KSP SD 2026/2027: Contoh Kurikulum Satuan Pendidikan Deep Learning dan Download Word

Table of Contents
Tim sekolah menyusun KSP SD 2026/2027 berbasis pembelajaran mendalam
KSP SD 2026/2027 perlu disusun berdasarkan karakteristik murid, kondisi sekolah, data mutu, dan kebutuhan daerah.

KSP SD 2026/2027 bukan sekadar dokumen yang diganti tahun pada halaman sampul. Kurikulum Satuan Pendidikan seharusnya memperlihatkan siapa murid yang dilayani, masalah belajar yang sedang dihadapi sekolah, arah perbaikan yang dipilih, serta cara seluruh program pembelajaran dijalankan selama satu tahun ajaran.

Pada halaman ini tersedia contoh KSP SD dalam format Word dan PDF untuk membantu tim sekolah memulai penyusunan. File tersebut merupakan contoh yang dapat diedit, bukan format baku dari pemerintah. Identitas, data, struktur program, kalender, dasar hukum, hingga lembar penetapan tetap harus diperiksa dan disesuaikan dengan kondisi sekolah masing-masing.

Ringkasan sebelum mengunduh
  • KSP adalah istilah Kurikulum Satuan Pendidikan; KOSP masih sering dipakai sebagai istilah pencarian dan sebutan lama.
  • Satuan pendidikan memiliki keleluasaan menentukan bentuk dan sistematika dokumen sesuai konteksnya.
  • KSP sekurang-kurangnya memuat karakteristik satuan pendidikan, visi-misi-tujuan, pengorganisasian pembelajaran, dan perencanaan pembelajaran.
  • Pembelajaran mendalam merupakan pendekatan dalam pembelajaran, bukan kurikulum baru bernama “Kurikulum Deep Learning”.
  • Contoh Word sebaiknya dipakai sebagai kerangka kerja, bukan disalin tanpa membaca setiap bagian.

Download Contoh KSP SD 2026/2027 Word dan PDF

Gunakan versi Word apabila tim sekolah ingin mengubah isi dokumen. Versi PDF dapat dipakai untuk melihat susunan, tata letak, dan hasil akhirnya. Setelah mengunduh, simpan salinan kerja baru agar file contoh tetap tersedia sebagai pembanding.

Penting: file di atas adalah bahan contoh. Jangan mempertahankan nama sekolah, nama pejabat, NIP, alamat, angka pada tabel, hasil Rapor Pendidikan, kalender, atau daftar regulasi milik dokumen contoh. Dokumen yang telah disesuaikan perlu ditelaah bersama tim sekolah dan mengikuti mekanisme yang berlaku di daerah masing-masing.

Apa Itu KSP SD 2026/2027?

Kurikulum Satuan Pendidikan adalah kurikulum operasional yang dikembangkan dan dikelola oleh satuan pendidikan dengan mengacu pada kerangka dasar serta struktur kurikulum nasional. Isinya dibuat selaras dengan karakteristik murid, kondisi sekolah, potensi lingkungan, dan kebutuhan daerah.

Karena konteks setiap sekolah berbeda, pemerintah tidak mewajibkan semua SD menggunakan desain halaman dan jumlah bab yang seragam. Sekolah di wilayah perkotaan, pesisir, pertanian, perbatasan, atau daerah terdampak bencana dapat memiliki prioritas program yang berbeda. Perbedaan itu justru semestinya tampak pada analisis, tujuan, dan pengorganisasian pembelajaran.

Panduan Pengembangan KSP edisi revisi 2025 juga menempatkan dokumen ini sebagai alat bantu sekolah untuk merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran—bukan pekerjaan administrasi yang selesai setelah dicetak.

KSP atau KOSP, Mana Istilah yang Tepat?

KSP merupakan singkatan dari Kurikulum Satuan Pendidikan dan digunakan dalam panduan terbaru. Sementara itu, istilah KOSP atau Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan masih banyak dikenal karena digunakan pada panduan dan dokumen sebelumnya.

Jika sekolah masih menyebutnya KOSP, substansi yang dicari pada dasarnya sama: kurikulum operasional tingkat satuan pendidikan. Agar tidak membingungkan mesin pencari maupun pembaca, halaman ini membahas kedua istilah dalam satu artikel. Tidak perlu membuat dokumen terpisah hanya karena perbedaan singkatan.

