Modul Ajar Koding dan Kecerdasan Artifisial Kelas 5 SD 2026/2027
Modul Ajar Koding dan Kecerdasan Artifisial Kelas 5 SD 2026/2027 perlu dirancang sebagai pengenalan yang dekat dengan pengalaman murid. Pada tahap ini, pembelajaran tidak dimulai dari bahasa pemrograman yang rumit. Murid terlebih dahulu belajar memecah masalah, menemukan pola, menyusun instruksi logis, memahami keamanan informasi pribadi, dan mengenali cara sederhana kecerdasan artifisial melakukan klasifikasi.
Kelas 5 berada pada awal Fase C bersama kelas 6. Karena Capaian Pembelajaran ditargetkan pada akhir fase, guru tidak harus menyelesaikan semua kompetensi Koding dan KA dalam satu tahun. Materi kelas 5 dan kelas 6 perlu dibagi secara berurutan melalui ATP agar tidak terjadi pengulangan atau lompatan tingkat kesulitan.
- Fase: C.
- Jenjang: kelas 5 SD/MI atau bentuk lain yang sederajat.
- Status mata pelajaran: pilihan, disediakan sesuai sumber daya sekolah dan minat murid.
- Alokasi intrakurikuler: dua jam pelajaran per minggu.
- Pendekatan: dapat menggunakan kegiatan unplugged, perangkat digital, atau internet.
- Fokus: berpikir komputasional, literasi digital, etika KA, pola, klasifikasi, dan pengaruh data masukan.
Apa Itu Modul Ajar Koding dan AI Kelas 5?
Modul ajar merupakan perencanaan yang menghubungkan tujuan pembelajaran, pengalaman belajar, dan asesmen. Guru dapat menggunakannya untuk satu pertemuan atau beberapa pertemuan, sesuai keluasan materi dan kebutuhan murid. Formatnya tidak harus sama antara satu sekolah dan sekolah lain.
Dalam nomenklatur terbaru Ruang GTK, modul ajar dapat ditemukan sebagai bagian dari Kegiatan Intrakurikuler. Istilah “modul ajar” tetap digunakan dalam artikel ini karena masih dipahami luas oleh guru dan digunakan pada publikasi resmi sebelumnya. Perubahan nama menu tidak mengubah prinsip bahwa isi dokumen perlu mengacu pada CP serta disesuaikan dengan kondisi nyata kelas.
Halaman ini khusus membahas kelas 5. Penjelasan menyeluruh tentang CP, ATP, Prota, Promes, KKTP, asesmen, dan pembagian jenjang tersedia pada Perangkat Ajar Koding dan Kecerdasan Artifisial 2026/2027.
Capaian Pembelajaran Koding dan KA Fase C
CP Fase C tidak hanya membahas koding. Panduan resmi mengelompokkannya ke dalam empat elemen yang saling berhubungan. Guru perlu membaca capaian secara utuh sebelum memilih materi kelas 5.
| Elemen | Arah kompetensi akhir Fase C |
|---|---|
| Berpikir Komputasional | Murid memahami masalah sederhana, memecahkannya secara sistematis, dan menuliskan instruksi logis menggunakan kosakata atau simbol. |
| Literasi Digital | Murid memahami konsep teknologi digital, perangkat komputer, keamanan informasi pribadi, penggunaan internet, dampak teknologi, serta produksi dan penyebaran konten sederhana. |
| Literasi dan Etika KA | Murid mengenal konsep, manfaat, dampak, dan keterbatasan KA serta memahami bahwa teknologi harus digunakan untuk kebaikan dan tidak merugikan manusia. |
| Pemanfaatan dan Pengembangan KA | Murid menyimulasikan pengenalan pola, mengklasifikasikan benda konkret, dan melihat bagaimana hasil prediksi dipengaruhi oleh data masukan. |
CP merupakan target akhir kelas 5-6, bukan daftar yang wajib dituntaskan seluruhnya di kelas 5. Guru dan tim kurikulum perlu menyepakati pembagian materi agar kelas 6 melanjutkan fondasi yang sudah dibangun.
Materi Esensial Koding dan AI Kelas 5 SD
Berdasarkan pemetaan dalam panduan mata pelajaran, materi kelas 5 dapat dikelompokkan sebagai berikut.
