Lewati ke konten

RPM Prakarya Kelas 8 SMP 2026/2027: Modul Ajar Deep Learning

Guru dan murid merancang produk dalam RPM Prakarya Kelas 8 SMP
Ilustrasi Pembelajaran Mendalam Prakarya Kelas 8 melalui observasi, perencanaan, pembuatan produk, pengujian, dan refleksi.

RPM Prakarya Kelas 8 Semester 1 dan Semester 2 membantu guru merancang pembelajaran yang membawa murid dari pengamatan kebutuhan menuju produk yang aman, bermanfaat, dan dapat dipertanggungjawabkan. Murid tidak hanya mengikuti langkah pembuatan, tetapi juga meneliti bahan, membandingkan teknik, menyusun desain, mengelola proses, menguji hasil, menerima umpan balik, serta memperbaiki produk.

Dalam Kurikulum Merdeka, Prakarya terdiri dari empat aspek, yaitu Kerajinan, Rekayasa, Budi Daya, dan Pengolahan. Satuan pendidikan memilih aspek sesuai kompetensi pendidik, sarana, keamanan, potensi lingkungan, dan kearifan lokal. Oleh sebab itu, contoh dalam artikel ini menjadi kerangka umum yang perlu diisi menggunakan CP dan ATP aspek yang benar-benar diselenggarakan sekolah.

Ringkasan RPM Prakarya Kelas 8
  • Jenjang: SMP/MTs atau bentuk lain yang sederajat.
  • Fase: D, yang umumnya mencakup Kelas 7, 8, dan 9.
  • Semester: Semester 1 dan Semester 2.
  • Pilihan aspek: Kerajinan, Rekayasa, Budi Daya, atau Pengolahan sesuai kebijakan sekolah.
  • Elemen: observasi dan eksplorasi, desain atau perencanaan, produksi, serta refleksi dan evaluasi.
  • Prinsip: berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan.
  • Asesmen: menilai proses berpikir, keterampilan, produk, keselamatan, tanggung jawab, komunikasi, dan perbaikan.

Apa Itu RPM Prakarya Kelas 8?

RPM Prakarya Kelas 8 adalah perencanaan yang menerapkan kerangka Pembelajaran Mendalam pada kegiatan penciptaan produk. Rancangan menghubungkan kemampuan awal, tujuan, konteks kebutuhan, praktik pedagogis, kemitraan, lingkungan, alat dan bahan, pengalaman memahami–mengaplikasi–merefleksi, asesmen, serta tindak lanjut.

Pembelajaran Prakarya sebaiknya tidak dimulai dari instruksi untuk meniru satu produk. Guru dapat menghadirkan masalah atau kebutuhan yang dekat dengan murid, kemudian membimbing mereka mengamati contoh, mengenali potensi bahan, merumuskan kriteria, mengembangkan beberapa gagasan, memilih desain, membuat, menguji, dan mengevaluasi. Dengan cara ini, keterampilan tangan berjalan bersama penalaran, kreativitas, dan tanggung jawab.

Pilih aspek Prakarya sebelum mengedit RPM

Jangan menggabungkan seluruh CP Kerajinan, Rekayasa, Budi Daya, dan Pengolahan menjadi satu daftar tujuan. Pilih aspek yang diselenggarakan sekolah, lalu petakan kontribusi pembelajaran Kelas 8 terhadap capaian akhir Fase D.

Empat Aspek Prakarya Fase D

Prakarya Kerajinan

Murid mengeksplorasi bentuk, bahan, alat, teknik, prosedur, ergonomi, fungsi, potensi lingkungan, kearifan lokal, nilai ekonomis, serta display atau kemasan. Mereka merancang dan membuat produk kerajinan modifikasi, kemudian menilai hasil sendiri maupun orang lain berdasarkan kriteria yang disepakati.

Prakarya Rekayasa

Murid mengamati cara kerja produk atau sistem, mengidentifikasi kebutuhan, merancang solusi, memilih bahan dan komponen, membuat model atau produk, menguji fungsi, menemukan kelemahan, serta melakukan perbaikan. Kompleksitas harus sesuai usia, fasilitas, dan standar keselamatan.

