RPM PJOK Kelas 7 SMP 2026/2027: Modul Ajar Deep Learning
RPM PJOK Kelas 7 Semester 1 dan Semester 2 merupakan referensi Rencana Pembelajaran Mendalam untuk membantu guru merancang aktivitas jasmani yang aman, aktif, inklusif, dan bermakna. Dokumen ini dapat dikembangkan sebagai modul ajar PJOK Kelas 7 tahun ajaran 2026/2027 setelah diselaraskan dengan CP, ATP, kesiapan murid, fasilitas sekolah, serta kondisi lingkungan.
Pembelajaran PJOK tidak berhenti pada kemampuan menirukan teknik olahraga. Murid perlu memahami fungsi gerak, mencoba strategi, memberikan umpan balik, menerapkan fair play, mengenali respons tubuh, serta membuat keputusan yang mendukung gaya hidup aktif dan sehat. Pengalaman seperti inilah yang menjadi fokus dalam RPM PJOK.
- Jenjang: SMP/MTs atau bentuk lain yang sederajat.
- Fase: D, umumnya mencakup Kelas 7, 8, dan 9.
- Elemen: terampil bergerak, belajar melalui gerak, bergaya hidup aktif, dan memilih hidup yang menyehatkan.
- Prinsip: berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan.
- Pengalaman belajar: memahami, mengaplikasi, dan merefleksi.
- Asesmen: awal, proses, dan akhir, termasuk observasi serta unjuk kinerja.
- Perhatian utama: keselamatan, inklusivitas, partisipasi, dan perkembangan individual.
Apa Itu RPM PJOK Kelas 7?
RPM PJOK Kelas 7 adalah dokumen perencanaan yang menerapkan pendekatan Pembelajaran Mendalam pada Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan. Guru mengidentifikasi kesiapan murid dan karakteristik materi, kemudian merancang tujuan, pengalaman belajar, asesmen, lingkungan, kemitraan, serta pemanfaatan teknologi yang relevan.
Istilah RPM digunakan secara praktis untuk memudahkan guru menemukan referensi perencanaan mendalam. Namun, dokumen resmi pemerintah tetap memberi fleksibilitas: perencanaan dapat disusun dalam bentuk RPP atau modul ajar dan tidak terikat pada satu format seragam. Karena itu, modul ajar PJOK yang sudah ada dapat ditinjau dan dikembangkan tanpa harus memulai dari dokumen kosong.
Perbaikan utama terletak pada hubungan yang jelas antara tujuan, aktivitas gerak, dukungan bagi murid, asesmen, umpan balik, dan refleksi. Mengubah nama dokumen tanpa memperbaiki pengalaman belajar belum menunjukkan penerapan Pembelajaran Mendalam.
Karakteristik PJOK pada Fase D
Tujuan esensial PJOK adalah membantu murid menjadi pembelajar sepanjang hayat yang aktif dan sehat. Pembelajaran mencakup dimensi jasmani, mental, sosial, emosional, serta karakter. Aktivitas perlu memberi hak partisipasi yang setara kepada murid dengan beragam kemampuan.
Terampil bergerak
Murid menerapkan keterampilan gerak dan mentransfernya ke berbagai situasi. Mereka juga memperagakan strategi gerak untuk meningkatkan capaian, bukan hanya mengulang teknik dalam kondisi yang selalu sama.
Belajar melalui gerak
Murid membuktikan strategi yang efektif, menginvestigasi modifikasi peraturan yang mendukung fair play dan partisipasi inklusif, serta menerapkan kepemimpinan, kolaborasi, dan pengambilan keputusan kelompok.
Bergaya hidup aktif
Murid berpartisipasi dalam aktivitas dengan tingkat intensitas berbeda, menjelaskan reaksi tubuh, serta memahami strategi meningkatkan aktivitas jasmani dan mencegah perilaku sedenter.
