RPM Bahasa Indonesia Kelas 4 SD 2026/2027 Semester 1 dan 2
Pada artikel ini saya membagikan RPM Bahasa Indonesia Kelas 4 SD 2026/2027 untuk Semester 1 dan Semester 2. File tersebut dapat Bapak/Ibu gunakan sebagai bahan edit ketika menyusun Modul Ajar atau Rencana Pembelajaran Mendalam sesuai ATP serta kebutuhan literasi murid di sekolah.
Dalam pembelajaran Bahasa Indonesia, keterampilan menyimak, membaca, berbicara, dan menulis sebaiknya tidak berjalan sendiri-sendiri. Murid dapat menyimak cerita, membaca teks atau gambar, mendiskusikan gagasan, lalu menulis dan mempresentasikan karya. Rangkaian seperti ini lebih alami karena bahasa memang digunakan untuk memahami, bernalar, berkomunikasi, dan berkarya.
- Jenjang: SD/MI atau sederajat.
- Fase: B, umumnya mencakup Kelas 3 dan Kelas 4.
- Posisi kelas: tahun terakhir Fase B.
- Tahun ajaran: 2026/2027.
- Semester: Semester 1 dan Semester 2.
- Elemen: Menyimak, Membaca dan Memirsa, Berbicara dan Mempresentasikan, serta Menulis.
- Pengalaman belajar: memahami, mengaplikasi, dan merefleksi.
- Format: Word yang dapat disesuaikan dengan kondisi kelas.
Apa Itu RPM Bahasa Indonesia Kelas 4?
RPM Bahasa Indonesia adalah rencana mengajar yang menghubungkan tujuan, aktivitas berbahasa, sumber teks, dan asesmen dalam pendekatan Pembelajaran Mendalam. Dokumen ini bukan sekadar kelengkapan administrasi. Rencana yang baik membantu Bapak/Ibu memilih teks, menyiapkan pertanyaan, merancang interaksi, serta menentukan bukti perkembangan kemampuan berbahasa.
Bapak/Ibu tidak harus membuat semuanya dari awal jika sudah mempunyai modul ajar yang masih relevan. Dokumen tersebut dapat diperbarui dengan memeriksa kualitas teks, tujuan komunikasinya, kesempatan murid untuk menggunakan bahasa, kegiatan membuat draf dan revisi, serta cara asesmen memberi gambaran perkembangan murid.
Penjelasan mengenai ciri teks dan kaidah bahasa tetap diperlukan, tetapi murid juga perlu mengalami proses menyimak, membaca, berbicara, menulis, menerima tanggapan, dan memperbaiki karya untuk tujuan yang nyata.
Capaian Pembelajaran Bahasa Indonesia Fase B
RPM ini menggunakan CP Bahasa Indonesia Fase B yang mencakup Kelas 3 dan Kelas 4. Karena Kelas 4 berada pada akhir fase, pembelajaran perlu melanjutkan kemampuan yang dibangun di Kelas 3 dan memastikan murid memperoleh kesempatan untuk menunjukkan kompetensi esensial Fase B sebelum masuk ke Fase C.
Dalam CP, kemampuan berbahasa dikembangkan melalui empat elemen yang saling berkaitan.
1. Menyimak
Murid memahami ide pokok informasi dari teks nonsastra berbentuk teks aural, yaitu teks yang dibacakan atau didengarkan. Mereka juga memahami isi teks sastra yang disajikan secara lisan atau melalui media audio.
2. Membaca dan Memirsa
Murid membaca kata-kata baru dengan fasih dari bacaan atau tayangan yang dipirsa. Mereka memahami ide pokok, ide pendukung, pesan, serta informasi dalam teks sastra dan nonsastra berbentuk cetak maupun elektronik.
3. Berbicara dan Mempresentasikan
Murid menyajikan pendapat dengan pilihan kata, gestur, volume, dan intonasi yang sesuai konteks. Mereka menanggapi diskusi berdasarkan tata cara serta menceritakan kembali isi atau informasi dari teks yang dibaca, dipirsa, atau didengar.
4. Menulis
Murid menulis berbagai tipe teks sederhana menggunakan rangkaian kalimat yang beragam. Mereka menggunakan kaidah kebahasaan dan kosakata baru bermakna denotatif untuk menghasilkan teks sesuai konteks.
Bahasa Indonesia tetap mengacu pada Keputusan Kepala BSKAP Nomor 046/H/KR/2025. Keputusan Nomor 020 Tahun 2026 hanya mengubah Capaian Pembelajaran Pendidikan Agama dan Budi Pekerti.