1. Berpikir Komputasional
- Pengenalan dan konsep dasar berpikir komputasional.
- Pemecahan masalah dalam kehidupan sehari-hari.
- Pemecahan masalah yang memerlukan beberapa langkah.
- Penyusunan urutan instruksi secara logis.
2. Literasi Digital Dasar
- Konsep dasar teknologi digital.
- Perbedaan perangkat keras dan perangkat lunak.
- Fungsi perangkat yang dijumpai sehari-hari.
- Keamanan informasi pribadi.
3. Pengenalan Kecerdasan Artifisial
- Pengertian KA dengan bahasa yang sesuai usia.
- Perbedaan manusia dan komputer dalam melakukan penginderaan.
- Perbedaan mesin cerdas dan mesin noncerdas.
- Manfaat KA dalam kehidupan sehari-hari.
4. Pola, Klasifikasi, dan Data
- Mengelompokkan benda berdasarkan sifat yang diamati.
- Membandingkan klasifikasi manual dan klasifikasi oleh KA.
- Mengenali bahwa sistem KA belajar dari contoh data.
- Menjelaskan bagaimana data masukan dapat memengaruhi hasil klasifikasi.
Pengenalan KA di kelas 5 tidak harus dimulai dengan meminta murid menggunakan chatbot. Kartu gambar, benda konkret, permainan pola, dan simulasi klasifikasi lebih sesuai untuk membangun konsep serta dapat dilakukan tanpa akun dan tanpa membagikan data anak.
Contoh Pemetaan ATP Koding dan AI Kelas 5
Contoh berikut merupakan adaptasi praktis berdasarkan tujuan dalam panduan resmi. Urutan, jumlah unit, dan alokasi dapat diubah sesuai kalender pendidikan serta hasil asesmen awal.
| Unit | Tujuan pembelajaran ringkas | Contoh bukti belajar |
|---|---|---|
| 1. Masalah di Sekitarku | Murid memecah masalah sehari-hari menjadi bagian yang lebih kecil. | Peta masalah dan urutan solusi. |
| 2. Berpikir Komputasional | Murid mengenali dekomposisi, pola, abstraksi, dan algoritma melalui permainan. | Hasil permainan, lembar strategi, dan penjelasan lisan. |
| 3. Instruksi yang Jelas | Murid menuliskan instruksi logis agar dapat dijalankan teman. | Kartu algoritma dan hasil uji instruksi. |
| 4. Teknologi Digital | Murid membedakan perangkat keras, perangkat lunak, dan fungsinya. | Tabel klasifikasi perangkat dan contoh penggunaan. |
| 5. Data Pribadi Aman | Murid membedakan informasi yang aman dibagikan dan yang harus dilindungi. | Respons studi kasus dan poster keamanan. |
| 6. Mengenal KA | Murid menjelaskan perbedaan mesin cerdas dan noncerdas serta manfaat KA. | Diagram perbandingan dan alasan pengelompokan. |
| 7. Pola dan Klasifikasi | Murid mengklasifikasikan benda dan membandingkan proses manusia dengan simulasi KA. | Aturan klasifikasi, hasil eksperimen, dan refleksi. |
| 8. Data Mengubah Hasil | Murid menunjukkan bahwa contoh data yang tidak beragam dapat memengaruhi hasil. | Perbandingan dua kumpulan data dan kesimpulan sederhana. |
Pemetaan tersebut tidak harus menjadi delapan modul terpisah. Beberapa tujuan dapat digabung dalam satu rangkaian proyek, sedangkan tujuan yang memerlukan penguatan dapat diberikan lebih dari satu kali.
Struktur Modul Ajar Koding Kelas 5
Guru dapat memakai struktur yang sederhana selama unsur pentingnya jelas dan dapat digunakan saat mengajar.
- Identitas kelas, fase, semester, topik, dan alokasi waktu.
- Identifikasi kesiapan awal serta kebutuhan belajar murid.
- Tujuan pembelajaran dan kriteria ketercapaiannya.
- Dimensi profil lulusan yang relevan.
- Praktik pedagogis, lingkungan, kemitraan, dan pemanfaatan digital.
- Pengalaman belajar memahami, mengaplikasi, dan merefleksi.
- Asesmen awal, proses, dan akhir.
- Media, bahan, LKPD, serta alternatif tanpa perangkat.
