Jurnal Harian Seni Budaya Kelas 1 SD: Format dan Contoh Isi
Sesudah kegiatan seni, kadang yang paling berguna untuk pertemuan berikutnya adalah catatan singkat: bahan apa yang benar-benar dipakai, bagaimana murid merespons, dan bagian mana yang perlu diulang. Jurnal harian Seni Budaya Kelas 1 membantu Bapak/Ibu Guru menyimpan keputusan kecil itu tanpa menulis ulang modul ajar.
Berikut pratinjau kolom serta contoh isian ilustratif. File Word/Excel belum tersedia. Karena itu, tautan Semester 1 dan 2 pada blok unduhan masih nonaktif, bukan tautan ke berkas lain.
- Kelas/fase: Kelas 1 SD/MI, Fase A.
- Cakupan: Semester 1 dan 2 dalam satu artikel.
- Isi: tanggal, TP, cabang seni, pelaksanaan, pengamatan, refleksi.
- Format target: Word/Excel yang dapat diedit; file menunggu.
Download dan Artikel Terkait
Kolom yang Membantu, bukan Membebani
Jurnal dapat dibuat satu baris per pertemuan dengan ruang catatan tambahan bila perlu. Tanggal dan kelas membantu penelusuran; TP menunjukkan kaitan dengan rencana; cabang seni mencegah entri Seni Rupa tercampur begitu saja dengan Seni Musik, Tari, atau Teater. Isi bagian pelaksanaan sesuai yang terjadi, bukan menyalin rencana dari modul ajar Seni Budaya Kelas 1 secara utuh.
Fase A mencakup Kelas I dan II. Saat menyebut CP atau TP di jurnal, rujuk cabang seni yang digunakan sekolah dan tujuan yang relevan pada pertemuan itu. Jurnal bukan tempat menciptakan CP baru khusus Kelas 1.
Contoh Entri Jurnal Seni Rupa
Entri berikut merupakan ilustrasi, bukan laporan kelas nyata. Kosongkan tanggal sampai guru mengisi pertemuan yang sebenarnya; jangan mengarang tanggal atau hasil pengamatan murid.
| Kolom | Contoh Isi Ilustratif |
|---|---|
| Tanggal/cabang | [Tanggal pelaksanaan], Seni Rupa. |
| TP | [Isi TP Seni Rupa dari ATP sekolah yang dipakai]. |
| Kegiatan | Mengamati bentuk sekitar, mencoba garis, lalu berbagi cerita tentang karya. |
| Pengamatan | [Isi hanya bukti yang sungguh diamati saat kegiatan berlangsung]. |
| Tindak lanjut | Sediakan kesempatan mencoba alat lain jika dibutuhkan. |
Catatan individual, foto karya, dan informasi pribadi murid harus mengikuti kebijakan penyimpanan sekolah. Template yang dibagikan secara publik tidak perlu memuat nama lengkap atau detail sensitif. Pisahkan contoh kosong dari berkas jurnal kelas yang benar-benar terisi.
Jika satu pertemuan memadukan dua kegiatan, cukup tulis tujuan yang paling relevan dan tandai bagian yang belum sempat dilaksanakan. Catatan singkat ini akan memudahkan penyesuaian rencana berikutnya.
Cara Mengisi setelah Pelajaran
- Isi tanggal, cabang, dan tujuan sebelum pembelajaran dimulai.
- Setelah kegiatan, catat apa yang benar-benar dilakukan dan perubahan bahan atau waktu.
- Masukkan satu atau dua pengamatan yang berkaitan dengan tujuan, bukan menyalin seluruh kejadian.
- Tulis tindak lanjut yang dapat dilakukan, lalu selaraskan dengan Prota Seni Budaya Kelas 1 bila perubahan berpengaruh pada rencana tahunan.
Sediakan kolom pendek “alasan perubahan”. Misalnya, jika kegiatan berkarya memerlukan tambahan waktu, catatan ini menjelaskan mengapa tujuan berikutnya bergeser. Jurnal akan terasa lebih ringan saat dipakai untuk keputusan nyata, bukan sekadar diisi penuh.
Periksa contoh entri, kemudian pilih berkas semester pada blok unduhan setelah dokumennya tersedia dan telah diuji.
Pertanyaan Umum
Apakah jurnal harian menggantikan modul ajar?
Tidak. Modul ajar membantu merencanakan, sedangkan jurnal merekam pelaksanaan dan refleksi sesudahnya. Keduanya dapat saling menguatkan tanpa menyalin isi yang sama.
Apakah semester ganjil dan genap perlu artikel terpisah?
Tidak perlu. Gunakan satu URL ini untuk keduanya, walaupun nanti editor menyiapkan dua file agar mudah diedit.
Sumber Resmi
Rujukan fase dan perencanaan berasal dari pengertian CP, perumusan TP dan ATP, serta halaman CP dan ATP Ruang GTK. Ragam perangkat dan instrumen asesmen dijelaskan pada Rumah Pendidikan: Apa Itu Perangkat Ajar? (diperbarui 7 September 2026). Contoh kegiatan dan tabel di sini merupakan saran praktis, bukan berkas pemerintah.
Posting Komentar