Memilih hidup yang menyehatkan
Murid menganalisis risiko kesehatan akibat gaya hidup, merancang pencegahan melalui aktivitas jasmani, memahami pola makan sesuai kebutuhan aktivitas, dan mempraktikkan pertolongan pertama sesuai tahapan kompetensinya.
CP tersebut merupakan target akhir Fase D. Contoh ATP dalam panduan membagi perkembangannya ke Kelas 7, 8, dan 9. Jadi, guru tidak perlu memindahkan seluruh tuntutan akhir fase ke satu tahun pembelajaran.
Cakupan Materi RPM PJOK Kelas 7
Jenis aktivitas dapat dipilih berdasarkan tujuan, kemampuan awal, budaya lokal, sarana, cuaca, dan keselamatan. Tabel berikut merupakan contoh pemetaan, bukan urutan wajib untuk semua sekolah.
| Semester | Contoh materi | Contoh pengalaman belajar |
|---|---|---|
| Semester 1 | Permainan invasi atau net, atletik dasar, aktivitas kebugaran, pemanasan dan pendinginan, respons tubuh, serta fair play. | Mengamati teknik, mencoba dalam situasi bervariasi, membandingkan strategi, memberi umpan balik, dan merefleksikan respons tubuh. |
| Semester 2 | Senam atau aktivitas ritmik, permainan tradisional, kebugaran, gaya hidup aktif, pencegahan perilaku sedenter, kesehatan, dan keselamatan. | Menyusun rangkaian gerak, memodifikasi permainan, mencatat aktivitas, merancang kebiasaan aktif, dan mempraktikkan prosedur keselamatan. |
Tujuan belajar tidak selalu bergantung pada satu cabang olahraga. Jika sekolah tidak memiliki lapangan atau peralatan tertentu, guru dapat memilih aktivitas lain yang melatih kompetensi gerak, strategi, kolaborasi, kebugaran, dan kesehatan secara setara.
Komponen RPM PJOK Kelas 7
1. Identifikasi
Guru mengenali pengalaman gerak, kebugaran, minat, kondisi kesehatan yang relevan, kebutuhan akomodasi, dan rasa percaya diri murid. Pemeriksaan fasilitas, permukaan lapangan, cuaca, alat, ruang gerak, dan potensi risiko juga menjadi bagian penting.
2. Desain pembelajaran
Bagian ini memuat tujuan serta kerangka pembelajaran. Pilihan praktik dapat berupa pembelajaran berbasis praktik, permainan, eksplorasi lapangan, pembelajaran sebaya, penemuan terbimbing, atau pendekatan lain yang sesuai.
3. Pengalaman belajar
Murid memahami tujuan dan prinsip gerak, mengaplikasikannya dalam latihan atau permainan, kemudian merefleksikan keputusan, strategi, kerja sama, keselamatan, dan perubahan performanya.
4. Asesmen
Asesmen awal menentukan titik mulai. Asesmen proses memberi umpan balik ketika murid berlatih, sedangkan asesmen akhir memeriksa pencapaian melalui unjuk kinerja, pemecahan masalah gerak, jurnal aktivitas, presentasi, atau produk lain.
Contoh Singkat RPM PJOK Kelas 7
Contoh berikut memakai topik menerapkan gerak spesifik dalam bola voli, selaras dengan contoh Perencanaan Pembelajaran Mendalam Fase D Kelas VII Semester 1 dalam Panduan Mata Pelajaran PJOK 2025.
- Fase/Kelas: D/VII.
- Topik: passing atas, passing bawah, dan servis dalam bola voli.
- Tujuan: murid mampu menerapkan keterampilan gerak dalam berbagai situasi gerak.
- Praktik pedagogis: pembelajaran berbasis praktik, eksplorasi lapangan, dan peer learning.
- Dimensi yang dikuatkan: kesehatan, kolaborasi, komunikasi, kemandirian, dan penalaran kritis.