- Diferensiasi, akomodasi, pengayaan, dan tindak lanjut.
- Catatan refleksi guru dan murid.
Jika sekolah menggunakan format sendiri, tidak perlu membuat dokumen kedua hanya untuk mengganti tampilan. Periksa apakah informasi di atas sudah terwakili dan saling terhubung.
Contoh Modul Ajar: Pola, Klasifikasi, dan Data
Contoh ini disusun Gurumaju dengan mengacu pada CP serta materi esensial Fase C. Contoh bukan dokumen resmi Kemendikdasmen dan perlu disesuaikan sebelum digunakan.
Kelas/Fase: V/Fase C
Topik: Bagaimana Manusia dan Mesin Mengelompokkan Benda?
Alokasi: dua pertemuan, masing-masing 2 JP atau disesuaikan.
Moda: unplugged; perangkat digital bersifat opsional.
Dimensi profil lulusan: penalaran kritis, kolaborasi, komunikasi, dan kemandirian.
Media: kartu gambar benda, kartu ciri, kertas kelompok, spidol, dua set data latihan, dan perangkat klasifikasi sederhana jika tersedia.
Tujuan Pembelajaran
Setelah mengikuti kegiatan, murid diharapkan mampu:
- mengelompokkan benda konkret atau gambar berdasarkan ciri yang dapat diamati;
- menjelaskan aturan yang digunakan untuk membentuk kelompok;
- membandingkan klasifikasi manual dengan simulasi klasifikasi oleh sistem;
- menunjukkan bahwa perubahan atau ketidaklengkapan data masukan dapat memengaruhi hasil; dan
- menyampaikan alasan mengapa hasil sistem perlu diperiksa manusia.
Kriteria Ketercapaian
- Murid menggunakan sedikitnya satu ciri yang relevan dan konsisten.
- Murid dapat menjelaskan aturan klasifikasi dengan kata-katanya sendiri.
- Murid menemukan perbedaan hasil ketika contoh data diubah.
- Murid tidak langsung menganggap hasil mesin selalu benar.
- Murid bekerja dengan data latihan yang tidak memuat informasi pribadi.
Pertanyaan Pemantik
- Mengapa satu benda dapat dimasukkan ke kelompok yang berbeda?
- Apa yang terjadi jika aturan pengelompokan tidak dijelaskan?
- Apakah komputer melihat benda dengan cara yang sama seperti manusia?
- Dapatkah mesin memberikan hasil keliru? Apa penyebabnya?
Langkah Pembelajaran Dua Pertemuan
Pertemuan 1: Manusia Mengelompokkan Benda
- Asesmen awal. Guru menunjukkan beberapa benda atau kartu gambar dan meminta murid mengelompokkannya tanpa memberi aturan.
- Bandingkan hasil. Kelompok menjelaskan alasan. Guru menunjukkan bahwa hasil dapat berbeda karena ciri yang dipilih berbeda.
- Pahami konsep. Murid mengenali istilah ciri, pola, kategori, aturan, dan klasifikasi melalui contoh konkret.
- Aplikasikan. Setiap kelompok menerima satu set kartu dan membuat aturan klasifikasi yang dapat diikuti kelompok lain.
- Uji aturan. Kelompok bertukar kartu serta petunjuk, lalu mencatat bagian yang ambigu atau menghasilkan kesalahan.
- Refleksi. Murid menjawab: informasi apa yang harus tersedia agar pengelompokan dapat dilakukan dengan konsisten?
Pertemuan 2: Data Masukan Memengaruhi Hasil
- Aktivasi pengetahuan. Guru mengulas pola, ciri, aturan, dan klasifikasi.
- Simulasi mesin. Satu kelompok berperan sebagai sistem yang hanya boleh menggunakan contoh dan aturan yang diberikan, tanpa menebak informasi lain.
- Eksperimen data pertama. Murid menggunakan kumpulan contoh yang cukup beragam untuk mengklasifikasikan kartu baru.
- Eksperimen data kedua. Beberapa contoh penting dikurangi atau dibuat tidak seimbang. Murid membandingkan perubahan hasil.
- Diskusi kritis. Murid menjelaskan mengapa data yang kurang lengkap dapat menghasilkan klasifikasi yang kurang tepat.