Prakarya Budi Daya

Murid mengamati komoditas serta lingkungan tumbuh atau pemeliharaan, menyusun rencana, memilih bahan, alat, teknik, dan jadwal, menjalankan proses secara bertanggung jawab, mencatat perkembangan, menangani risiko, memanen atau menampilkan hasil, lalu mengevaluasi kualitas produk.

Prakarya Pengolahan

Murid mengeksplorasi karakteristik bahan, alat, teknik, prosedur, penyajian, dan kemasan. Mereka merancang produk olahan, menjalankan proses higienis dan aman, memeriksa mutu, mendokumentasikan perubahan bahan, menyajikan hasil, serta mengevaluasi manfaat dan karakteristik produk.

Alur Elemen Prakarya

Keempat aspek memiliki alur kerja yang serupa. Observasi dan eksplorasi membantu murid menemukan fakta, kebutuhan, potensi, batasan, dan alternatif. Desain atau perencanaan mengubah temuan menjadi sketsa, daftar bahan, urutan kerja, jadwal, anggaran sederhana, kriteria keberhasilan, dan rencana keselamatan.

Pada tahap produksi, murid melaksanakan rencana sambil mengendalikan mutu, waktu, alat, bahan, kebersihan, dan pembagian peran. Tahap refleksi dan evaluasi digunakan untuk membandingkan hasil dengan kriteria, menganalisis kegagalan, menilai dampak, serta menentukan perbaikan. Alur dapat berulang ketika pengujian menunjukkan bahwa rancangan belum bekerja dengan baik.

Contoh Pemetaan Materi Semester 1 dan 2

Pemetaan berikut bersifat umum. Nama produk, lingkup bahan, teknik, dan tingkat kerumitan harus disesuaikan dengan ATP aspek pilihan, hasil belajar Kelas 7, potensi daerah, musim, fasilitas, serta minggu efektif.

Semester Contoh fokus unit Contoh bukti belajar
Semester 1 Observasi kebutuhan, produk, bahan, alat, teknik, dan potensi lokal Catatan pengamatan, foto berizin, tabel perbandingan, wawancara, dan analisis kebutuhan
Semester 1 Eksplorasi bahan, teknik, prosedur, keamanan, dan mutu Sampel, hasil percobaan, lembar kerja, dokumentasi, dan kesimpulan
Semester 1 Perancangan dan produksi skala sederhana Alternatif ide, desain terpilih, rencana kerja, produk, uji hasil, dan refleksi
Semester 2 Modifikasi produk berdasarkan kebutuhan pengguna atau lingkungan Profil pengguna, kriteria, sketsa, prototipe atau simulasi, dan catatan umpan balik
Semester 2 Produksi, pengendalian mutu, penyajian, display, atau kemasan Log produksi, produk, hasil uji, perhitungan bahan, label, display, dan dokumentasi
Semester 2 Evaluasi manfaat, keamanan, keberlanjutan, dan nilai ekonomis sederhana Rubrik produk, tanggapan pengguna, analisis biaya sederhana, refleksi, dan rencana perbaikan
Produk tidak harus dijual

Nilai ekonomis dapat dipelajari melalui efisiensi bahan, manfaat, daya tahan, biaya, kemasan, dan kemungkinan penerimaan pengguna. Kegiatan jual beli hanya dilakukan jika direncanakan sekolah dengan aturan yang jelas, aman, transparan, dan sesuai usia murid.

Komponen RPM Prakarya Kelas 8

1. Identifikasi

Guru memetakan pengalaman murid, keterampilan awal, minat, kebutuhan aksesibilitas, pemahaman alat dan bahan, kebiasaan keselamatan, kemampuan mengukur, membuat sketsa, bekerja sama, serta mengevaluasi produk. Guru juga memeriksa fasilitas, penyimpanan, air, listrik, ventilasi, sanitasi, musim, dan mitra yang tersedia.

2. Desain pembelajaran

Guru menetapkan tujuan, kebutuhan atau masalah, praktik pedagogis, sumber, kemitraan, lingkungan, alat, bahan, media, asesmen, dan mitigasi risiko. Kriteria produk harus disampaikan sejak awal, misalnya fungsi, kekuatan, keamanan, ketepatan ukuran, kebersihan, kesehatan, estetika, efisiensi, atau tanggung jawab lingkungan.

