RPM Matematika Kelas 3 SD 2026/2027 Semester 1 dan 2

Table of Contents
RPM Matematika Kelas 3 SD Semester 1 dan 2 dengan Pembelajaran Mendalam
Ilustrasi pembelajaran Matematika Kelas 3 melalui bilangan, pecahan, pengukuran, bangun datar, volume, dan penyajian data.

Pada artikel ini saya membagikan RPM Matematika Kelas 3 SD 2026/2027 untuk Semester 1 dan Semester 2. File tersebut dapat Bapak/Ibu gunakan sebagai bahan edit ketika menyusun Modul Ajar atau Rencana Pembelajaran Mendalam sesuai ATP yang berlaku di sekolah.

Dalam pembelajaran Matematika, kita kadang menemukan murid yang mampu mengikuti contoh, tetapi bingung ketika bentuk soal atau konteksnya sedikit berubah. Karena itu, kegiatan memahami konsep, mencoba strategi, mengaplikasikan pengetahuan, dan menjelaskan alasan perlu ditempatkan dalam satu alur. Murid tidak hanya mengejar jawaban, tetapi juga memahami mengapa strategi tersebut dapat digunakan.

Ringkasan RPM Matematika Kelas 3
  • Jenjang: SD/MI atau sederajat.
  • Fase: B, umumnya mencakup Kelas 3 dan Kelas 4.
  • Posisi kelas: tahun pertama Fase B.
  • Tahun ajaran: 2026/2027.
  • Semester: Semester 1 dan Semester 2.
  • Elemen: Bilangan, Aljabar, Pengukuran, Geometri, serta Analisis Data dan Peluang.
  • Pengalaman belajar: memahami, mengaplikasi, dan merefleksi.
  • Format: Word yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan kelas.

Apa Itu RPM Matematika Kelas 3?

Sederhananya, RPM Matematika adalah rencana mengajar yang menghubungkan tujuan pembelajaran, aktivitas murid, dan asesmen dengan pendekatan Pembelajaran Mendalam. Suasana belajar diupayakan berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan tanpa mengurangi ketelitian yang diperlukan dalam Matematika.

Bapak/Ibu tidak harus menyusun dokumen baru apabila sudah mempunyai modul ajar yang masih sesuai. Dokumen yang ada dapat diperiksa kembali: apakah tujuan sudah jelas, apakah murid menggunakan benda atau gambar sebelum masuk ke simbol, apakah tersedia kesempatan membandingkan strategi, dan apakah asesmennya memberi ruang untuk menunjukkan penalaran.

Jawaban benar belum selalu menunjukkan pemahaman

Selain melihat hasil akhir, kita dapat meminta murid membuat model, menuliskan langkah, menunjukkan dengan benda konkret, membandingkan dua cara, atau menjelaskan alasan secara lisan. Dari bukti tersebut biasanya terlihat apakah murid memahami konsep atau hanya mengingat prosedur.

Capaian Pembelajaran Matematika Fase B

RPM ini menggunakan Capaian Pembelajaran Matematika Fase B. Fase tersebut mencakup Kelas 3 dan Kelas 4. Karena Kelas 3 merupakan awal fase, pembelajaran perlu menjembatani kemampuan bilangan, pola, pengukuran, dan bentuk dari Fase A menuju kompetensi Fase B dengan benda konkret, gambar, dan masalah sederhana.

Secara umum, lingkup Matematika Fase B tersusun dalam lima elemen berikut.

1. Bilangan

Murid mengembangkan intuisi bilangan cacah sampai 10.000, membaca dan menulis bilangan, menggunakan nilai tempat, membandingkan, mengurutkan, melakukan komposisi dan dekomposisi, serta menyelesaikan masalah penjumlahan dan pengurangan sampai 1.000. Murid juga berlatih perkalian dan pembagian sampai 100 dengan bantuan benda konkret, gambar, dan simbol; mengenal kelipatan serta faktor; membandingkan pecahan; memahami pecahan senilai; serta menghubungkan pecahan, desimal, dan persen.