- Hubungkan dengan KA. Guru menjelaskan secara sederhana bahwa sistem belajar dari contoh data dan hasilnya tetap perlu diperiksa.
- Refleksi akhir. Murid menuliskan satu hal yang dipahami, satu kesalahan yang ditemukan, dan satu cara memperbaiki data.
Jika fasilitas dan izin tersedia, guru dapat memperlihatkan perangkat klasifikasi sederhana tanpa meminta murid membuat akun. Gunakan data latihan yang aman dan jangan mengunggah wajah, suara, nama, lokasi, atau dokumen anak.
Asesmen dan Rubrik Modul Koding Kelas 5
Asesmen sebaiknya melihat proses berpikir, bukan hanya jumlah kartu yang berhasil dikelompokkan. Guru dapat memakai catatan observasi, hasil kerja kelompok, penjelasan lisan, dan refleksi individu.
| Aspek | Mulai berkembang | Berkembang sesuai harapan | Sangat berkembang |
|---|---|---|---|
| Menentukan ciri | Ciri belum konsisten atau masih memerlukan banyak arahan. | Memilih ciri yang relevan dan menggunakannya secara konsisten. | Membandingkan beberapa ciri dan menjelaskan dampak pilihan terhadap kelompok. |
| Aturan klasifikasi | Aturan sulit diikuti atau belum lengkap. | Aturan jelas dan dapat digunakan kelompok lain. | Menguji aturan, menemukan kasus ambigu, dan memperbaikinya. |
| Memahami pengaruh data | Belum dapat menghubungkan perubahan data dengan hasil. | Menjelaskan bahwa data berbeda dapat menghasilkan klasifikasi berbeda. | Menjelaskan penyebab serta mengusulkan data yang lebih beragam atau tepat. |
| Sikap kritis | Cenderung menerima hasil mesin tanpa pemeriksaan. | Memeriksa hasil dan mengenali kemungkinan kesalahan. | Memberikan alasan, bukti, dan saran perbaikan secara jelas. |
Rubrik dapat diubah menjadi deskripsi ketercapaian tanpa harus menghasilkan satu nilai tunggal. Gunakan temuannya untuk menentukan penguatan atau pengayaan berikutnya.
Diferensiasi, Akomodasi, dan Tindak Lanjut
- Dukungan visual: gunakan kartu berukuran besar, warna kontras, ikon, atau benda nyata bagi murid yang memerlukan bantuan memahami teks.
- Dukungan bahasa: izinkan murid menjelaskan secara lisan atau memakai diagram sebelum menulis aturan lengkap.
- Pengelompokan fleksibel: bagi peran sebagai pengamat pola, pencatat aturan, penguji, dan penyaji agar semua anggota terlibat.
- Penguatan: kurangi jumlah ciri dan kartu, lalu berikan contoh aturan yang perlu dilengkapi.
- Pengayaan: tambahkan kartu yang memiliki ciri tumpang tindih dan minta murid merancang aturan untuk menangani kasus tersebut.
- Akomodasi motorik: sediakan pilihan menunjuk, menyebutkan, atau menggunakan kartu yang mudah dipindahkan.
Tindak lanjut didasarkan pada bukti belajar. Murid yang masih kesulitan dapat mengulang menggunakan benda yang lebih familiar. Murid yang sudah memahami dapat meneliti bagaimana perubahan proporsi data memengaruhi hasil.
Etika, Privasi, dan Penggunaan AI di Kelas 5
- Gunakan data buatan, kartu benda, atau dataset yang tidak mengidentifikasi anak.
- Jangan memasukkan nama lengkap, NISN, alamat, nomor telepon, foto wajah, suara, lokasi, kesehatan, atau kondisi keluarga ke layanan AI.
- Periksa syarat usia, kebijakan privasi, dan izin sekolah sebelum memakai layanan pihak ketiga.
- Gunakan akun yang dikelola sesuai ketentuan; jangan meminta murid membagikan kata sandi.
- Ajarkan bahwa keluaran KA dapat keliru dan harus diperiksa menggunakan sumber yang tepat.
- Jangan menyerahkan keputusan penting tentang murid kepada sistem otomatis.
- Cantumkan sumber gambar dan materi serta gunakan aset yang diizinkan.