3. Pengalaman belajar

Murid memahami kebutuhan dan prinsip melalui observasi serta demonstrasi. Mereka mengaplikasikan pengetahuan ketika membuat rancangan, memproduksi, mencatat, dan menguji. Selanjutnya mereka merefleksikan kesesuaian hasil, proses kerja, penggunaan sumber daya, pembagian peran, keamanan, dampak, dan perbaikan yang diperlukan.

4. Asesmen dan tindak lanjut

Asesmen dilakukan sejak awal hingga akhir melalui pertanyaan, sketsa, eksperimen, lembar perencanaan, observasi penggunaan alat, log produksi, hasil uji, produk, presentasi, dan refleksi. Umpan balik diarahkan pada tindakan yang dapat dilakukan murid, bukan sekadar komentar umum tentang bagus atau tidak bagus.

Contoh Pembelajaran Mendalam Prakarya Kelas 8

Proyek: Produk Bermanfaat untuk Ruang Belajar

Tujuan: murid mampu mengidentifikasi kebutuhan ruang belajar, menyusun kriteria produk, mengeksplorasi bahan dan teknik, membuat rancangan, memproduksi, menguji, serta memperbaiki hasil.

Contoh untuk Kerajinan: pengatur meja dari bahan lokal atau bahan guna ulang yang layak. Untuk Rekayasa, guru dapat menggantinya dengan model penyangga atau alat pasif sederhana. Aspek Budi Daya dan Pengolahan harus menggunakan proyek berbeda yang sesuai CP, sarana, sanitasi, musim, dan keselamatan.

Bukti belajar: observasi kebutuhan, kriteria, alternatif sketsa, uji bahan, rencana kerja, catatan keselamatan, produk, data pengujian, umpan balik pengguna, revisi, dan refleksi.

Memahami

Murid mengamati ruang belajar dan berbicara dengan calon pengguna. Mereka mengidentifikasi masalah seperti benda kecil yang tidak tertata, keterbatasan tempat, atau kebutuhan akses. Kelompok membandingkan contoh produk berdasarkan fungsi, ukuran, stabilitas, bahan, teknik, dampak, dan biaya, kemudian merumuskan kriteria keberhasilan.

Mengaplikasi

Kelompok membuat beberapa sketsa, memilih gagasan dengan alasan, menghitung kebutuhan bahan, menyusun urutan kerja, dan menetapkan pembagian peran. Setelah guru memeriksa keselamatan, murid membuat prototipe atau produk, mengukur kembali, menguji dengan beban atau penggunaan yang wajar, mencatat hasil, lalu memperbaiki bagian yang belum memenuhi kriteria.

Merefleksi

Murid membandingkan hasil awal dan akhir, menjelaskan perubahan desain, menganalisis ketepatan fungsi, penggunaan bahan, mutu sambungan, keamanan, waktu, kerja tim, dan tanggapan pengguna. Mereka menentukan satu perbaikan teknis dan satu perbaikan proses jika proyek diulang.

Uji produk harus menghasilkan keputusan

Pengujian bukan formalitas setelah produk selesai. Data uji digunakan untuk mempertahankan, mengubah, atau menolak bagian rancangan. Dokumentasikan kondisi pengujian agar hasil dapat dibandingkan secara adil.

Asesmen dalam RPM Prakarya

  • Asesmen awal: analisis contoh produk, demonstrasi teknik dasar, pertanyaan keselamatan, sketsa, atau percobaan singkat.
  • Asesmen proses: observasi perencanaan, penggunaan alat, ketelitian, higienitas, pengelolaan bahan, kolaborasi, log kerja, dan respons terhadap masalah.
  • Asesmen akhir: produk, hasil uji, demonstrasi, penyajian, display atau kemasan, laporan, presentasi, dan refleksi.
  • Kriteria: kesesuaian dengan kebutuhan, fungsi, mutu, keamanan, ketepatan proses, kreativitas, efisiensi, tanggung jawab, komunikasi, dan perbaikan.
  • Tindak lanjut: demonstrasi ulang, latihan teknik, perubahan alat atau bahan, revisi desain, produksi ulang bagian tertentu, atau tantangan pengayaan.