Empat Komponen Minimal KSP SD

Menurut ketentuan kurikulum nasional yang berlaku, KSP sekurang-kurangnya memuat empat komponen berikut. Sekolah dapat menambah bab evaluasi, pendampingan, pengembangan profesional, dan lampiran sesuai kebutuhan.

Komponen Isi dan sumber data
Karakteristik satuan pendidikan Isi: murid, pendidik, sarana, lingkungan sosial-budaya, potensi, tantangan, dan kebutuhan belajar.
Sumber: Rapor Pendidikan, data sekolah, hasil asesmen, observasi, survei, serta masukan orang tua dan masyarakat.
Visi, misi, dan tujuan Isi: arah sekolah dan sasaran berdasarkan hasil analisis.
Sumber: prioritas mutu, profil murid, refleksi KSP sebelumnya, dan rencana kerja sekolah.
Pengorganisasian pembelajaran Isi: intrakurikuler, kokurikuler, ekstrakurikuler, muatan lokal, beban belajar, dan kalender.
Sumber: struktur kurikulum, kesiapan guru, sumber daya, kebijakan daerah, dan kebutuhan murid.
Perencanaan pembelajaran Isi: rencana tingkat sekolah dan gambaran perencanaan kelas.
Sumber: Capaian Pembelajaran, asesmen, ATP atau alur yang digunakan, dan perangkat ajar guru.

Contoh Susunan KSP SD 2026/2027

Susunan berikut dapat dipakai sebagai kerangka awal. Urutan dan nama bab boleh disesuaikan selama substansi minimum tetap tersedia dan mudah ditelusuri.

  1. Halaman sampul dan identitas satuan pendidikan.
  2. Surat keputusan atau susunan tim pengembang kurikulum.
  3. Lembar penetapan, verifikasi, atau pengesahan sesuai mekanisme daerah.
  4. Kata pengantar dan daftar isi.
  5. Bab I: Analisis Karakteristik Satuan Pendidikan, meliputi murid, pendidik dan tenaga kependidikan, sarana, lingkungan sosial-budaya, serta data mutu.
  6. Bab II: Visi, Misi, dan Tujuan Satuan Pendidikan.
  7. Bab III: Pengorganisasian Pembelajaran, mencakup intrakurikuler, kokurikuler, ekstrakurikuler, muatan lokal, ketentuan akademik, dan kalender.
  8. Bab IV: Perencanaan Pembelajaran pada ruang lingkup satuan pendidikan dan kelas.
  9. Bab V: Evaluasi, Pendampingan, dan Pengembangan Profesional sebagai bagian penguatan implementasi.
  10. Daftar pustaka atau sumber rujukan.
  11. Lampiran program, jadwal, kalender, dan dokumen pendukung yang benar-benar diperlukan.
Tidak ada keharusan menyamakan jumlah halaman.

Dokumen yang ringkas tetapi menunjukkan hubungan antara data, prioritas, program, dan evaluasi lebih berguna daripada dokumen tebal yang sebagian besar isinya berasal dari sekolah lain.

Bagian yang Wajib Disesuaikan Sebelum KSP Dipakai

Kesalahan paling sering muncul ketika tim hanya mengganti sampul dan identitas utama. Gunakan daftar periksa berikut sebelum dokumen dibahas atau ditetapkan.

