KSP SMP 2026/2027: Contoh Lengkap, Pembelajaran Mendalam dan Download Word
KSP SMP 2026/2027 disusun sebagai pedoman sekolah dalam mengatur pembelajaran Kelas 7, 8, dan 9 selama satu tahun ajaran. Dokumen ini tidak cukup diperbarui dengan mengganti nama sekolah dan tahun pada sampul. Analisis karakteristik, tujuan, struktur pembelajaran, program kokurikuler, kalender, serta rencana evaluasinya harus menunjukkan keadaan SMP yang benar-benar akan menggunakan dokumen tersebut.
Gurumaju menyediakan contoh KSP SMP dalam format Word sebagai bahan awal yang dapat diedit. File ini bukan format baku pemerintah dan tidak disarankan untuk langsung ditandatangani. Tim sekolah perlu menelaah setiap angka, istilah, sumber data, serta kebijakan lokal sebelum dokumen ditetapkan.
- Jenjang SMP berada pada Fase D yang umumnya mencakup Kelas 7–9.
- KSP sekurang-kurangnya memuat karakteristik satuan pendidikan, visi-misi-tujuan, pengorganisasian pembelajaran, dan perencanaan pembelajaran.
- Kelas 7–8 menggunakan asumsi 36 minggu per tahun, sedangkan Kelas 9 menggunakan 32 minggu; satu JP SMP berdurasi 40 menit.
- Pembelajaran Mendalam merupakan pendekatan pembelajaran, bukan nama kurikulum pengganti.
- File Word harus disesuaikan dengan Rapor Pendidikan, kalender daerah, pilihan program, sumber daya, dan kebutuhan remaja di sekolah.
Download Contoh KSP SMP 2026/2027 Word
Versi Word memudahkan tim pengembang kurikulum memperbaiki identitas, data, tabel, dan program. Sebelum mulai mengedit, buat salinan file sebagai naskah kerja. Pertahankan file awal agar perubahan dapat dibandingkan ketika proses telaah berlangsung.
Contoh menggunakan identitas dan data ilustrasi. Jangan mempertahankan nama sekolah, nama pejabat, NIP, angka Rapor Pendidikan, jumlah murid, program, alokasi waktu, kalender, ataupun tautan penyimpanan yang bukan milik sekolah.
Apa Itu KSP SMP?
Kurikulum Satuan Pendidikan merupakan kurikulum operasional yang dikembangkan serta dikelola sekolah dengan mengacu pada kerangka dasar dan struktur kurikulum nasional. KSP membantu sekolah menghubungkan hasil analisis data dengan visi, tujuan, program pembelajaran, dan cara menilai pelaksanaannya.
Panduan Pengembangan KSP edisi revisi 2025 menegaskan bahwa pengembangan kurikulum tidak ditujukan untuk memenuhi administrasi yang seragam. Sekolah mempunyai ruang untuk menentukan bentuk dan sistematika dokumen sesuai konteks. Karena itu, jumlah halaman KSP SMP di satu sekolah tidak harus sama dengan sekolah lain.
Yang lebih penting adalah alurnya dapat dipahami: kondisi apa yang ditemukan, prioritas apa yang dipilih, program apa yang dijalankan, dan bagaimana sekolah mengetahui bahwa program tersebut memberi dampak.
KSP dan KOSP SMP, Apakah Berbeda?
KSP adalah singkatan Kurikulum Satuan Pendidikan dan digunakan pada panduan terbaru. KOSP berarti Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan, istilah yang lebih dahulu dikenal dalam implementasi Kurikulum Merdeka.
Dalam praktik pencarian, kedua istilah itu sering mengarah pada dokumen yang sama. Gurumaju menempatkan pembahasan KSP SMP dan KOSP SMP pada satu halaman agar tidak terjadi kanibalisasi keyword dan pembaca tidak mengunduh dua berkas yang fungsinya sebenarnya serupa.
Empat Komponen Minimal KSP SMP
| Komponen | Isi yang perlu ditampilkan |
|---|---|
| Karakteristik satuan pendidikan | Keadaan murid, pendidik, tenaga kependidikan, sarana, lingkungan sosial-budaya, potensi daerah, kemitraan, tantangan, dan hasil analisis data mutu. |
| Visi, misi, dan tujuan | Arah sekolah serta sasaran terukur yang disusun berdasarkan kebutuhan murid dan masalah prioritas, bukan sekadar kalimat umum. |
| Pengorganisasian pembelajaran | Pengaturan intrakurikuler, kokurikuler, ekstrakurikuler, muatan lokal, mata pelajaran pilihan, beban belajar, layanan murid, dan kalender. |
| Perencanaan pembelajaran | Rencana pada tingkat sekolah dan gambaran penerjemahannya ke pembelajaran kelas berdasarkan CP, tujuan, asesmen, serta kebutuhan Fase D. |
Evaluasi, pengembangan profesional, pendampingan, daftar pustaka, dan lampiran dapat ditambahkan untuk memperjelas implementasi. Penambahan tersebut harus membantu sekolah menggunakan KSP, bukan hanya menambah ketebalan dokumen.