Diferensiasi dapat dilakukan melalui kompleksitas produk, jumlah komponen, pilihan bahan, alat bantu, templat, contoh visual, pembagian peran, durasi, serta cara mendokumentasikan hasil. Semua murid tetap perlu terlibat dalam pengambilan keputusan, praktik aman, pengujian, dan refleksi.

Download RPM Prakarya Kelas 8

Dokumen Semester 1 dan Semester 2 disediakan terpisah agar mudah diedit. Sebelum digunakan, tentukan aspek Prakarya, periksa identitas sekolah, CP, ATP, tujuan, alat, bahan, sumber lokal, risiko, sanitasi, aksesibilitas, kegiatan, asesmen, dan minggu efektif.

Artikel RPM Kelas 8 Terkait

Lihat seluruh Modul Ajar Kelas 8

Jika Bapak/Ibu ingin mencari mapel lainnya, RPM Kelas 8 Semester 1 dan 2 telah dikumpulkan dalam satu halaman. Saya sertakan juga halaman Modul Ajar SMP agar perangkat untuk kelas lain lebih mudah ditemukan.

Buka Modul Ajar Kelas 8 Buka Modul Ajar SMP

Gunakan Rujukan Prakarya Fase D

Saat mengedit RPM, buka CP dan contoh ATP sesuai aspek Prakarya yang benar-benar diajarkan. Keempat tautan dipisahkan agar tujuan Kerajinan, Rekayasa, Budi Daya, dan Pengolahan tidak tercampur.

CP dan ATP Kerajinan Fase D CP dan ATP Rekayasa Fase D CP dan ATP Budi Daya Fase D CP dan ATP Pengolahan Fase D

Panduan Mata Pelajaran Prakarya 2025

Panduan resmi berikut dapat membantu guru memahami karakter mata pelajaran, pengembangan ATP Fase D, materi esensial, contoh pembelajaran, asesmen, konteks lokal, dan kesinambungan kompetensi. Gunakan dokumen yang sesuai dengan aspek sekolah.

Cara Menyesuaikan RPM Prakarya Kelas 8

  1. Tetapkan aspek Prakarya dan baca CP Fase D yang sesuai secara utuh.
  2. Tinjau ATP serta hasil pembelajaran Kelas 7 sebelum menentukan tingkat modifikasi.
  3. Petakan kebutuhan, bahan, alat, ruang, musim, sanitasi, mitra, dan potensi lokal.
  4. Gunakan asesmen awal untuk melihat kemampuan merancang, mengukur, membuat, dan bekerja aman.
  5. Siapkan prosedur penggunaan alat, kebersihan, penyimpanan, pembuangan, dan keadaan darurat.
  6. Nilai perencanaan, proses, produk, hasil uji, tanggung jawab, dan refleksi secara seimbang.
  7. Gunakan bahan secara efisien dan hindari proyek yang menghasilkan limbah tanpa tujuan.
  8. Gunakan hasil asesmen untuk demonstrasi ulang, revisi desain, remedial, atau pengayaan.

FAQ RPM Prakarya Kelas 8

Apakah sekolah harus mengajarkan empat aspek Prakarya?

Tidak. Satuan pendidikan memilih aspek sesuai kebijakan dan sumber daya. RPM harus mengikuti CP aspek yang dipilih, bukan menggabungkan seluruh target menjadi satu pembelajaran.

Apakah setiap unit harus menghasilkan produk jadi?

Tidak selalu. Eksplorasi bahan, latihan teknik, perencanaan, prototipe, pengujian, dan evaluasi dapat menjadi bukti belajar. Produk akhir dibuat ketika sesuai dengan tujuan dan kondisi pembelajaran.

Bagaimana jika alat dan bahan terbatas?

Pilih proyek berskala kecil, gunakan bahan lokal yang aman, lakukan rotasi alat, sediakan templat, atau gunakan model dan simulasi. Jangan mengganti dengan bahan yang tidak diketahui risikonya.

Apakah produk boleh menggunakan bahan bekas?

Boleh jika bahan bersih, layak, aman, dan sesuai fungsi. Guru perlu memeriksa sumber, tepi tajam, kontaminasi, kebersihan, kekuatan, serta dampaknya sebelum bahan digunakan murid.

Sumber Resmi

Posting Komentar