2. Aljabar

Murid menemukan nilai yang belum diketahui dalam kalimat matematika penjumlahan atau pengurangan sampai 100. Mereka juga mengidentifikasi, meniru, dan mengembangkan pola gambar, objek, atau pola bilangan membesar dan mengecil.

3. Pengukuran

Murid mengukur panjang dan berat menggunakan satuan baku, menentukan hubungan sentimeter dengan meter serta gram dengan kilogram, lalu mengukur dan mengestimasi luas serta volume menggunakan satuan tidak baku maupun satuan baku berupa bilangan cacah.

4. Geometri

Murid mendeskripsikan ciri berbagai bangun datar, termasuk segiempat, segitiga, dan segi banyak. Mereka juga menyusun dan mengurai bangun datar dengan lebih dari satu cara jika memungkinkan.

5. Analisis Data dan Peluang

Murid mengurutkan, membandingkan, menyajikan, menganalisis, dan menginterpretasi data melalui tabel, diagram gambar, piktogram, serta diagram batang dengan skala satu satuan.

Rujukan CP Matematika

Matematika tetap mengacu pada Keputusan Kepala BSKAP Nomor 046/H/KR/2025. Keputusan Nomor 020 Tahun 2026 hanya mengubah Capaian Pembelajaran Pendidikan Agama dan Budi Pekerti, bukan Matematika.

Contoh Pembagian Materi Matematika Kelas 3

Berikut contoh pembagian materi yang dapat Bapak/Ibu gunakan sebagai titik awal. Susunannya tidak bersifat baku. Cocokkan kembali dengan ATP, buku yang digunakan, hasil belajar Kelas 2, minggu efektif, dan kemampuan awal murid.

Periode Contoh materi Contoh bukti belajar
Semester 1 Bilangan cacah sampai 10.000 dan nilai tempat; penjumlahan serta pengurangan; perkalian dan pembagian; masalah uang; kelipatan dan faktor. Model nilai tempat, garis bilangan, strategi hitung, kalimat matematika, simulasi transaksi, dan penjelasan pemecahan masalah.
Semester 2 Pecahan senilai, desimal, dan persen; nilai yang belum diketahui dan pola; panjang, berat, luas, dan volume; bangun datar; tabel, piktogram, serta diagram batang. Model pecahan, pola, hasil pengukuran, komposisi bangun, model volume, tabel data, diagram, dan penjelasan strategi.

Apabila murid masih membutuhkan penguatan kemampuan prasyarat, Bapak/Ibu dapat menyediakan waktu tambahan sebelum masuk ke masalah yang lebih kompleks. Menurut saya, lebih baik memperkuat hubungan antarkonsep daripada mengejar banyak materi tetapi murid hanya mengingat langkah.

Komponen RPM Matematika yang Saya Gunakan

1. Identifikasi kesiapan murid

Mulailah dengan beberapa soal singkat, percakapan, permainan bilangan, atau aktivitas menggunakan benda konkret. Tujuannya bukan langsung memberi nilai, melainkan melihat strategi yang sudah dimiliki murid, kesalahan yang sering muncul, dan dukungan yang mereka perlukan.

2. Tujuan dan bukti belajar

Tujuan ditulis sebagai kemampuan yang dapat ditunjukkan. Contohnya, murid mampu mengukur dan membandingkan volume beberapa wadah menggunakan kubus satuan serta menjelaskan hasilnya. Setelah itu, tentukan bukti yang perlu dikumpulkan.

3. Pengalaman belajar

Kegiatan disusun dari konkret menuju representasi gambar dan simbol. Murid mendapat kesempatan memahami masalah, mencoba strategi, berdiskusi, mengaplikasikan konsep pada konteks lain, lalu merefleksi bagian yang sudah dikuasai atau masih perlu diperbaiki.

4. Asesmen dan tindak lanjut

Asesmen awal, formatif, dan akhir dihubungkan dengan tujuan yang sama. Hasilnya dapat digunakan untuk menentukan kelompok pendampingan, latihan lanjutan, pengayaan, atau kesempatan memperbaiki jawaban.