Karakteristik KSP SMP yang Tidak Boleh Disamakan dengan SD
SMP melayani murid pada masa remaja awal. Transisi dari SD, perkembangan sosial-emosional, penguatan identitas, relasi pertemanan, risiko perundungan, literasi digital, kesehatan remaja, bimbingan konseling, dan persiapan melanjutkan ke SMA/SMK perlu dipertimbangkan dalam analisis serta program sekolah.
Pembelajaran juga diorganisasikan berdasarkan mata pelajaran dengan guru yang berbeda. Karena itu, kolaborasi antarguru, peran wali kelas, layanan bimbingan dan konseling, komunitas belajar, serta koordinasi program lintas mata pelajaran perlu tampak dalam dokumen.
Contoh hubungan data dan program
Jika sekolah menemukan bahwa kehadiran dan keterlibatan murid Kelas 7 menurun pada masa transisi, KSP dapat menetapkan penguatan orientasi, pendampingan wali kelas, komunikasi dengan orang tua, asesmen awal, dan kegiatan kokurikuler yang membangun rasa aman. Program tersebut lebih kontekstual daripada menyalin proyek sekolah lain.
Struktur Pembelajaran SMP Kelas 7, 8, dan 9
Struktur kurikulum harus diperiksa langsung pada peraturan yang masih berlaku. Jangan menyamakan seluruh kelas karena asumsi minggu efektif Kelas 9 berbeda dari Kelas 7 dan 8.
| Bagian | Ketentuan yang perlu diperiksa |
|---|---|
| Fase | Fase D umumnya mencakup Kelas 7, 8, dan 9. CP dibaca untuk satu fase, kemudian diturunkan menjadi tujuan dan urutan pembelajaran. |
| Kelas 7–8 | Struktur nasional menggunakan asumsi 36 minggu dalam satu tahun. |
| Kelas 9 | Struktur nasional menggunakan asumsi 32 minggu. Angka tahunan tidak boleh disalin sama dengan Kelas 7–8. |
| Durasi JP | Satu jam pelajaran pada SMP berdurasi 40 menit. |
| Mata pelajaran | Bahasa Inggris dan Informatika termasuk mata pelajaran wajib. Seni, Budaya, dan Prakarya disediakan sesuai pilihan yang ditetapkan sekolah. |
| Koding dan KA | Koding dan Kecerdasan Artifisial merupakan mata pelajaran pilihan yang dapat disediakan sesuai sumber daya sekolah dan minat murid. |
Periksa kembali total intrakurikuler, kokurikuler, mata pelajaran pilihan, dan muatan lokal. Pastikan jumlah pada setiap baris sesuai dengan totalnya serta tidak ada salah ketik yang mengubah ratusan JP.
Contoh Susunan KSP SMP 2026/2027
- Halaman sampul dan identitas SMP.
- Susunan atau surat keputusan tim pengembang kurikulum.
- Lembar penetapan dan dokumen validasi sesuai mekanisme daerah.
- Kata pengantar dan daftar isi.
- Bab I Analisis Karakteristik Satuan Pendidikan.
- Bab II Visi, Misi, dan Tujuan.
- Bab III Pengorganisasian Pembelajaran.
- Bab IV Perencanaan Pembelajaran.
- Bab V Evaluasi, Pengembangan Profesional, dan Pendampingan.
- Daftar pustaka atau sumber rujukan.
- Lampiran yang diperlukan untuk pelaksanaan.
Sekolah boleh mengubah nama bab, menggabungkan bagian, atau memakai tampilan berbeda. Setelah penyuntingan selesai, perbarui daftar isi otomatis agar judul dan nomor halaman tidak mengambil sisa dari versi sebelumnya.
Bagian yang Harus Disesuaikan dalam File Word
- Identitas: nama sekolah, NPSN, alamat, kontak, logo, pemerintah daerah atau yayasan, dan tahun ajaran.
- Tim penyusun: nama, jabatan, tugas, dan pihak yang benar-benar terlibat.
- Lembar penetapan: nama pejabat, NIP, tanggal, tempat, serta mekanisme validasi daerah.
- Data murid: jumlah per rombel, komposisi, kebutuhan belajar, transisi Kelas 7, dan data pendukung lain yang relevan.
- Data pendidik: jumlah guru, kesesuaian tugas, kebutuhan pengembangan kompetensi, dan ketersediaan guru mapel.
- Sarana: ruang kelas, laboratorium, perpustakaan, akses internet, fasilitas olahraga, keamanan, dan aksesibilitas.