  • Identitas sekolah: nama, NPSN, alamat, desa/kelurahan, kecamatan, kabupaten/kota, provinsi, kontak, dan tahun ajaran.
  • Data warga sekolah: jumlah rombongan belajar, murid per fase, pendidik, tenaga kependidikan, kebutuhan khusus, dan kondisi lain yang relevan.
  • Analisis mutu: gunakan data terbaru dan jelaskan masalah prioritas. Hindari menyalin angka Rapor Pendidikan milik satuan lain.
  • Konteks lokal: potensi daerah, bahasa, budaya, mata pencaharian, kondisi geografis, kemitraan, risiko bencana, serta kebutuhan masyarakat.
  • Visi, misi, dan tujuan: pastikan tujuan dapat diterjemahkan menjadi program serta indikator yang dapat ditinjau.
  • Struktur pembelajaran: cocokkan mata pelajaran, muatan lokal, pilihan yang tersedia, dan alokasi waktu dengan regulasi yang masih berlaku.
  • Program kokurikuler dan ekstrakurikuler: pilih kegiatan berdasarkan kebutuhan murid serta kemampuan sekolah, bukan karena tercantum pada contoh.
  • Kalender pendidikan: gunakan kalender dinas pendidikan dan kondisi lokal tahun ajaran 2026/2027.
  • Ketentuan akademik: periksa mekanisme asesmen, kenaikan kelas, perpindahan, dan kelulusan sesuai aturan serta keputusan satuan pendidikan.
  • Dasar hukum: hapus aturan yang tidak relevan, periksa status peraturan, dan jangan menebak judul regulasi hanya dari nomor.
  • Lembar penetapan: sesuaikan nama, jabatan, tanggal, serta pihak yang terlibat dengan ketentuan di daerah.
  • Lampiran: sertakan dokumen yang membantu pelaksanaan; jangan memasukkan data pribadi murid yang tidak diperlukan.
Lakukan pemeriksaan cepat dengan fitur Find.

Cari kata “Percobaan”, “SMP”, “SMA”, nama daerah lain, NIP contoh, tahun lama, dan alamat lama. Cara sederhana ini sering menemukan sisa teks yang terlewat setelah dokumen diedit.

Cara Menyusun KSP SD 2026/2027

Penyusunan yang baik dimulai dari refleksi, bukan dari memilih desain sampul. Alur berikut dapat diterapkan secara proporsional sesuai kesiapan sekolah.

  1. Tinjau KSP tahun sebelumnya. Catat program yang berjalan, yang belum berdampak, dan masalah yang masih muncul.
  2. Kumpulkan data yang relevan. Gunakan Rapor Pendidikan, hasil belajar, kehadiran, kondisi murid, observasi guru, dan masukan keluarga.
  3. Tetapkan masalah prioritas. Sekolah tidak perlu memasukkan semua masalah sekaligus. Pilih yang paling penting dan dapat ditangani.
  4. Periksa kembali visi, misi, dan tujuan. Pastikan ketiganya selaras dengan karakteristik sekolah serta prioritas yang dipilih.
  5. Susun pengorganisasian pembelajaran. Atur intrakurikuler, kokurikuler, ekstrakurikuler, muatan lokal, beban belajar, dan kalender.
  6. Hubungkan dengan perencanaan di kelas. Guru menerjemahkan arah KSP ke dalam tujuan, asesmen, pengalaman belajar, dan perangkat ajar.
  7. Bahas bersama pemangku kepentingan. Libatkan guru, komite sekolah, dan pihak yang relevan sesuai kebutuhan serta kewenangan masing-masing.
  8. Telaah dan tetapkan dokumen. Periksa konsistensi data, bahasa, rujukan, tabel, serta mekanisme penetapan yang berlaku.
  9. Gunakan dan evaluasi. Jadikan KSP sebagai rujukan keputusan sepanjang tahun, lalu catat temuan untuk pembaruan berikutnya.

Cara Memasukkan Pembelajaran Mendalam ke Dalam KSP

Frasa KSP Deep Learning SD banyak dicari, tetapi penggunaannya perlu diluruskan. Pembelajaran mendalam atau deep learning adalah pendekatan yang memperkuat kualitas proses belajar. Ia tidak mengganti Kurikulum Merdeka dan tidak mengubah nama dokumen menjadi kurikulum baru.

Di dalam KSP, pendekatan ini dapat terlihat melalui prinsip pembelajaran yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan. Pengalaman belajar dirancang agar murid tidak berhenti pada menghafal, tetapi bergerak melalui proses memahami, mengaplikasi, dan merefleksi.

Sekolah juga dapat menunjukkan bagaimana program mendukung delapan dimensi profil lulusan: keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, dan komunikasi. Tidak semua dimensi harus dipaksakan muncul dalam satu kegiatan. Pilih dimensi yang benar-benar berkaitan dengan kebutuhan dan tujuan belajar.

