Program Kokurikuler SD 2026/2027: Contoh Lengkap Kelas 1-6 dan Download Word

Table of Contents
Program Kokurikuler SD 2026 2027 lengkap dengan contoh kelas 1 sampai kelas 6
Ilustrasi guru SD menyusun Program Kokurikuler 2026/2027 lengkap dengan LKPD, rubrik, asesmen, dan contoh kegiatan kelas 1-6.

Program Kokurikuler SD 2026/2027 mulai banyak dicari guru karena struktur perangkat ajar di Ruang GTK sudah memakai istilah yang lebih baru. Pada menu Perangkat Ajar, guru kini menemukan kategori Kegiatan Intrakurikuler, Kegiatan Kokurikuler, dan Bahan Ajar. Perubahan ini membuat sebagian guru bertanya: apa bedanya dengan modul ajar, modul projek, P5, dan perangkat ajar yang selama ini dipakai?

Artikel ini disusun sebagai panduan praktis untuk guru SD. Isinya mencakup pengertian program kokurikuler, hubungan dengan perangkat ajar Ruang GTK, contoh kegiatan kelas 1 sampai kelas 6, struktur dokumen, contoh LKPD, asesmen, rubrik, laporan, dan file Word yang dapat diedit sesuai kondisi sekolah.

Ringkasan cepat
  • Kegiatan Kokurikuler berada dalam kategori Perangkat Ajar di Ruang GTK.
  • Istilah ini berkaitan dengan perencanaan kegiatan yang menguatkan pembelajaran dan karakter murid.
  • Contoh di artikel ini dibuat Gurumaju sebagai inspirasi, bukan dokumen resmi pemerintah.
  • Guru tetap boleh memakai istilah populer seperti modul ajar atau modul projek dalam pencarian, tetapi perlu memahami istilah terbaru di Ruang GTK.
Download contoh Program Kokurikuler SD Word

Download Program Kokurikuler SD 2026/2027

File Word berisi halaman pengesahan, analisis kebutuhan sekolah, program tahunan kelas 1-6, pembagian tugas tim, contoh rancangan kegiatan lengkap, LKPD, instrumen observasi, rubrik asesmen, monitoring, dan format laporan. Seluruh kolom dapat disesuaikan dengan kurikulum satuan pendidikan masing-masing.

Apa Itu Program Kokurikuler SD?

Program kokurikuler SD adalah rencana kegiatan pembelajaran yang menguatkan, memperdalam, dan memperkaya kegiatan intrakurikuler. Kegiatan ini tidak berdiri sebagai acara tambahan yang lepas dari pembelajaran, melainkan menjadi bagian dari pengalaman belajar murid agar pengetahuan, karakter, dan keterampilan dapat tumbuh secara lebih utuh.

Di jenjang SD, kokurikuler sangat dekat dengan kegiatan nyata di lingkungan sekolah. Misalnya kegiatan kebun sekolah, pojok literasi, kebiasaan hidup sehat, pameran karya, projek budaya lokal, kampanye lingkungan, kegiatan sosial sederhana, atau pembiasaan positif yang dirancang dengan tujuan, langkah, media, asesmen, dan refleksi.

Ciri program kokurikuler yang baik
  • Memiliki tujuan pembelajaran atau tujuan penguatan karakter yang jelas.
  • Relevan dengan kehidupan murid dan lingkungan sekolah.
  • Mendorong murid aktif, berkolaborasi, berdiskusi, membuat karya, dan berefleksi.
  • Memiliki bukti kegiatan, seperti jurnal, poster, laporan, foto proses, presentasi, atau pameran karya.
  • Memuat asesmen proses, bukan hanya menilai produk akhir.

Perubahan Istilah Perangkat Ajar di Ruang GTK

Ruang GTK menjelaskan bahwa menu Perangkat Ajar berisi referensi atau inspirasi materi pengajaran yang dapat digunakan guru sesuai karakteristik dan kebutuhan peserta didik. Pada struktur terbaru, perangkat ajar dapat berupa Kegiatan Intrakurikuler, Kegiatan Kokurikuler, dan Bahan Ajar.

Perubahan ini penting dipahami agar guru tidak bingung ketika istilah pada platform berbeda dengan istilah yang sudah populer di pencarian Google. Banyak guru masih mengetik "modul ajar", "modul projek", atau "perangkat ajar SD", sedangkan menu resmi sudah mulai memakai istilah Kegiatan Intrakurikuler dan Kegiatan Kokurikuler.

Istilah yang dikenal guru Istilah/struktur di Ruang GTK Makna praktis
Modul Ajar Kegiatan Intrakurikuler Rencana pembelajaran utama sesuai mata pelajaran, CP, tujuan, langkah, media, dan asesmen.
Modul Projek/P5 Kegiatan Kokurikuler Rencana kegiatan penguatan karakter dan kompetensi melalui projek, pengalaman nyata, atau kegiatan lintas disiplin.
Materi, media, LKPD, latihan Bahan Ajar Perangkat pendukung pembelajaran, seperti artikel, video, poster, slide, infografis, komik, dan asesmen.
Catatan untuk guru

Jangan buru-buru mengganti semua dokumen lama hanya karena istilah berubah. Yang lebih penting adalah memahami fungsi dokumen. Artikel ini fokus pada contoh kegiatan kokurikuler SD, sedangkan dokumen modul ajar atau kegiatan intrakurikuler tetap berada pada kelompok pembelajaran utama.