Memahami
Setelah pemeriksaan kesiapan dan pemanasan, guru memperagakan atau menayangkan gerak passing dalam tempo lambat. Murid mengamati posisi kaki, arah tubuh, perkenaan bola, dan gerak lanjutan. Mereka menjelaskan alasan setiap bagian diperlukan dan mengenali aturan keselamatan.
Mengaplikasi
Murid berlatih berpasangan dengan jarak dan tingkat kesulitan bertahap. Pasangan menggunakan daftar periksa sederhana untuk memberi umpan balik. Setelah itu, kelompok mencoba permainan modifikasi dengan ukuran lapangan, jumlah pemain, atau aturan sentuhan yang disesuaikan agar semua murid terlibat.
Merefleksi
Murid membandingkan performa awal dan akhir, menjelaskan umpan balik yang paling membantu, serta menentukan latihan berikutnya. Refleksi juga membahas cara kelompok menjaga fair play, komunikasi, keselamatan, dan partisipasi anggota.
Murid tidak hanya dapat melakukan gerak, tetapi memahami alasan teknisnya, menyesuaikan keterampilan dalam situasi berbeda, memberi umpan balik yang menghargai, dan bertanggung jawab terhadap keselamatan bersama.
Asesmen dalam RPM PJOK Kelas 7
- Asesmen awal: observasi gerak dasar, percakapan mengenai pengalaman, pemeriksaan kesiapan, dan tugas gerak sederhana.
- Asesmen proses: rubrik observasi, daftar periksa pasangan, pertanyaan tentang strategi, catatan partisipasi, dan umpan balik langsung.
- Asesmen akhir: unjuk kinerja dalam situasi permainan, demonstrasi, jurnal aktivitas, analisis video jika memungkinkan, atau presentasi kesehatan.
- Refleksi: murid menjelaskan kemajuan, tantangan, strategi perbaikan, respons tubuh, dan kontribusinya dalam kelompok.
Penilaian sebaiknya membandingkan performa murid dengan indikator tujuan dan perkembangannya, bukan membandingkan bentuk tubuh atau kemampuan atletik antarmurid. Rubrik dapat mencakup penerapan teknik, pemilihan strategi, keselamatan, usaha, kerja sama, dan refleksi.
Download RPM PJOK Kelas 7 Semester 1
RPM PJOK Kelas 7 Semester 1 dapat digunakan sebagai referensi untuk permainan, atletik, kebugaran, penerapan keterampilan gerak, respons tubuh, dan fair play. Pilih aktivitas sesuai fasilitas serta hasil identifikasi kesiapan murid.
- RPM PJOK Kelas 7 SMP Semester 1RPM PJOK Semester 1
Referensi Pembelajaran Mendalam untuk keterampilan gerak, permainan, atletik, kebugaran, respons tubuh, kolaborasi, dan fair play.
Download RPM PJOK Kelas 7 Semester 2
RPM PJOK Kelas 7 Semester 2 dapat dijadikan referensi untuk senam atau aktivitas ritmik, permainan tradisional, kebugaran, gaya hidup aktif, pencegahan perilaku sedenter, kesehatan, dan keselamatan.
- RPM PJOK Kelas 7 SMP Semester 2RPM PJOK Semester 2
Referensi Pembelajaran Mendalam untuk aktivitas ritmik, permainan tradisional, kebugaran, gaya hidup aktif, kesehatan, dan keselamatan.
Artikel RPM Kelas 7 Terkait
Periksa identitas, tujuan, ATP, kondisi kesehatan yang perlu diakomodasi, ketersediaan alat, keamanan lapangan, cuaca, alokasi waktu, asesmen, dan tindak lanjut. Jangan menerapkan aktivitas tanpa pemeriksaan risiko.