- Rapor Pendidikan: gunakan hasil terbaru milik sekolah dan pilih indikator yang benar-benar menjadi prioritas.
- Visi dan tujuan: rumuskan berdasarkan analisis; tetapkan indikator serta rentang waktu yang dapat ditinjau.
- Struktur kurikulum: cocokkan Kelas 7–8 dan Kelas 9, mata pelajaran pilihan, muatan lokal, serta alokasi kokurikuler.
- Kalender: gunakan kalender pendidikan provinsi atau kabupaten/kota tahun ajaran 2026/2027.
- Program: sesuaikan kokurikuler, ekstrakurikuler, literasi, numerasi, BK, budaya sekolah, dan kemitraan.
- Dasar hukum: pastikan nomor, tahun, judul, dan status regulasi benar serta masih relevan.
- Lampiran: hapus tautan contoh, tautan pihak lain, dan data pribadi yang tidak perlu dipublikasikan.
Cari kata “Percobaan”, “SD”, “SMA”, nama daerah lain, NIP contoh, tahun lama, “masukkan di sini”, dan tautan penyimpanan contoh. Langkah singkat ini dapat menemukan sisa teks yang mudah terlewat.
Cara Menyusun KSP SMP 2026/2027
- Evaluasi KSP sebelumnya. Pisahkan program yang efektif, perlu diperbaiki, dan tidak lagi relevan.
- Kumpulkan data. Gunakan Rapor Pendidikan, hasil asesmen, kehadiran, kasus layanan murid, survei lingkungan belajar, serta masukan warga sekolah.
- Pilih masalah prioritas. Fokus pada sejumlah kebutuhan yang dapat ditangani dengan sumber daya sekolah.
- Tinjau visi, misi, dan tujuan. Pastikan tujuan dapat diterjemahkan menjadi program dan indikator.
- Susun pengorganisasian pembelajaran. Atur mata pelajaran, kokurikuler, ekstrakurikuler, layanan BK, kalender, dan pilihan sekolah.
- Hubungkan ke perencanaan guru. Pastikan CP Fase D, tujuan, pengalaman belajar, serta asesmen bergerak menuju prioritas sekolah.
- Libatkan pemangku kepentingan. Kepala sekolah memimpin proses bersama guru, tenaga kependidikan, komite, murid, orang tua, pengawas, atau mitra sesuai perannya.
- Telaah konsistensi. Periksa data, regulasi, perhitungan JP, format, bahasa, lampiran, dan daftar isi.
- Tetapkan dan gunakan. Jadikan KSP sebagai rujukan program, bukan berkas yang hanya disimpan setelah ditandatangani.
Pembelajaran Mendalam dalam KSP SMP
Pembelajaran Mendalam menekankan proses yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan. Murid memperoleh pengalaman untuk memahami, mengaplikasi, dan merefleksi. Pendekatan ini mendukung delapan dimensi profil lulusan: keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, dan komunikasi.
Dalam KSP, pendekatan tersebut tidak cukup ditambahkan sebagai slogan. Sekolah perlu menjelaskan bagaimana lingkungan belajar, praktik pedagogis, kemitraan, dan pemanfaatan digital mendukung masalah prioritas. Pada jenjang SMP, penerapannya dapat berupa penyelidikan lintas mata pelajaran, pemecahan masalah remaja, literasi informasi, karya kreatif, pengabdian sosial, atau kegiatan lain yang dekat dengan kehidupan murid.
Rincian perencanaan untuk pembelajaran Kelas 7 tersedia pada halaman Modul Ajar Deep Learning Kelas 7 SMP. Jika sekolah menyelenggarakan mata pelajaran pilihan, lihat pula Modul Ajar Koding dan Kecerdasan Artifisial Kelas 7.
Intrakurikuler, Kokurikuler, dan Ekstrakurikuler SMP
| Kegiatan | Yang dijelaskan dalam KSP |
|---|---|
| Intrakurikuler | Mata pelajaran, alokasi waktu, muatan lokal, pilihan Seni-Budaya-Prakarya, Koding dan KA bila tersedia, serta prinsip pembelajaran. |
| Kokurikuler | Tujuan, dimensi profil lulusan, bentuk kegiatan, kolaborasi antarmapel, alokasi waktu, asesmen, dan penanggung jawab. |
| Ekstrakurikuler | Jenis kegiatan berdasarkan minat dan kebutuhan murid, pembina, jadwal, keselamatan, serta cara mengevaluasi program. |
Nama kegiatan tidak perlu dibuat sebanyak mungkin. Sekolah sebaiknya memilih program yang dapat dijalankan dengan aman, didampingi oleh orang yang kompeten, dan mempunyai kaitan dengan kebutuhan perkembangan murid.