Contoh penerapan yang masuk akal

Jika hasil analisis menunjukkan kemampuan membaca informasi dan kepedulian lingkungan perlu diperkuat, sekolah dapat merancang kegiatan lintas mata pelajaran tentang kualitas air di sekitar. Murid membaca sumber, mengamati, mencatat data, berdiskusi, menyajikan temuan, lalu merefleksikan tindakan yang dapat dilakukan. KSP menjelaskan arah dan pengorganisasiannya; rincian kegiatan disusun guru pada perencanaan pembelajaran.

Intrakurikuler, Kokurikuler, dan Ekstrakurikuler dalam KSP

Kegiatan Fokus dan isi dalam KSP
Intrakurikuler Fokus: kompetensi mata pelajaran.
Dalam KSP: struktur, pengaturan waktu, muatan lokal, mata pelajaran pilihan bila tersedia, dan prinsip pelaksanaan.
Kokurikuler Fokus: memperkuat, memperdalam, atau memperkaya pembelajaran dan profil lulusan.
Dalam KSP: tema, tujuan, bentuk kegiatan, pengorganisasian, waktu, asesmen, dan penanggung jawab.
Ekstrakurikuler Fokus: minat, bakat, karakter, dan potensi murid.
Dalam KSP: jenis kegiatan, mekanisme pilihan, jadwal umum, pembina, dan evaluasi program.

Untuk contoh struktur program dan dokumen kegiatannya, sekolah dapat membuka panduan Program Kokurikuler SD. Pilih kegiatan berdasarkan hasil analisis sekolah, bukan sekadar menyalin daftar tema dari dokumen lain.

Hubungan KSP dengan RPM dan Perangkat Ajar SD

KSP bekerja pada tingkat satuan pendidikan. Dokumen ini menetapkan arah, prioritas, pengorganisasian, dan kerangka perencanaan sekolah. Sementara itu, RPM, modul ajar, ATP, asesmen, Prota, Promes, dan KKTP digunakan guru untuk menerjemahkan arah tersebut menjadi pembelajaran di kelas.

Urutan sederhananya:

KSP memberi arah sekolah → program intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler mengatur pelaksanaan → perencanaan serta perangkat ajar guru mengatur pengalaman belajar di kelas.

Kumpulan dokumen untuk kebutuhan kelas dapat dilihat pada halaman Perangkat Ajar SD. Dengan pemisahan ini, tim pengembang kurikulum tidak perlu menempel seluruh modul ajar ke badan utama KSP.

Dokumen Pendukung dan Lampiran KSP SD

Lampiran dipilih karena fungsinya, bukan untuk menambah ketebalan. Beberapa dokumen yang dapat disertakan antara lain:

  • surat keputusan tim pengembang KSP;
  • ringkasan hasil analisis karakteristik dan prioritas satuan pendidikan;
  • struktur kurikulum serta pengaturan waktu;
  • program kokurikuler dan ekstrakurikuler;
  • kalender pendidikan dan jadwal kegiatan utama;
  • mekanisme asesmen, kenaikan kelas, dan kelulusan;
  • rencana evaluasi, pendampingan, serta pengembangan profesional;
  • contoh perencanaan lingkup sekolah atau kelas bila memang diperlukan.

Dokumen rinci yang sering berubah sebaiknya dikelola sebagai lampiran atau berkas kerja terpisah. Cara ini membuat KSP lebih mudah digunakan dan diperbarui tanpa mengulang keseluruhan naskah.

Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Mengedit Contoh KSP

  1. Hanya mengganti sampul. Nama sekolah lain masih tersisa di daftar isi, tabel, kalender, atau lembar pengesahan.
  2. Menyebut contoh sebagai format resmi. Panduan pemerintah memberi ruang bagi sekolah untuk menentukan bentuk dan sistematika.
  3. Memasukkan angka tanpa sumber. Jumlah murid, alokasi waktu, dan data mutu harus dapat dijelaskan asal serta tahun datanya.
  4. Menganggap pembelajaran mendalam sebagai kurikulum pengganti. Pendekatan ini perlu tampak dalam rancangan belajar, bukan hanya ditambahkan sebagai istilah.
  5. Mencampur jenjang. Sisa kata SMP atau SMA pada dokumen SD menurunkan kredibilitas dan dapat menyebabkan kekeliruan substansi.
  6. Menggunakan dasar hukum usang atau salah judul. Periksa status regulasi pada sumber resmi sebelum menuliskannya.
  7. Memaksakan semua perangkat ajar masuk ke KSP. KSP cukup menunjukkan kerangka dan keterkaitannya; dokumen guru dapat dikelola terpisah.
  8. Tidak menyiapkan mekanisme evaluasi. Akibatnya, dokumen jarang dibuka lagi setelah ditetapkan.