Download Panduan Resmi PJOK
Panduan Mata Pelajaran PJOK 2025 memuat CP Fase A-F, materi esensial, contoh ATP, kerangka Pembelajaran Mendalam, serta contoh perencanaan Fase D Kelas VII dengan topik bola voli.
Panduan Mata Pelajaran PJOK Fase A-F Tahun 2025
Gunakan dokumen resmi ini untuk memeriksa CP, elemen Fase D, materi esensial, asesmen, penyusunan ATP, dan contoh Perencanaan Pembelajaran Mendalam PJOK.
Untuk menemukan perangkat semua mata pelajaran, buka halaman Modul Ajar Deep Learning dan RPM Kelas 7 semua mapel.
Cara Menyesuaikan RPM PJOK dengan Kondisi Sekolah
- Gunakan asesmen awal dan informasi yang relevan untuk menentukan tingkat tantangan serta dukungan.
- Periksa lapangan, alat, cuaca, ruang gerak, hidrasi, pakaian, dan prosedur darurat sebelum aktivitas.
- Modifikasi jarak, ukuran alat, tempo, aturan, durasi, atau peran agar partisipasi lebih inklusif.
- Sediakan demonstrasi langsung apabila video atau koneksi internet tidak tersedia.
- Hindari hukuman berupa aktivitas fisik dan praktik yang mempermalukan kemampuan atau bentuk tubuh murid.
- Ajarkan pemanasan, pendinginan, penggunaan alat, dan penghentian aktivitas ketika muncul tanda bahaya.
- Gunakan data kebugaran serta rekaman gerak secara etis dan lindungi privasi murid.
- Perbaiki RPM berdasarkan asesmen, insiden keselamatan, dan refleksi guru serta murid.
Guru perlu menghentikan atau mengganti kegiatan apabila kondisi lapangan, cuaca, alat, kesehatan murid, atau pengawasan tidak memadai. Aktivitas alternatif tetap dapat diarahkan pada tujuan belajar yang sama.
FAQ RPM PJOK Kelas 7
Apakah RPM PJOK menggantikan Modul Ajar?
Tidak harus. Modul ajar PJOK dapat dikembangkan agar menerapkan prinsip, pengalaman belajar, kerangka, dan asesmen Pembelajaran Mendalam.
Apakah ada format RPM PJOK yang wajib?
Tidak ada satu format yang harus disalin seluruh sekolah. Dokumen perlu jelas, sederhana, dan cukup untuk memandu tujuan, langkah pembelajaran, asesmen, keselamatan, serta tindak lanjut.
Apakah seluruh CP Fase D selesai di Kelas 7?
Tidak. Fase D umumnya mencakup Kelas 7 sampai Kelas 9. Kompetensi dibagi melalui ATP agar berkembang secara bertahap sampai akhir fase.
Apakah PJOK harus memakai cabang olahraga tertentu?
Tidak selalu. Guru dapat memilih atau memodifikasi aktivitas berdasarkan tujuan, budaya lokal, fasilitas, minat, keamanan, dan kebutuhan murid.
Bagaimana menilai murid dengan kemampuan gerak berbeda?
Gunakan indikator tujuan dan perkembangan individual. Nilai penerapan gerak, strategi, usaha, keselamatan, kolaborasi, serta refleksi; jangan hanya menilai hasil akhir atau membandingkan murid.
Sumber Resmi
- Pusat Kurikulum dan Pembelajaran: Panduan Mata Pelajaran PJOK Fase A-F Tahun 2025.
- Sistem Informasi Kurikulum Nasional: Pembelajaran Mendalam.
- Sistem Informasi Kurikulum Nasional: Pengembangan Kurikulum dan Standar Proses.
Artikel ini menyajikan panduan dan contoh pengembangan RPM, bukan format wajib pemerintah. Guru perlu menyesuaikannya dengan CP, ATP, kondisi kesehatan dan kemampuan murid, fasilitas, keselamatan, kebijakan satuan pendidikan, serta regulasi terbaru.
Posting Komentar