Guru berperan sebagai pendamping yang menjaga agar teknologi digunakan untuk belajar, bukan untuk mengumpulkan data sebanyak-banyaknya. Jika tujuan dapat tercapai secara unplugged, aktivitas tersebut sering menjadi pilihan yang lebih aman dan inklusif bagi murid kelas 5.
Unduh dan Pelajari Modul Resmi Koding Kelas 5
Ruang GTK menyediakan modul Koding dan Kecerdasan Artifisial Fase C. Guru dapat membukanya sebagai referensi, kemudian menyesuaikan tujuan, kegiatan, durasi, dan asesmen dengan kondisi sekolah.
Modul Ajar Koding dan KA di Ruang GTK
Publikasi Rumah Pendidikan menjelaskan materi Fase C, Fase D, dan Fase E serta cara menemukan sumbernya melalui Ruang GTK.
Panduan Mata Pelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial
Dokumen Pusat Kurikulum dan Pembelajaran memuat CP, pemetaan materi kelas 5-6, contoh ATP, serta contoh perencanaan pembelajaran.
Contoh pada artikel dan dokumen yang diunduh perlu dibaca terlebih dahulu. Sesuaikan identitas sekolah, ATP, kemampuan awal murid, jumlah JP, media, aksesibilitas, asesmen, dan kebijakan penggunaan teknologi.
Perangkat Koding dan AI Berdasarkan Jenjang
- Perangkat Ajar Koding dan Kecerdasan Artifisial 2026/2027 — halaman induk kelas 5, 7, dan 10.
- Modul Ajar Koding dan AI Kelas 7 SMP — perangkat awal Fase D.
- Modul Ajar Koding dan AI Kelas 10 SMA/SMK — perangkat Fase E.
FAQ Modul Ajar Koding dan AI Kelas 5
Apakah Koding dan KA wajib untuk semua murid kelas 5?
Tidak. Koding dan Kecerdasan Artifisial merupakan mata pelajaran pilihan yang dapat disediakan sekolah sesuai sumber daya dan dipilih murid sesuai minat.
Berapa alokasi waktu Koding dan AI kelas 5?
Portal resmi mencantumkan dua jam pelajaran per minggu untuk kelas 5-6 SD. Pemetaan per semester tetap perlu menyesuaikan kalender pendidikan dan minggu efektif.
Apakah kelas 5 harus langsung belajar pemrograman?
Tidak harus dimulai dengan menulis program. Berpikir komputasional, pola, instruksi logis, klasifikasi, dan keamanan digital dapat dipelajari melalui permainan serta aktivitas unplugged.
Apakah contoh modul dalam artikel merupakan dokumen resmi?
Bukan. Contoh tersebut disusun Gurumaju sebagai adaptasi berdasarkan CP dan panduan resmi. Guru harus menyesuaikannya sebelum digunakan.
Apakah CP Fase C harus selesai di kelas 5?
Tidak. Fase C mencakup kelas 5 dan kelas 6. Sekolah membagi tujuan melalui ATP agar kompetensi berkembang secara berurutan hingga akhir fase.
Apakah pembelajaran memerlukan internet?
Tidak selalu. Koding dan KA dapat diajarkan secara unplugged, menggunakan perangkat tanpa internet, atau berbasis internet sesuai tujuan dan fasilitas.
Bolehkah memakai AI generatif untuk murid kelas 5?
Penggunaannya harus mempertimbangkan usia, tujuan, izin, kebijakan privasi, dan perlindungan data. Jangan memasukkan data pribadi anak. Banyak konsep dasar lebih aman dipelajari melalui simulasi dan data buatan.
Sumber Resmi
- Panduan Mata Pelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial, Pusat Kurikulum dan Pembelajaran.
- Portal Pembelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial Kemendikdasmen.
- Keputusan Mendikdasmen Nomor 127/P/2025 tentang Pedoman Implementasi Koding dan Kecerdasan Artifisial.
- Modul Ajar Koding dan Kecerdasan Artifisial di Ruang GTK.
- Pembaruan nomenklatur Perangkat Ajar di Ruang GTK.
Artikel diperiksa berdasarkan sumber resmi yang tersedia pada 11 Agustus 2026. Gunakan dokumen pemerintah dan ketentuan terbaru apabila terdapat pembaruan setelah tanggal tersebut.
Posting Komentar