Lewati ke konten

RPM Pendidikan Pancasila Kelas 3 SD 2026/2027 Semester 1 dan 2

RPM Pendidikan Pancasila Kelas 3 SD Semester 1 dan 2
Ilustrasi Pendidikan Pancasila Kelas 3 melalui pembuatan peta lingkungan, pembagian tanggung jawab, penghargaan terhadap keberagaman, dan kerja sama.

Pada artikel ini saya membagikan RPM Pendidikan Pancasila Kelas 3 SD Tahun Ajaran 2026/2027 untuk Semester 1 dan Semester 2. File Word yang tersedia dapat Bapak/Ibu edit sebagai bahan penyusunan Modul Ajar atau Rencana Pembelajaran Mendalam sesuai ATP, buku yang digunakan, kondisi lingkungan, kemampuan awal murid, dan kalender pendidikan.

Pendidikan Pancasila menjadi lebih bermakna ketika murid tidak hanya mengingat istilah, tetapi menggunakan nilai dan konsep untuk memahami kehidupan di sekitarnya. Mereka dapat menghubungkan sila Pancasila dengan tindakan, menjalankan aturan, membedakan hak dan kewajiban, menghargai identitas yang beragam, mengenali lingkungan tempat tinggal, serta bekerja sama menjaga persatuan.

Ringkasan RPM Pendidikan Pancasila Kelas 3
  • Jenjang: SD/MI atau sederajat.
  • Fase: B, umumnya mencakup Kelas 3 dan Kelas 4.
  • Posisi kelas: Kelas 3 merupakan bagian awal Fase B.
  • Tahun ajaran: 2026/2027.
  • Semester: Semester 1 dan Semester 2.
  • Elemen: Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, Bhinneka Tunggal Ika, serta Negara Kesatuan Republik Indonesia.
  • Acuan CP: Keputusan Kepala BSKAP Nomor 046/H/KR/2025.
  • Format: Word yang dapat disunting sesuai kebutuhan sekolah.

Apa Itu RPM Pendidikan Pancasila Kelas 3?

RPM Pendidikan Pancasila adalah rencana yang menyatukan tujuan, materi esensial, pengalaman belajar, asesmen, dan tindak lanjut. Pendekatan Pembelajaran Mendalam membantu guru merancang pembelajaran yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan melalui pengalaman memahami, mengaplikasi, serta merefleksi.

Pada tahap memahami, murid dapat mengamati lingkungan, membaca cerita, menelaah gambar, atau membahas situasi. Pada tahap mengaplikasi, mereka menggunakan konsep untuk mengambil keputusan, menjalankan tanggung jawab, membuat peta, bermusyawarah, atau bekerja sama. Pada tahap merefleksi, murid melihat dampak tindakan dan menentukan perbaikan berikutnya.

Nilai Pancasila perlu tampak dalam proses

Kegiatan tidak cukup hanya menghasilkan poster atau jawaban benar. Cara murid bergiliran, mendengarkan, membagi tugas, memperbaiki kesalahan, dan menghargai perbedaan juga merupakan bagian penting dari pembelajaran dan asesmen.

Capaian Pembelajaran Pendidikan Pancasila Fase B

Fase B umumnya mencakup Kelas 3 dan Kelas 4. Target berikut dicapai secara bertahap sampai akhir fase, sehingga guru perlu membaca ATP untuk menentukan titik mulai Kelas 3 dan urutan kemampuan yang akan dibangun.

1. Pancasila

Murid mampu menunjukkan makna sila-sila Pancasila dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Mereka mengenal karakter para perumus Pancasila serta menunjukkan rasa bangga sebagai anak Indonesia yang menggunakan Bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan di keluarga, sekolah, dan masyarakat.

2. Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945

Murid mampu mengidentifikasi dan melaksanakan aturan di sekolah serta lingkungan tempat tinggal. Mereka juga mengidentifikasi dan melaksanakan hak serta kewajiban sebagai anggota keluarga dan warga sekolah.

3. Bhinneka Tunggal Ika

Murid mampu membedakan dan menghargai identitas diri, keluarga, dan teman sesuai budaya, suku bangsa, bahasa, agama, serta kepercayaannya di lingkungan rumah, sekolah, dan masyarakat.

4. Negara Kesatuan Republik Indonesia

Murid mampu mengidentifikasi lingkungan tempat tinggal berupa RT, RW, desa atau kelurahan, dan kecamatan sebagai bagian dari NKRI. Mereka menunjukkan kerja sama dalam keberagaman suku, sosial, dan budaya yang terikat persatuan di lingkungan tempat tinggal dan sekolah.

Keempat elemen tersebut dapat dipelajari secara terhubung. Saat membuat peta lingkungan, misalnya, murid mengenal wilayah, membahas aturan penggunaan ruang bersama, membagi tanggung jawab, menghargai keberagaman warga, serta mempraktikkan kerja sama.