Struktur Program Kokurikuler SD 2026/2027

Struktur program kokurikuler sebaiknya sederhana, tetapi cukup lengkap untuk dipakai guru saat merencanakan, melaksanakan, menilai, dan melaporkan kegiatan. Guru tidak perlu membuat dokumen terlalu tebal jika kegiatan masih tahap awal. Kunci utamanya adalah tujuan jelas, langkah masuk akal, asesmen terlihat, dan hasil kegiatan terdokumentasi.

Struktur yang disarankan
  1. Identitas program.
  2. Dasar pemikiran atau latar belakang.
  3. Tujuan kegiatan.
  4. Sasaran kelas atau fase.
  5. Tema dan topik kegiatan.
  6. Alur kegiatan dari pengenalan sampai refleksi.
  7. Media, alat, dan bahan.
  8. LKPD atau lembar kerja murid.
  9. Asesmen proses dan produk.
  10. Rubrik penilaian.
  11. Format laporan dan tindak lanjut.

Contoh Program Kokurikuler SD Kelas 1-6

Berikut contoh pemetaan program kokurikuler untuk kelas 1 sampai kelas 6. Contoh ini dapat disesuaikan dengan kalender sekolah, tema satuan pendidikan, karakteristik murid, lingkungan sekitar, dan kemampuan guru dalam mendampingi kegiatan.

Kelas Tema kokurikuler Contoh kegiatan Produk/hasil belajar
Kelas 1Aku Mandiri dan SehatMengenal kebiasaan pagi, menjaga kebersihan diri, dan membuat kartu kebiasaan baik.Kartu kebiasaan sehat dan cerita pengalaman.
Kelas 2Kelas Bersih dan NyamanObservasi kebersihan kelas, membuat jadwal piket, dan refleksi kerja sama.Poster kelas bersih dan jurnal piket.
Kelas 3Pojok Literasi KelasMengelola sudut baca, memilih buku, menceritakan ulang, dan membuat rekomendasi bacaan.Katalog sederhana dan kartu rekomendasi buku.
Kelas 4Kebun Sekolah MiniMenanam, merawat, mencatat pertumbuhan tanaman, dan mengaitkan dengan IPA serta matematika.Jurnal pertumbuhan tanaman dan laporan kelompok.
Kelas 5Bijak Menggunakan TeknologiDiskusi etika digital, membuat aturan kelas, dan kampanye penggunaan gawai sehat.Poster etika digital dan kesepakatan kelas.
Kelas 6Pameran Karya dan Aksi SosialMerancang pameran karya, berbagi peran, presentasi, dan refleksi dampak kegiatan.Pameran karya, laporan, dan presentasi kelompok.

Alur Kegiatan Kokurikuler

Agar mudah diterapkan, guru dapat memakai alur lima tahap. Alur ini tidak kaku. Satuan pendidikan dapat menyesuaikannya dengan jadwal, jumlah pertemuan, dan kesiapan murid.

Alur sederhana kegiatan kokurikuler
  1. Pengenalan: guru menghadirkan konteks, cerita, gambar, video, data sederhana, atau pertanyaan pemantik.
  2. Perencanaan: murid menyepakati tugas, kelompok, alat, jadwal, dan produk akhir.
  3. Pelaksanaan: murid melakukan observasi, praktik, wawancara, membuat karya, atau aksi nyata.
  4. Presentasi: murid membagikan hasil melalui cerita, poster, laporan, pameran, atau demonstrasi.
  5. Refleksi: murid menulis pengalaman, kesulitan, hal yang berhasil, dan rencana perbaikan.

Contoh LKPD Kokurikuler SD

LKPD kokurikuler tidak harus panjang. Untuk SD, LKPD sebaiknya berisi instruksi pendek, pertanyaan yang mudah dipahami, ruang mencatat, dan bagian refleksi. Guru dapat menambahkan gambar, tabel, atau checklist sesuai jenjang kelas.

Format LKPD sederhana
  • Judul kegiatan: [isi judul kegiatan kokurikuler].
  • Pertanyaan pemantik: apa masalah yang kita temukan dan mengapa kegiatan ini penting?
  • Tugas kelompok: amati, diskusikan, buat rencana, laksanakan, dan catat hasil.
  • Catatan temuan: tuliskan data, foto kegiatan, hasil wawancara, atau pengamatan.
  • Produk akhir: poster, laporan, jurnal, presentasi, pameran, atau karya nyata.
  • Refleksi: apa yang saya pelajari, apa yang sudah baik, dan apa yang perlu diperbaiki?

