RPM Informatika Kelas 7 SMP 2026/2027: Modul Ajar Deep Learning

Table of Contents
Guru dan murid mengolah data dalam RPM Informatika Kelas 7 SMP
Ilustrasi Pembelajaran Mendalam Informatika Kelas 7 melalui pengelompokan data, pemecahan masalah, kolaborasi, dan pembuatan infografis.

RPM Informatika Kelas 7 Semester 1 dan Semester 2 membantu guru merancang pembelajaran yang mengembangkan cara berpikir sistematis, kecakapan digital, kemampuan mengolah data, serta kreativitas dalam menghasilkan solusi. Dokumen ini dapat digunakan sebagai referensi modul ajar Informatika Kelas 7 tahun ajaran 2026/2027 setelah disesuaikan dengan CP, ATP, kesiapan murid, dan fasilitas sekolah.

Informatika bukan sekadar belajar memakai komputer atau aplikasi. Murid perlu memahami persoalan, memecahnya menjadi bagian yang dapat dikelola, mengenali pola, menyusun langkah penyelesaian, memeriksa data, menilai informasi digital, serta merefleksikan dampak solusi yang dibuat. Aktivitas dapat dilakukan secara plugged menggunakan perangkat atau secara unplugged ketika akses teknologi terbatas.

Ringkasan RPM Informatika Kelas 7
  • Jenjang: SMP/MTs atau bentuk lain yang sederajat.
  • Fase: D, umumnya mencakup Kelas 7, 8, dan 9.
  • Elemen: berpikir komputasional, literasi digital, analisis data, serta algoritma dan pemrograman.
  • Moda: dapat memadukan aktivitas plugged dan unplugged.
  • Prinsip: berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan.
  • Pengalaman belajar: memahami, mengaplikasi, dan merefleksi.
  • Asesmen: awal, proses, dan akhir melalui tugas autentik.

Apa Itu RPM Informatika Kelas 7?

RPM Informatika Kelas 7 adalah perencanaan pembelajaran yang menerapkan pendekatan Pembelajaran Mendalam pada mata pelajaran Informatika. Perencanaan dimulai dengan mengidentifikasi pengetahuan awal, kebiasaan digital, pengalaman menggunakan perangkat, kemampuan memecahkan masalah, kebutuhan aksesibilitas, dan fasilitas yang tersedia.

Istilah RPM digunakan sebagai sebutan praktis untuk dokumen yang menerapkan Pembelajaran Mendalam. Namun, perencanaan resmi tetap dapat berbentuk RPP atau modul ajar dan tidak terikat pada satu format wajib. Modul ajar yang sudah dimiliki guru dapat dikembangkan dengan memperjelas tujuan, konteks masalah, pengalaman memahami-mengaplikasi-merefleksi, asesmen, serta etika penggunaan teknologi.

RPM tidak otomatis menggantikan Modul Ajar

Perubahan yang dibutuhkan bukan sekadar mengganti nama file. Pastikan aktivitas memberi kesempatan kepada murid untuk berpikir, membuat, menguji, memperbaiki, berkolaborasi, dan merefleksikan solusi maupun perilakunya di ruang digital.

Karakteristik Informatika pada Fase D

Panduan Mata Pelajaran Informatika 2025 menghubungkan empat elemen sebagai satu kesatuan. Berpikir komputasional menjadi cara memecahkan masalah, literasi digital membantu penggunaan teknologi secara kritis dan etis, analisis data mengubah data menjadi informasi, sedangkan algoritma dan pemrograman membantu menyusun solusi yang dapat dijalankan manusia atau mesin.

Berpikir komputasional

Murid menerapkan dekomposisi, abstraksi, pengenalan pola, dan penyusunan algoritma untuk menyelesaikan persoalan sehari-hari maupun masalah komputasi. Di Fase D, murid mulai bekerja dengan himpunan data terstruktur dan instruksi dalam bentuk sederhana seperti pseudocode.