Validasi dan Penetapan KSP SMP
Kepala satuan pendidikan memimpin pengembangan, implementasi, evaluasi, dan menetapkan KSP. Guru, tenaga kependidikan, komite sekolah, pengawas, orang tua, murid, atau mitra dapat dilibatkan sesuai konteks dan perannya.
Format lembar validasi, pihak yang membubuhkan tanda tangan, serta proses rekomendasi dapat berbeda menurut pemerintah daerah atau penyelenggara sekolah. Karena itu, jangan menganggap lembar pengesahan pada satu contoh berlaku otomatis untuk semua kabupaten/kota.
Sebelum penetapan, tim dapat memeriksa tiga lapis: substansi untuk memastikan program menjawab data; kepatuhan untuk memastikan struktur dan regulasi benar; serta teknis untuk memastikan nama, angka, tabel, daftar isi, dan lampiran konsisten.
Evaluasi KSP dan Hubungannya dengan SPMI
KSP perlu ditinjau selama dan setelah pelaksanaan. Sekolah dapat menggunakan hasil asesmen, portofolio murid, refleksi guru, supervisi, kehadiran, umpan balik keluarga, dan Rapor Pendidikan untuk menilai apakah program berjalan serta memberi perubahan.
Tinjauan ini dapat diselaraskan dengan siklus penjaminan mutu internal. Penjelasan lebih lanjut tersedia pada artikel Permendikdasmen Nomor 21 Tahun 2026 tentang SPMI. Regulasi tersebut membantu memberi konteks siklus mutu; bukan templat baru untuk mengganti format KSP.
Sekolah juga perlu menggunakan kalender wilayahnya. Kumpulan dokumen dapat dilihat pada halaman Kalender Pendidikan Tahun Ajaran 2026/2027. Untuk regulasi lain, buka Pusat Regulasi Pendidikan dan artikel Standar Proses terbaru.
Contoh KSP untuk Jenjang Lain
Setiap jenjang mempunyai struktur dan kebutuhan perkembangan yang berbeda. Jangan menyalin layanan remaja, mata pelajaran pilihan, atau mekanisme kelulusan SMA ke jenjang lain. Gurumaju telah menyiapkan halaman khusus KSP SMA 2026/2027 dan KSP SD 2026/2027.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah KSP SMP sama dengan KOSP SMP?
Keduanya sering digunakan untuk menyebut kurikulum operasional tingkat satuan pendidikan. KSP merupakan istilah yang digunakan pada panduan terbaru, sedangkan KOSP masih banyak dipakai dalam pencarian dan dokumen sebelumnya.
Apakah contoh KSP SMP boleh langsung digunakan?
Contoh boleh dipakai sebagai kerangka, tetapi tidak boleh disalin mentah. Data, tujuan, struktur, program, dasar hukum, kalender, pihak yang menandatangani, serta lampirannya harus disesuaikan.
Apakah KSP SMP mempunyai format resmi yang seragam?
Tidak ada satu desain dan jumlah halaman yang wajib disalin semua sekolah. Bentuk serta sistematika dapat ditentukan satuan pendidikan selama komponen penting terpenuhi dan dokumennya dapat digunakan.
Apakah Kelas 9 menggunakan alokasi yang sama dengan Kelas 7 dan 8?
Tidak seluruhnya. Struktur kurikulum menggunakan asumsi 36 minggu untuk Kelas 7–8 dan 32 minggu untuk Kelas 9. Karena itu, angka tahunan perlu diperiksa per kelompok kelas.
Apakah Pembelajaran Mendalam mengganti Kurikulum Merdeka?
Tidak. Pembelajaran Mendalam merupakan pendekatan untuk memperkuat kualitas pengalaman belajar, bukan kurikulum baru yang mengganti kerangka kurikulum nasional.
Apakah Koding dan Kecerdasan Artifisial wajib di semua SMP?
Koding dan Kecerdasan Artifisial merupakan mata pelajaran pilihan. Sekolah dapat menyediakannya berdasarkan sumber daya yang dimiliki dan murid dapat memilih sesuai minat.
Siapa yang menetapkan KSP SMP?
Kepala satuan pendidikan menetapkan KSP setelah proses pengembangan dan telaah. Mekanisme validasi, rekomendasi, atau pengesahan tambahan perlu disesuaikan dengan ketentuan pemerintah daerah atau penyelenggara.
Sumber Resmi KSP SMP
Informasi pada artikel ini diperiksa pada 7 September 2026. Sekolah tetap perlu melihat pembaruan dari Kemendikdasmen dan dinas pendidikan setempat sebelum menetapkan dokumen.
Gunakan contoh KSP SMP 2026/2027 sebagai titik awal, kemudian bangun isinya dari data sekolah sendiri. Dokumen yang paling bermanfaat bukan yang paling tebal, melainkan yang membantu kepala sekolah dan guru membuat keputusan pembelajaran secara konsisten sepanjang tahun.
Posting Komentar