Contoh Pembagian Materi Semester 1 dan 2

Tabel berikut merupakan contoh, bukan urutan wajib. Bapak/Ibu dapat menyesuaikannya dengan ATP, buku, kegiatan sekolah, konteks lokal, dan hasil asesmen awal.

PeriodeContoh fokus pembelajaranContoh bukti belajar
Semester 1Makna sila Pancasila dan penerapannya; karakter perumus Pancasila; Bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan; aturan, hak, dan kewajiban di keluarga serta sekolah.Analisis situasi, kartu tindakan, cerita keteladanan, tabel hak dan kewajiban, kesepakatan kelas, dan refleksi.
Semester 2Identitas diri dan teman; penghargaan terhadap keberagaman; RT, RW, desa atau kelurahan, kecamatan; kerja sama dan persatuan di lingkungan sekitar.Kartu identitas budaya, wawancara, peta lingkungan, presentasi, proyek kerja sama, catatan pengamatan, dan refleksi.

Materi dapat muncul kembali dalam konteks berbeda. Konsep hak dan kewajiban, misalnya, digunakan saat membahas keluarga, fasilitas sekolah, kerja kelompok, kebersihan lingkungan, dan penggunaan ruang bersama. Pengulangan kontekstual membantu murid membangun pemahaman yang lebih dalam.

Komponen RPM yang Saya Siapkan

1. Identifikasi kondisi awal

Saya memeriksa pengetahuan tentang Pancasila, pengalaman menjalankan aturan, pemahaman hak dan kewajiban, pengetahuan mengenai lingkungan tempat tinggal, serta cara murid bekerja bersama. Informasi ini digunakan untuk menentukan dukungan dan bukan untuk memberi label pada karakter anak.

2. Tujuan dan bukti belajar

Tujuan dirumuskan sebagai kemampuan yang dapat diamati. Contohnya, murid mampu menjelaskan hubungan rumah, RT, RW, desa atau kelurahan, dan kecamatan; mengidentifikasi aturan serta tanggung jawab; kemudian menyajikannya melalui peta lingkungan sederhana.

3. Pengalaman belajar

Murid memahami masalah melalui pengamatan, cerita, peta, atau kartu kasus; mengaplikasikan konsep melalui diskusi dan tindakan; kemudian merefleksikan proses serta dampaknya. Guru menyediakan cara berpartisipasi yang beragam agar setiap murid dapat menyampaikan gagasan.

4. Asesmen dan tindak lanjut

Bukti belajar dapat berasal dari percakapan, respons tertulis, peta, produk kelompok, presentasi, pengamatan, dan refleksi. Umpan balik menjelaskan bagian yang sudah tepat serta langkah perbaikan, bukan memberi cap seperti anak baik atau anak nakal.

Contoh Kegiatan: Peta Kerja Sama Lingkungan Kita

Dalam kegiatan ini, murid membuat peta model lingkungan menggunakan kotak bekas, kertas, balok, atau bahan sederhana. Peta memuat rumah, sekolah, jalan, taman, tempat pelayanan umum, batas lingkungan, dan ruang yang digunakan bersama. Setiap kelompok mendapat situasi yang perlu diselesaikan melalui pembagian tanggung jawab.

Gambaran kegiatan
  • Fase/Kelas: B/Kelas 3.
  • Alokasi waktu: 3 pertemuan.
  • Tujuan: murid mampu mengenali susunan lingkungan tempat tinggal, menjelaskan aturan serta tanggung jawab, menghargai keberagaman warga, dan bekerja sama membuat peta.
  • Produk: peta lingkungan tiga dimensi, kartu tanggung jawab, dan presentasi kelompok.
  • Sumber: pengamatan aman, denah sederhana, cerita warga, foto lingkungan, serta pengalaman murid.

Memahami

Saya menampilkan denah sederhana dan mengajak murid mengidentifikasi rumah, sekolah, fasilitas umum, jalan, serta ruang bersama. Mereka membahas perbedaan RT, RW, desa atau kelurahan, dan kecamatan sesuai konteks setempat. Kelas juga memeriksa siapa yang menggunakan suatu fasilitas serta aturan yang diperlukan.

Mengaplikasi

Murid membagi peran untuk membuat bagian peta. Mereka memilih simbol, menempatkan bangunan, menghubungkan jalan, dan menambahkan kartu aturan atau tanggung jawab. Ketika muncul pendapat berbeda, kelompok bergiliran memberi alasan dan mencari keputusan yang mempertimbangkan kepentingan bersama.