Literasi digital

Murid memahami penggunaan mesin pencari, kualitas informasi, kredibilitas sumber, fakta, opini, dan hoaks. Mereka juga menggunakan perangkat pengolah dokumen, lembar kerja, dan presentasi serta memahami sistem komputer, jaringan, keamanan, etika, dan keseimbangan hidup digital.

Analisis data

Murid mengumpulkan, membersihkan, mengelompokkan, mengolah, menampilkan, dan menafsirkan data sederhana. Hasil analisis perlu dikomunikasikan secara jujur dengan memperhatikan sumber, konteks, privasi, dan keterbatasan data.

Algoritma dan pemrograman

Murid menyusun urutan instruksi, mengenali logika dasar, menguji langkah, menemukan kesalahan, dan memperbaiki solusi. Kegiatan dapat dimulai tanpa komputer menggunakan kartu instruksi sebelum diterapkan pada lingkungan pemrograman yang sesuai.

CP merupakan target akhir Fase D. Guru perlu menggunakan ATP untuk membagi perkembangan kompetensi secara bertahap dari Kelas 7 hingga Kelas 9, bukan menuntaskan semua kemampuan akhir fase dalam satu tahun.

Cakupan Materi RPM Informatika Kelas 7

Pemetaan semester dapat berbeda menurut ATP, buku, alokasi waktu, serta perangkat yang tersedia. Berikut contoh pembagian yang dapat dikembangkan.

SemesterContoh materiContoh pengalaman belajar
Semester 1Berpikir komputasional, himpunan data terstruktur, lembar kerja pengolah data, pencarian informasi, kredibilitas sumber, fakta, opini, dan hoaks.Mengelompokkan data, menyusun tabel, mencari sumber, membandingkan bukti, mengolah data sederhana, dan membuat infografis.
Semester 2Sistem komputer, jaringan dan internet, keamanan serta etika digital, algoritma, pseudocode, dan pengantar karya atau program sederhana.Membuat model sistem, mensimulasikan pengiriman data, menyusun instruksi, menguji algoritma, memperbaiki kesalahan, dan merefleksikan dampak digital.
Pembagian semester bersifat ilustratif

Guru dapat memindahkan atau mengintegrasikan materi dalam projek tematik. Semua elemen perlu berkembang dalam satu fase, tetapi alokasi waktu setiap elemen tidak harus sama dan perlu mempertimbangkan karakteristik sekolah.

Komponen RPM Informatika Kelas 7

1. Identifikasi

Guru memetakan kemampuan awal, pengalaman digital, minat, akses perangkat, koneksi internet, serta kebutuhan belajar. Materi dianalisis berdasarkan konsep, prosedur, tingkat abstraksi, potensi risiko digital, dan kaitannya dengan persoalan nyata.

2. Desain pembelajaran

Guru menentukan tujuan serta memilih praktik pedagogis seperti pembelajaran berbasis masalah, projek, inkuiri, kooperatif, atau demonstrasi. Lingkungan fisik dan digital, kemitraan, sumber data, serta alternatif unplugged perlu disiapkan.

3. Pengalaman belajar

Murid memahami konsep dan contoh, mengaplikasikannya untuk menyelesaikan persoalan, kemudian merefleksikan efektivitas, efisiensi, akurasi, etika, keamanan, serta dampak solusinya.

4. Asesmen

Asesmen awal mengenali titik mulai. Asesmen proses mengamati strategi dan memberi umpan balik, sedangkan asesmen akhir memeriksa ketercapaian melalui solusi, produk digital, presentasi, jurnal, tes, atau demonstrasi.

Contoh Singkat RPM Informatika Kelas 7

Contoh berikut memakai topik himpunan data terstruktur dalam kehidupan sehari-hari, selaras dengan contoh RPP Fase D Kelas VII dalam Panduan Mata Pelajaran Informatika 2025.