Contoh Kegiatan: Menata Sudut Baca Kelas

Supaya pengukuran, bangun datar, luas, volume, dan data tidak dipelajari sebagai bagian yang terpisah, berikut contoh kegiatan yang dapat dikembangkan menggunakan alat sederhana. Konteks sudut baca dapat diganti menjadi rak karya, pojok permainan, atau area lain yang dekat dengan kehidupan murid.

Gambaran kegiatan
  • Fase/Kelas: B/Kelas 3.
  • Alokasi waktu: 3 pertemuan, dapat disesuaikan.
  • Tujuan: murid mampu mengukur panjang, mengestimasi luas, menyusun bangun datar, membaca data sederhana, dan menjelaskan alasan pemilihan rancangan.
  • Produk: rancangan sudut baca pada kertas berpetak beserta model penyimpanan dari kubus satuan.
  • Dimensi yang dikembangkan: penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, komunikasi, dan kemandirian.

Memahami

Murid mengukur sisi area yang akan digunakan atau modelnya, lalu membandingkan beberapa rancangan pada kertas berpetak. Mereka mengamati bentuk, banyak petak, panjang sisi, dan ruang yang tersedia. Guru membantu murid membedakan ukuran panjang, luas daerah, dan volume wadah melalui benda konkret.

Mengaplikasi

Kelompok menerima data sederhana tentang jenis bacaan yang disukai murid. Mereka membaca diagram batang, menentukan kebutuhan ruang, menyusun pola lantai dari potongan bangun datar, dan membuat model kotak penyimpanan dari kubus satuan. Setiap kelompok menyiapkan dua alternatif rancangan dan memilih salah satunya dengan alasan.

Merefleksi

Kelompok saling memeriksa rancangan menggunakan kriteria: ketepatan ukuran, penggunaan data, kesesuaian bentuk, efisiensi ruang, dan kejelasan penjelasan. Setiap murid menuliskan strategi yang paling membantu, kesalahan yang sempat dibuat, dan cara memeriksa hasil.

Contoh asesmen

  • Awal: mengukur dua benda, menghitung petak, dan membaca satu diagram batang sederhana.
  • Formatif: pengamatan strategi, pemeriksaan hasil ukur, pertanyaan lisan, serta umpan balik pada sketsa dan model.
  • Akhir: rancangan sudut baca, model penyimpanan, penggunaan data, dan penjelasan pemilihan desain.
  • Kriteria: ukuran digunakan tepat, model sesuai rancangan, data dibaca benar, dan alasan dapat dipahami.
Berikan pilihan cara menunjukkan pemahaman

Murid dapat menggunakan benda konkret, petak satuan, kubus satuan, gambar, tabel, atau kalimat matematika. Setelah konsep terbentuk, bantu mereka bergerak menuju cara yang lebih efisien tanpa menghilangkan kesempatan menjelaskan alasan.

Download RPM Matematika Kelas 3 Semester 1

Untuk Semester 1, file yang dibagikan dapat Bapak/Ibu edit untuk materi bilangan cacah, nilai tempat, operasi hitung, masalah uang, kelipatan dan faktor, pemecahan masalah, asesmen, serta refleksi.

  • RPM Matematika Kelas 3 SD Semester 1
    Referensi Pembelajaran Mendalam untuk bilangan, operasi hitung, uang, kelipatan, faktor, pemecahan masalah, asesmen, dan refleksi.
    RPM Matematika Semester 1

Download RPM Matematika Kelas 3 Semester 2

Untuk Semester 2, file dapat digunakan sebagai bahan edit pada materi pecahan, desimal, persen, pola, pengukuran, geometri, dan data. Urutan unitnya dapat diubah agar sesuai dengan ATP dan buku yang digunakan di sekolah.