Merefleksi

Setiap kelompok menjelaskan hubungan antarbagian wilayah, contoh keberagaman yang perlu dihargai, serta bentuk kerja sama yang membuat lingkungan aman dan nyaman. Murid menilai apakah pembagian tugas sudah adil dan menuliskan satu tindakan yang dapat dilakukan di rumah atau sekolah.

Contoh asesmen

  • Awal: penjelasan murid terhadap denah sederhana dan situasi penggunaan fasilitas bersama.
  • Formatif: ketepatan konsep wilayah, alasan penempatan unsur peta, pembagian tugas, cara mendengarkan, dan penghargaan terhadap perbedaan.
  • Akhir: peta lingkungan, kartu tanggung jawab, presentasi kelompok, dan refleksi individu.
  • Kriteria: informasi cukup tepat, hubungan wilayah dapat dijelaskan, aturan relevan, kerja sama terlihat, dan refleksi menunjukkan pemahaman.
Lindungi privasi dan keamanan murid

Peta tidak perlu memuat alamat rumah lengkap, rute pribadi yang rinci, atau informasi sensitif keluarga. Gunakan lingkungan rekaan atau penyederhanaan apabila diperlukan. Tujuannya memahami konsep wilayah dan kerja sama, bukan mengumpulkan data pribadi.

Download RPM Pendidikan Pancasila Kelas 3 Semester 1

File Semester 1 dapat digunakan sebagai bahan edit untuk makna sila Pancasila, karakter para perumus, Bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan, aturan, hak, kewajiban, kegiatan, asesmen, dan refleksi.

  • RPM Pendidikan Pancasila Kelas 3 SD Semester 1
    Referensi Pembelajaran Mendalam untuk Pancasila, aturan, hak dan kewajiban, asesmen, kegiatan, serta refleksi.
    RPM Pendidikan Pancasila Semester 1

Download RPM Pendidikan Pancasila Kelas 3 Semester 2

File Semester 2 dapat digunakan sebagai bahan edit untuk identitas dan keberagaman, lingkungan RT hingga kecamatan, kerja sama, persatuan, peta lingkungan, asesmen, dan refleksi.

  • RPM Pendidikan Pancasila Kelas 3 SD Semester 2
    Referensi Pembelajaran Mendalam untuk Bhinneka Tunggal Ika, NKRI, kerja sama, asesmen, dan refleksi.
    RPM Pendidikan Pancasila Semester 2

Artikel RPM Kelas 3 Terkait

Artikel RPM Kelas 3 untuk mata pelajaran lain dapat dibuka melalui daftar berikut.

Lihat seluruh Modul Ajar Kelas 3

Saya sudah mengumpulkan RPM Kelas 3 Semester 1 dan 2 dalam satu halaman agar perangkat setiap mata pelajaran lebih mudah ditemukan.

Buka Modul Ajar Kelas 3Buka Modul Ajar SD

Buka Panduan Resmi Pendidikan Pancasila

Panduan Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila terbitan 2025 menjelaskan CP, materi esensial Fase B, cara kontekstualisasi, contoh ATP, dan perencanaan Pembelajaran Mendalam. Dokumen tersebut dapat membantu guru melihat hubungan antara kompetensi, lingkungan belajar, pengalaman murid, dan asesmen.

Buka Panduan Pendidikan PancasilaBuka Referensi Fase B

FAQ RPM Pendidikan Pancasila Kelas 3

Apakah seluruh CP Fase B harus selesai di Kelas 3?

Tidak. Guru perlu memeriksa hasil belajar Fase A dan ATP. Kelas 3 membangun fondasi yang akan dilanjutkan di Kelas 4 sampai target CP tercapai pada akhir fase.

Apakah RPM wajib menggantikan modul ajar yang sudah ada?

Tidak. Bapak/Ibu dapat memperbaiki RPP atau modul ajar yang sudah digunakan dengan menyelaraskan tujuan, pengalaman belajar, asesmen, dan refleksinya terhadap CP serta Pembelajaran Mendalam.

Bagaimana menilai sikap dalam Pendidikan Pancasila?

Gunakan pengamatan berkelanjutan, percakapan, produk, dan refleksi yang terkait dengan tujuan. Catat perilaku yang tampak dan berikan umpan balik yang dapat dilakukan, bukan penilaian umum terhadap kepribadian anak.

Apakah peta harus menggambarkan alamat asli murid?

Tidak. Gunakan lingkungan rekaan, lingkungan sekolah, atau peta yang disederhanakan. Hindari mencantumkan alamat lengkap dan informasi pribadi keluarga.

Apakah pembelajaran harus memakai internet?

Tidak. Pengamatan lingkungan, buku, peta cetak, kartu kasus, model tiga dimensi, wawancara aman, dan simulasi dapat menghasilkan pembelajaran yang bermakna.

Sumber Resmi

Posting Komentar