Lewati ke konten

Perangkat Ajar Seni Tari Kelas 2 Kurikulum Merdeka

Tiga murid Kelas 2 bergerak dengan selendang di pendopo untuk hub Perangkat Ajar Seni Tari.
Murid Kelas 2 mengeksplorasi gerak, irama, ruang, dan refleksi dalam pembelajaran Seni Tari.

Bapak/Ibu Guru yang menyiapkan Seni Tari Kelas 2 memerlukan lebih dari kumpulan gerak. Arah kompetensi, tujuan, urutan pengalaman, pembagian waktu, modul, asesmen, dan jurnal perlu saling mendukung. Perangkat Ajar Seni Tari Kelas 2 ini disusun sebagai hub untuk menemukan seluruh kelompok dokumen tersebut.

Halaman ini tidak mencampurkan Seni Tari dengan Seni Rupa, Musik, atau Teater. Tautan cabang lain tetap tersedia sebagai pilihan navigasi, tetapi isi utama berfokus pada pengalaman gerak, irama, ruang, ekspresi, dan refleksi.

Pilih Perangkat dan Artikel Terkait

Artikel Terkait

Seni Tari Kelas 2 pada Fase A

Kelas 2 berada pada Fase A. CP menjadi arah kompetensi akhir fase, sedangkan TP dan ATP membantu guru menentukan kemampuan yang lebih operasional serta urutannya. Perangkat tahunan dan semester mengatur waktu, lalu modul, asesmen, KKTP, LKPD, dan jurnal membantu pelaksanaan serta tindak lanjut.

Panduan Seni Tari 2025 memberi arah lintas fase. Guru mengembangkan pengalaman Kelas 2 dari konteks murid, ruang yang tersedia, sumber bunyi, dan budaya setempat.

Urutan Dokumen yang Perlu Disiapkan

Kelompok Dokumen Kegunaan
Arah CP, TP, ATP Menentukan capaian, tujuan, dan urutan perkembangan belajar.
Waktu Prota, Promes Menyesuaikan tujuan dengan minggu efektif dan agenda sekolah.
Kegiatan Modul Ajar/RPP/RPM, LKPD Menyiapkan pengalaman belajar serta dukungan bagi murid.
Bukti belajar KKTP, asesmen Menentukan bukti, kriteria, umpan balik, dan tindak lanjut.
Rekam proses Jurnal Mencatat respons murid, kendala, dan rencana perbaikan.

Fokus Pembelajaran Seni Tari

Seni Tari Kelas 2 dapat menumbuhkan kesadaran tubuh, ruang, waktu, tenaga, irama, kerja sama, dan keberanian berekspresi. Konteks budaya lokal dapat menjadi sumber belajar bila disajikan dengan hormat, sesuai usia, dan tidak mengklaim bentuk tradisi tertentu sebagai milik semua murid.

Hub ini hanya menjelaskan fungsi dokumen dan jalur pemilihannya. Materi per unit, contoh aktivitas rinci, instrumen, serta file kerja ditempatkan pada artikel anak agar halaman tidak menumpuk intent.

Tips Guru

Pastikan lantai tidak licin, batas ruang terlihat, jarak antarmurid cukup, dan properti tidak membelit. Gerak dapat dilakukan sambil duduk atau dengan rentang yang lebih kecil agar semua murid memperoleh cara berpartisipasi.

  • Mulai dari pengalaman sederhana yang dekat dengan kehidupan murid.
  • Sediakan pilihan cara berpartisipasi, bukan satu hasil yang harus seragam.
  • Amati proses mencoba, bekerja sama, menjelaskan, dan merefleksikan.
  • Catat kebutuhan alat, ruang, serta dukungan sebelum memilih modul.

Bapak/Ibu Guru dapat memakai blok navigasi di atas untuk membuka halaman induk, membandingkan cabang seni, atau memilih dokumen yang sudah aktif. Item tanpa URL ditandai sebagai sedang disiapkan sehingga tidak ada tombol yang mengarah ke halaman kosong.

Saat menyesuaikan contoh, periksa kembali tujuan dan bukti belajar. Perubahan alat, tema, atau susunan kelompok boleh dilakukan selama arah kompetensi tetap terjaga.

Setelah dokumen anak tersedia, gunakan urutan CP → TP → ATP → program waktu → modul → asesmen → jurnal. Alur ini memudahkan pemeriksaan keselarasan tanpa menjadikan contoh sebagai format wajib.

Sumber Resmi

Pertanyaan Umum

Apakah semua sekolah wajib mengajarkan cabang Seni Tari?

Penyelenggaraan cabang seni mengikuti pilihan dan kondisi satuan pendidikan. Gunakan hub ini bila Seni Tari memang dilaksanakan.

Apakah asesmen menilai keluwesan tubuh?

Tidak semata-mata. Guru dapat mengamati eksplorasi, respons terhadap irama, penggunaan ruang, kerja sama, dan refleksi sesuai tujuan.

Bolehkah gerak disesuaikan untuk murid?

Ya. Rentang gerak, posisi, tempo, dan penggunaan properti dapat disesuaikan agar aman dan inklusif.

Posting Komentar