampuan menyampaikan pendapat, dan contoh tulisan awal. Informasi ini membantu menentukan panjang teks, cara pengelompokan, bentuk bantuan, serta tantangan yang sesuai.

2. Tujuan dan bukti belajar

Tujuan dibuat dalam bentuk kemampuan yang dapat diamati, misalnya murid mampu menulis profil berdasarkan hasil wawancara dengan struktur runtut dan informasi yang akurat. Dari tujuan itu, kita dapat menentukan bukti belajar dan kriteria keberhasilannya.

3. Teks dan pengalaman belajar

Pilih teks yang cukup menantang tetapi tetap dapat diakses. Kegiatan dapat bergerak dari memahami contoh, mengamati pilihan bahasa, mengaplikasikan pada karya sendiri, memperoleh umpan balik, dan merefleksi proses perbaikannya.

4. Asesmen dan tindak lanjut

Asesmen tidak hanya dilakukan pada produk akhir. Catatan menyimak, percakapan, respons bacaan, draf, konferensi singkat, presentasi, dan revisi dapat menunjukkan perkembangan murid serta membantu kita menentukan tindak lanjut.

Contoh Kegiatan: Menulis Profil Tokoh Inspiratif di Sekolah

Supaya empat elemen berbahasa hadir dalam satu rangkaian, saya memilih kegiatan menulis profil tokoh di lingkungan sekolah. Tokohnya dapat berupa penjaga sekolah, petugas perpustakaan, guru, pelatih, tenaga kebersihan, atau warga lain yang bersedia diwawancarai.

Gambaran kegiatan
  • Fase/Kelas: C/Kelas 5.
  • Alokasi waktu: 4 pertemuan, dapat disesuaikan.
  • Tujuan: murid mampu memperoleh informasi melalui wawancara dan menulis profil singkat yang runtut, akurat, serta santun.
  • Produk: artikel profil untuk majalah dinding atau buletin kelas.
  • Dimensi yang dikembangkan: komunikasi, kolaborasi, kreativitas, penalaran kritis, dan kewargaan.

Memahami

Murid membaca dua contoh profil singkat, lalu menandai bagian pembuka, informasi penting, kutipan, dan penutup. Bersama guru, mereka membahas perbedaan fakta dan pendapat, kesantunan bertanya, serta alasan penulis memilih informasi tertentu.

Mengaplikasi

Dalam kelompok kecil, murid menyusun pertanyaan, melakukan wawancara dengan izin, dan mencatat jawaban. Setiap murid kemudian menulis artikelnya sendiri. Setelah draf selesai, teman memberi tanggapan berdasarkan kejelasan isi, keruntutan, ketepatan informasi, pilihan kata, dan ejaan.

Merefleksi

Murid membandingkan draf awal dengan hasil revisi dan menjelaskan perubahan yang paling membantu pembaca. Mereka juga menuliskan pengalaman saat menyimak narasumber, bagian yang sulit, dan satu keterampilan berbahasa yang ingin ditingkatkan.

Contoh asesmen

  • Awal: respons singkat terhadap teks profil dan satu paragraf tulisan awal.
  • Formatif: pemeriksaan pertanyaan, catatan wawancara, diskusi, draf, serta umpan balik teman.
  • Akhir: artikel profil dan presentasi singkat mengenai tokoh yang dipilih.
  • Kriteria: informasi akurat, struktur runtut, pilihan kata sesuai, kalimat dapat dipahami, dan penyuntingan terlihat.
Jaga izin dan privasi narasumber

Sebelum wawancara, mintalah persetujuan narasumber dan jelaskan tujuan kegiatan. Hindari pertanyaan pribadi yang tidak diperlukan. Bapak/Ibu juga perlu memeriksa tulisan sebelum dipajang agar tidak memuat nomor kontak, alamat, atau informasi sensitif lainnya.

Download RPM Bahasa Indonesia Kelas 5 Semester 1

Untuk Semester 1, saya membagikan file yang dapat Bapak/Ibu edit untuk kegiatan menyimak, membaca teks narasi dan informatif, pengembangan kosakata, diskusi, serta menulis pengalaman atau deskripsi. Silakan sesuaikan teks dan alokasi waktunya dengan kondisi kelas.

  • RPM Bahasa Indonesia Kelas 5 SD Semester 1
    Referensi Pembelajaran Mendalam untuk menyimak, membaca, memirsa, berdiskusi, menulis, asesmen, dan refleksi.
    RPM Bahasa Indonesia Semester 1

Download RPM Bahasa Indonesia Kelas 5 Semester 2

Untuk Semester 2, file yang saya bagikan dapat digunakan sebagai bahan edit untuk membaca dan membandingkan informasi, wawancara, menulis teks, mengapresiasi karya sastra, presentasi, penyuntingan, dan publikasi sederhana.