  • RPM Matematika Kelas 3 SD Semester 2
    Referensi Pembelajaran Mendalam untuk pecahan, pola, pengukuran, geometri, data, pemecahan masalah, asesmen, dan refleksi.
    RPM Matematika Semester 2

Artikel RPM Kelas 3 Terkait

Jika Bapak/Ibu juga mengajar mata pelajaran lain atau sedang menyiapkan perangkat bersama rekan sejawat, artikel RPM Kelas 3 berikut dapat dibuka satu per satu.

Lihat seluruh Modul Ajar Kelas 3

Jika Bapak/Ibu ingin mencari mapel lainnya, RPM Kelas 3 Semester 1 dan 2 telah dikumpulkan dalam satu halaman. Saya sertakan juga halaman Modul Ajar SD agar perangkat untuk kelas lain lebih mudah ditemukan.

Buka Modul Ajar Kelas 3Buka Modul Ajar SD

Gunakan Rujukan Matematika Fase B

Saat mengedit RPM, saya menyarankan Bapak/Ibu tetap membuka rumusan CP dan contoh ATP resmi. Rujukan tersebut membantu memeriksa urutan kompetensi, sedangkan keputusan pembagian materi tetap disesuaikan dengan kondisi sekolah dan kebutuhan murid.

Buka CP dan ATP Matematika Fase B

Sesuaikan RPM dengan Kondisi Murid

File yang dibagikan sebaiknya tidak langsung digunakan tanpa diperiksa. Dua kelas pada jenjang yang sama dapat memiliki kesiapan berbeda. Ada murid yang membutuhkan benda konkret lebih lama, sementara yang lain sudah siap mencoba soal terbuka atau membandingkan beberapa strategi.

  1. cocokkan tujuan dengan ATP sekolah Bapak/Ibu;
  2. periksa kemampuan prasyarat melalui asesmen awal singkat;
  3. siapkan benda konkret, gambar, atau tabel sebelum masuk ke simbol;
  4. pilih konteks yang dekat dengan kehidupan murid;
  5. berikan waktu untuk menjelaskan dan membandingkan strategi;
  6. bedakan bantuan tanpa menurunkan tujuan belajar;
  7. gunakan kesalahan sebagai bahan diskusi yang aman; dan
  8. tentukan tindak lanjut berdasarkan bukti belajar.

FAQ RPM Matematika Kelas 3

Apakah RPM wajib menggantikan modul ajar?

Tidak. Bapak/Ibu dapat memperbarui RPP atau modul ajar yang sudah digunakan agar tujuan, pengalaman belajar, dan asesmennya selaras dengan Pembelajaran Mendalam.

Apakah semua kompetensi Fase B harus selesai di Kelas 3?

Tidak. Fase B mencakup Kelas 3 dan Kelas 4. Kelas 3 membangun fondasi dan Kelas 4 melanjutkan alur menuju kompetensi akhir fase secara bertahap.

Apakah urutan materi per semester harus sama?

Tidak. Tabel pada artikel ini merupakan contoh. Urutan dapat diubah berdasarkan ATP, buku, prasyarat konsep, minggu efektif, dan kesiapan murid.

Apakah murid harus menghafal rumus terlebih dahulu?

Tidak selalu. Untuk banyak konsep, murid sebaiknya mengalami, mengukur, menyusun model, atau menemukan hubungan terlebih dahulu. Simbol dan cara yang lebih ringkas digunakan setelah maknanya dipahami.

Bagaimana jika kemampuan murid sangat beragam?

Gunakan tujuan yang sama dengan dukungan berbeda, misalnya benda konkret, petunjuk bertahap, pasangan belajar, contoh awal, atau soal pengayaan. Hasil asesmen formatif membantu menentukan dukungan tersebut.

CP apa yang digunakan untuk Matematika 2026/2027?

Matematika tetap mengacu pada Keputusan Kepala BSKAP Nomor 046/H/KR/2025. CP Nomor 020 Tahun 2026 hanya berlaku untuk perubahan pada Pendidikan Agama dan Budi Pekerti.

Sumber Resmi

Posting Komentar