Contoh Asesmen dan Rubrik Program Kokurikuler

Asesmen kokurikuler sebaiknya menilai proses dan hasil. Guru dapat mengamati partisipasi, kolaborasi, kreativitas, tanggung jawab, komunikasi, serta kemampuan murid merefleksikan pengalaman. Produk akhir tetap penting, tetapi jangan menjadi satu-satunya dasar penilaian.

Aspek 4 Sangat Baik 3 Baik 2 Cukup 1 Perlu Bimbingan
PartisipasiAktif dan konsisten mengambil peran.Aktif pada sebagian besar kegiatan.Terlibat jika diarahkan.Sering belum terlibat.
KolaborasiMembantu teman dan menghargai pendapat.Bekerja sama dengan cukup baik.Kadang belum menghargai peran teman.Perlu banyak arahan saat bekerja sama.
KreativitasMenghasilkan ide baru dan relevan.Menghasilkan ide yang sesuai.Ide masih sederhana.Belum menunjukkan ide mandiri.
Tanggung jawabMenyelesaikan tugas tepat waktu dan rapi.Tugas selesai dengan sedikit arahan.Tugas selesai tetapi belum rapi.Tugas belum selesai.
RefleksiMampu menjelaskan proses dan perbaikan.Mampu menjelaskan sebagian proses.Refleksi masih umum.Belum mampu merefleksi kegiatan.

Format Laporan Program Kokurikuler

Laporan kokurikuler berguna untuk dokumentasi sekolah. Laporan tidak perlu rumit, tetapi harus menjawab apa kegiatannya, siapa yang terlibat, bagaimana prosesnya, apa hasilnya, dan apa tindak lanjutnya.

Komponen laporan singkat
  • Nama kegiatan.
  • Kelas atau fase.
  • Tujuan kegiatan.
  • Waktu dan tempat.
  • Uraian pelaksanaan.
  • Hasil kegiatan atau produk murid.
  • Dokumentasi kegiatan.
  • Refleksi dan tindak lanjut.

Download Program Kokurikuler SD 2026/2027 Word

Gurumaju menyiapkan contoh file Word agar guru lebih cepat menyusun dokumen awal. File ini dapat diedit dan dikembangkan kembali oleh sekolah. Gunakan sebagai inspirasi, bukan sebagai dokumen resmi yang langsung diklaim berlaku untuk semua sekolah.

File yang tersedia
  • Halaman pengesahan dan identitas program sekolah.
  • Format analisis kebutuhan, potensi, dan sumber daya sekolah.
  • Program tahunan kokurikuler kelas 1 sampai kelas 6.
  • Pembagian tugas tim dan kalender pelaksanaan.
  • Contoh rancangan kegiatan lengkap untuk kelas 4.
  • LKPD, lembar observasi, rubrik asesmen, dan refleksi murid.
  • Format monitoring, evaluasi, dokumentasi, dan laporan kegiatan.

Download File Word

Hubungan dengan Pembelajaran Mendalam dan 8 Dimensi Profil Lulusan

Program kokurikuler dapat menjadi ruang yang baik untuk menerapkan pembelajaran mendalam. Murid tidak hanya menerima materi, tetapi mengalami, menanyakan, mencoba, membuat, mempresentasikan, dan merefleksikan proses belajar. Kegiatan seperti ini membantu guru menumbuhkan dimensi profil lulusan secara lebih konkret.

Delapan dimensi profil lulusan yang perlu diperhatikan meliputi keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, dan komunikasi. Dalam praktiknya, satu kegiatan kokurikuler tidak harus memuat semuanya sekaligus. Guru dapat memilih satu sampai tiga dimensi yang paling relevan agar kegiatan tetap fokus.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah Program Kokurikuler SD sama dengan Modul Projek?

Secara fungsi, keduanya berdekatan karena sama-sama mengarah pada kegiatan penguatan karakter dan pengalaman belajar lintas disiplin. Namun, pada struktur Ruang GTK terbaru, istilah yang muncul adalah Kegiatan Kokurikuler.

Apakah guru masih boleh menggunakan istilah Modul Ajar?

Boleh. Istilah Modul Ajar masih sangat umum digunakan guru dalam pencarian dan percakapan. Namun, guru perlu mengetahui bahwa di Ruang GTK, modul ajar berkaitan dengan Kegiatan Intrakurikuler.

Apakah contoh Word dari Gurumaju merupakan dokumen resmi?

Tidak. File Word yang dibagikan merupakan contoh dari Gurumaju untuk membantu guru menyusun dokumen. Sekolah tetap perlu menyesuaikan dengan panduan resmi, kurikulum satuan pendidikan, dan kebijakan yang berlaku.

Apakah satu program harus dipakai untuk semua kelas?

Tidak harus. Sekolah bisa membuat satu kerangka umum, lalu guru menyesuaikan tema, tugas, produk, dan asesmen untuk masing-masing kelas.

Sumber Rujukan

Posting Komentar