  • RPM Bahasa Indonesia Kelas 5 SD Semester 2
    Referensi Pembelajaran Mendalam untuk wawancara, teks informatif, sastra, presentasi, penyuntingan, asesmen, dan refleksi.
    RPM Bahasa Indonesia Semester 2

Artikel RPM Kelas 5 Terkait

Jika Bapak/Ibu juga mengajar mata pelajaran lain atau sedang menyiapkan perangkat bersama rekan sejawat, artikel RPM Kelas 5 berikut dapat dibuka satu per satu.

Lihat seluruh Modul Ajar Kelas 5

Jika Bapak/Ibu ingin mencari mapel lainnya, saya sudah mengumpulkan RPM Kelas 5 Semester 1 dan 2 dalam satu halaman. Saya sertakan juga halaman Modul Ajar SD agar perangkat untuk kelas lain lebih mudah ditemukan.

Buka Modul Ajar Kelas 5Buka Modul Ajar SD

Unduh Panduan Mata Pelajaran Bahasa Indonesia

Saat mengedit RPM, saya menyarankan Bapak/Ibu tetap membuka panduan resmi. Dokumen ini membantu kita memahami karakteristik mata pelajaran, hubungan empat elemen, pembelajaran sastra dan nonsastra, asesmen, serta contoh penerapan Pembelajaran Mendalam.

Download Panduan Bahasa Indonesia

Sesuaikan RPM dengan Kondisi Murid

File yang saya bagikan sebaiknya tidak langsung digunakan tanpa penyesuaian. Kita perlu melihat kelancaran membaca, pemahaman, kosakata, minat, pengalaman budaya, dan kemampuan menulis murid. Teks yang terlalu sulit dapat membuat kegiatan hanya dikuasai beberapa anak, sedangkan teks yang terlalu mudah tidak memberi tantangan yang cukup.

  1. cocokkan tujuan dengan ATP sekolah Bapak/Ibu;
  2. pilih teks yang bermutu, aman, dan sesuai usia;
  3. siapkan dukungan kosakata atau pembacaan nyaring bila diperlukan;
  4. gunakan teks dari konteks lokal dan berbagai latar secara seimbang;
  5. berikan contoh serta kriteria sebelum murid membuat karya;
  6. sediakan waktu untuk draf, umpan balik, dan revisi;
  7. jaga etika, hak cipta, izin, serta privasi; dan
  8. gunakan portofolio untuk melihat perkembangan dari waktu ke waktu.

FAQ RPM Bahasa Indonesia Kelas 5

Apakah RPM wajib menggantikan modul ajar?

Tidak. Bapak/Ibu dapat menyesuaikan RPP atau modul ajar yang sudah digunakan agar tujuan, pengalaman belajar, dan asesmennya selaras dengan Pembelajaran Mendalam.

Apakah seluruh CP Fase C harus selesai di Kelas 5?

Tidak. Fase C mencakup Kelas 5 dan Kelas 6. Sekolah membagi kompetensi melalui tujuan pembelajaran dan ATP secara bertahap sampai akhir fase.

Apakah semua elemen harus dinilai dalam satu pertemuan?

Tidak. Beberapa elemen dapat terhubung dalam satu unit, tetapi fokus asesmennya dapat dibatasi sesuai tujuan. Bukti dari beberapa pertemuan kemudian dikumpulkan untuk melihat perkembangan yang lebih utuh.

Apakah setiap tulisan harus langsung diberi nilai?

Tidak. Sebagian tulisan dapat menjadi latihan atau draf untuk menerima umpan balik. Penilaian akhir sebaiknya dilakukan setelah murid memperoleh kesempatan memahami kriteria dan memperbaiki karya.

Bolehkah murid menggunakan sumber digital?

Boleh apabila sumbernya sesuai usia dan digunakan dengan pendampingan. Ajarkan cara mencatat sumber, membandingkan informasi, menjaga data pribadi, dan tidak menyalin karya orang lain.

CP apa yang digunakan untuk Bahasa Indonesia 2026/2027?

Bahasa Indonesia tetap mengacu pada Keputusan Kepala BSKAP Nomor 046/H/KR/2025. CP Nomor 020 Tahun 2026 hanya berlaku untuk perubahan pada Pendidikan Agama dan Budi Pekerti.

Sumber Resmi

Artikel diperiksa pada 26 Agustus 2026. Pembagian teks dan contoh kegiatan perlu disesuaikan dengan ATP, buku, kalender pendidikan, konteks sekolah, serta kebutuhan literasi murid.

Posting Komentar