Identitas contoh
  • Fase/Kelas: D/VII.
  • Alokasi: 6 JP atau dua pertemuan sebagai contoh.
  • Tujuan: murid memahami konsep himpunan data terstruktur dalam kehidupan sehari-hari.
  • Praktik pedagogis: Project-Based Learning.
  • Produk: tabel data dan infografis sederhana.
  • Dimensi: penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, dan komunikasi.

Memahami

Guru membawa contoh data yang dekat dengan murid, misalnya pilihan transportasi ke sekolah atau jenis kegiatan membaca. Murid membedakan data acak dan data yang sudah memiliki struktur, menentukan atribut, serta mendiskusikan data apa yang aman dan relevan dikumpulkan.

Mengaplikasi

Kelompok menyusun pertanyaan survei tanpa meminta data pribadi sensitif. Data dikumpulkan secara terbatas, dibersihkan, dikelompokkan, dan dimasukkan ke tabel. Murid memilih bentuk visual yang sesuai lalu membuat infografis dengan aplikasi yang tersedia atau menggunakan kertas jika perangkat terbatas.

Merefleksi

Melalui presentasi dan gallery walk, murid memeriksa apakah visual sesuai dengan data, sumber dicantumkan, kesimpulan tidak berlebihan, dan informasi mudah dipahami. Mereka memperbaiki produk berdasarkan umpan balik serta menuliskan keterbatasan data.

Hasil belajar yang diharapkan

Murid tidak hanya mampu membuat grafik, tetapi memahami struktur data, memilih penyajian yang tepat, menarik kesimpulan secara hati-hati, menjaga privasi, dan menjelaskan proses berpikirnya.

Asesmen dalam RPM Informatika Kelas 7

  • Asesmen awal: tantangan unplugged, pertanyaan tentang kebiasaan digital, pengelompokan kartu data, atau analisis contoh informasi.
  • Asesmen proses: observasi strategi, catatan kerja kelompok, kualitas pertanyaan, tabel sementara, pengujian algoritma, dan umpan balik teman.
  • Asesmen akhir: infografis, solusi masalah, pseudocode, demonstrasi program, presentasi, tes konsep, atau portofolio digital.
  • Refleksi: murid menjelaskan bagian yang efektif, kesalahan, perbaikan, sumber informasi, keamanan, etika, dan strategi belajar berikutnya.

Rubrik dapat menilai pemahaman masalah, ketepatan struktur atau algoritma, penggunaan bukti, pengujian, kualitas komunikasi, kolaborasi, kreativitas, etika, dan refleksi. Nilai tidak seharusnya bergantung pada kecanggihan perangkat atau aplikasi berbayar.

Download RPM Informatika Kelas 7 Semester 1

RPM Informatika Kelas 7 Semester 1 dapat digunakan sebagai referensi untuk berpikir komputasional, data terstruktur, lembar kerja, mesin pencari, kredibilitas sumber, serta pembedaan fakta, opini, dan hoaks.

  • RPM Informatika Kelas 7 SMP Semester 1
    Referensi Pembelajaran Mendalam untuk berpikir komputasional, data terstruktur, lembar kerja, pencarian informasi, kredibilitas sumber, dan infografis.
    RPM Informatika Semester 1

Download RPM Informatika Kelas 7 Semester 2

RPM Informatika Kelas 7 Semester 2 dapat dijadikan referensi untuk sistem komputer, jaringan, keamanan dan etika digital, algoritma, pseudocode, serta karya atau program sederhana.

  • RPM Informatika Kelas 7 SMP Semester 2
    Referensi Pembelajaran Mendalam untuk sistem komputer, jaringan dan internet, keamanan digital, algoritma, pseudocode, dan karya komputasional.
    RPM Informatika Semester 2

Artikel RPM Kelas 7 Terkait

Sebelum menggunakan file RPM

Periksa identitas sekolah, CP, ATP, tujuan, aplikasi, sumber data, akses perangkat, alternatif unplugged, perlindungan data pribadi, keamanan akun, lisensi materi, asesmen, dan tindak lanjut.