Cara Meninjau dan Memperbarui KSP

KSP ditinjau secara berkala berdasarkan perubahan data, hasil evaluasi pembelajaran, kebijakan, serta kebutuhan murid. Tinjauan tidak selalu berarti menulis ulang seluruh dokumen. Sekolah dapat memperbarui bagian yang memang berubah dan mempertahankan bagian yang masih relevan.

Gunakan hasil refleksi sebagai dasar perbaikan: apakah program yang direncanakan terlaksana, apakah murid memperoleh pengalaman belajar yang lebih baik, dan apakah indikator tujuan sekolah bergerak. Siklus ini dapat diselaraskan dengan penjaminan mutu internal. Penjelasan regulasinya tersedia dalam artikel Permendikdasmen Nomor 21 Tahun 2026 tentang SPMI. Regulasi tersebut menjadi konteks penguatan siklus mutu, bukan format baru KSP.

Untuk meninjau dasar hukum pendidikan lain yang berkaitan, gunakan halaman Pusat Regulasi Pendidikan. Pembahasan tentang proses pembelajaran juga dapat dibaca pada artikel Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah SD wajib memiliki KSP?

Satuan pendidikan perlu mengembangkan kurikulum operasionalnya dengan mengacu pada kerangka dasar dan struktur kurikulum nasional. KSP menjadi rujukan sekolah dalam mengorganisasikan serta merencanakan pembelajaran sesuai karakteristiknya.

Apa perbedaan KSP dan KOSP?

KSP berarti Kurikulum Satuan Pendidikan, sedangkan KOSP berarti Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan. KOSP merupakan istilah yang lebih dahulu populer. Dalam pencarian dan percakapan sekolah, keduanya sering merujuk pada dokumen operasional yang sama.

Apakah ada format resmi KSP SD yang wajib disalin?

Tidak ada satu desain dan sistematika seragam yang harus disalin semua sekolah. Satuan pendidikan dapat menentukan bentuk dokumen selama memenuhi komponen yang dipersyaratkan dan sesuai konteksnya.

Apakah Deep Learning mengganti Kurikulum Merdeka?

Tidak. Pembelajaran mendalam adalah pendekatan untuk meningkatkan kualitas pengalaman belajar. Karena itu, istilah tersebut diterapkan dalam prinsip dan perencanaan pembelajaran, bukan diposisikan sebagai kurikulum pengganti.

Bolehkah memakai file KSP dari sekolah lain?

Boleh digunakan sebagai referensi struktur dan ide. Namun, isi harus dibangun kembali berdasarkan data, karakteristik, kebutuhan, serta keputusan sekolah sendiri. Jangan mempertahankan identitas atau angka dari contoh.

Siapa yang menyusun dan menetapkan KSP?

Penyusunan dikoordinasikan oleh kepala sekolah dengan melibatkan guru, komite sekolah, dan pemangku kepentingan yang relevan. Penetapan dilakukan oleh kepala satuan pendidikan, sedangkan mekanisme verifikasi atau pengesahan tambahan perlu mengikuti ketentuan daerah.

Apakah file Word harus langsung ditandatangani?

File Word merupakan naskah kerja yang perlu ditelaah lebih dahulu. Tanda tangan dan penetapan dilakukan setelah isi final, pihak yang tercantum benar, serta mekanismenya sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Sumber Resmi Penyusunan KSP

Artikel ini diperiksa pada 6 September 2026 dengan merujuk dokumen pemerintah berikut. Sekolah sebaiknya tetap memeriksa pembaruan kebijakan dari kementerian dan dinas pendidikan setempat.

Unduh contoh KSP SD 2026/2027, jadikan sebagai kerangka, lalu kerjakan bagian terpentingnya: menyesuaikan dokumen dengan murid dan sekolah yang benar-benar akan menggunakannya. KSP yang baik bukan yang paling mirip dengan contoh, melainkan yang paling membantu sekolah mengambil keputusan pembelajaran secara konsisten.

Posting Komentar