Download Panduan Resmi Informatika

Panduan Mata Pelajaran Informatika 2025 memuat CP Fase D-F, materi esensial, contoh ATP, kerangka Pembelajaran Mendalam, dan contoh perencanaan Fase D Kelas VII tentang data terstruktur.

Panduan Mata Pelajaran Informatika Fase D-F Tahun 2025

Gunakan dokumen resmi ini untuk memeriksa elemen, materi esensial, asesmen, penyusunan ATP, serta contoh Perencanaan Pembelajaran Mendalam Informatika.

Download Panduan Informatika

Untuk menemukan perangkat semua mata pelajaran, buka halaman Modul Ajar Deep Learning dan RPM Kelas 7 semua mapel.

Cara Menyesuaikan RPM Informatika

  • Gunakan asesmen awal untuk mengenali kemampuan berpikir dan kebiasaan digital, bukan hanya keterampilan mengoperasikan perangkat.
  • Sediakan kegiatan unplugged agar tujuan tetap dapat dicapai ketika komputer atau internet terbatas.
  • Gunakan persoalan dan data yang dekat dengan kehidupan murid tetapi tidak meminta informasi pribadi sensitif.
  • Ajarkan pemeriksaan sumber, fakta, opini, manipulasi visual, dan keterbatasan kesimpulan.
  • Pilih aplikasi legal, aman, sesuai usia, dan dapat diakses tanpa membebani murid.
  • Jangan mewajibkan murid memakai akun pribadi apabila sekolah dapat menyediakan alternatif.
  • Nilai proses pemecahan masalah, pengujian, dan perbaikan, bukan sekadar tampilan produk.
  • Perbarui RPM berdasarkan perkembangan teknologi, asesmen, dan refleksi kelas.
Utamakan keamanan dan privasi digital

Nama lengkap, lokasi, kontak, kata sandi, foto, rekaman, dan data kebiasaan murid perlu dilindungi. Gunakan data contoh atau anonim dan hindari mempublikasikan produk tanpa persetujuan serta pemeriksaan.

FAQ RPM Informatika Kelas 7

Apakah RPM Informatika menggantikan Modul Ajar?

Tidak harus. Modul ajar dapat dikembangkan agar menerapkan prinsip dan pengalaman Pembelajaran Mendalam dengan tujuan, aktivitas, asesmen, serta refleksi yang selaras.

Apakah Informatika harus selalu menggunakan komputer?

Tidak. Konsep data, algoritma, pola, jaringan, dan pemecahan masalah dapat dipelajari melalui aktivitas unplugged. Perangkat digunakan ketika memberi manfaat terhadap tujuan belajar.

Apakah ada format RPM yang wajib?

Tidak ada satu format seragam yang harus disalin semua sekolah. Perencanaan perlu jelas, sederhana, dan cukup untuk memandu pembelajaran serta asesmen.

Apakah seluruh CP Fase D selesai di Kelas 7?

Tidak. Fase D mencakup Kelas 7 sampai Kelas 9. Satuan pendidikan membagi perkembangan kompetensi melalui ATP sampai akhir fase.

Apakah materi Informatika sama dengan Koding dan KA?

Tidak sepenuhnya. Informatika merupakan mata pelajaran dengan empat elemen yang telah ditetapkan dalam CP, sedangkan Koding dan Kecerdasan Artifisial merupakan mata pelajaran pilihan tersendiri. Sekolah perlu mengikuti struktur kurikulum dan dokumen CP yang sesuai. Untuk perangkat pembelajaran khusus mata pelajaran tersebut, silakan buka Modul Ajar Koding dan Kecerdasan Artifisial Kelas 7 SMP.

Sumber Resmi

Artikel ini menyajikan panduan dan contoh pengembangan RPM, bukan format wajib pemerintah. Guru perlu menyesuaikannya dengan CP, ATP, kebutuhan murid, fasilitas, keamanan digital, kebijakan satuan pendidikan, serta regulasi terbaru.

Posting Komentar