Contoh Pembagian Materi Bahasa Indonesia Kelas 4
Berikut contoh pembagian yang dapat membantu Bapak/Ibu menyiapkan file per semester. Susunannya bukan ketentuan baku. Jenis teks dan urutannya dapat diubah berdasarkan ATP, buku yang digunakan, konteks daerah, serta kebutuhan literasi murid.
| Periode | Contoh fokus pembelajaran | Contoh bukti belajar |
|---|---|---|
| Semester 1 | Menyimak ide pokok; membaca lancar kata baru; memahami teks narasi dan deskripsi; menceritakan kembali; menyampaikan pendapat; menulis pengalaman dan cerita sederhana. | Catatan menyimak, peta cerita, rekaman penceritaan kembali, tanggapan bacaan, draf, revisi, dan cerita akhir. |
| Semester 2 | Menemukan ide pokok dan pendukung; teks informatif dan prosedur; diskusi; presentasi; puisi atau prosa anak; menulis, menyunting, dan memublikasikan teks sederhana. | Ringkasan, tabel informasi, teks prosedur, tanggapan diskusi, pembacaan karya, presentasi, dan portofolio tulisan. |
Dalam satu unit, Bapak/Ibu tidak harus memberi porsi yang sama untuk semua elemen. Namun, hubungan antarelemen perlu terasa. Kegiatan menulis cerita, misalnya, akan lebih kuat apabila murid lebih dahulu menyimak atau membaca contoh, mendiskusikan isi, mengurutkan peristiwa, dan menceritakan kembali gagasan sebelum membuat draf.
Komponen RPM Bahasa Indonesia yang Saya Gunakan
1. Identifikasi kebutuhan murid
Periksa kelancaran membaca, pemahaman isi, kosakata, kemampuan menyimak, keberanian menyampaikan pendapat, dan contoh tulisan awal. Informasi ini membantu menentukan panjang teks, bentuk kelompok, dukungan kosakata, serta tingkat tantangan.
2. Tujuan dan bukti belajar
Tujuan dibuat sebagai kemampuan yang dapat diamati, misalnya murid mampu menceritakan kembali isi cerita secara runtut dan menulis akhir cerita baru menggunakan rangkaian kalimat yang dapat dipahami. Dari tujuan tersebut, Bapak/Ibu dapat menentukan bukti dan kriteria keberhasilannya.
3. Teks dan pengalaman belajar
Pilih teks yang bermutu, menarik, dan cukup menantang tetapi tetap dapat diakses. Kegiatan bergerak dari memahami contoh, mengamati pilihan bahasa, mengaplikasikan pada karya sendiri, memperoleh umpan balik, dan merefleksi proses perbaikannya.
4. Asesmen dan tindak lanjut
Asesmen tidak hanya dilakukan pada produk akhir. Catatan menyimak, percakapan, respons bacaan, penceritaan kembali, draf, presentasi, serta revisi dapat menunjukkan perkembangan dan membantu menentukan tindak lanjut.
Contoh Kegiatan: Mengembangkan Cerita Bergambar
Supaya empat elemen berbahasa hadir dalam satu rangkaian, berikut contoh kegiatan mengembangkan cerita bergambar dari teks yang didengarkan. Bapak/Ibu dapat menggunakan cerita anak yang sesuai usia, aman, dan memiliki izin penggunaan yang jelas.
- Fase/Kelas: B/Kelas 4.
- Alokasi waktu: 4 pertemuan, dapat disesuaikan.
- Tujuan: murid mampu memahami ide pokok dan isi cerita aural, menceritakan kembali secara runtut, serta menulis pengembangan cerita sederhana.
- Produk: cerita bergambar untuk antologi atau pojok baca kelas.
- Dimensi yang dikembangkan: komunikasi, kreativitas, kolaborasi, penalaran kritis, dan kemandirian.
Memahami
Guru membacakan atau memutar cerita pendek tanpa memperlihatkan seluruh gambarnya. Murid mencatat tokoh, latar, masalah, urutan peristiwa, dan pesan. Setelah itu, mereka membaca versi cetak atau memirsa ilustrasi, memeriksa kembali catatan, dan mendiskusikan informasi yang berubah atau bertambah.
Mengaplikasi
Dalam kelompok kecil, murid mengurutkan kartu peristiwa dan menceritakan kembali isi cerita menggunakan kosakata sendiri. Setiap murid kemudian memilih satu bagian untuk dikembangkan, misalnya menulis akhir cerita baru atau menceritakan peristiwa dari sudut pandang tokoh lain. Draf dilengkapi gambar yang mendukung isi.
Merefleksi
Teman memberikan tanggapan berdasarkan keruntutan, kejelasan gagasan, kesesuaian gambar, pilihan kata, dan keterbacaan kalimat. Murid membandingkan draf awal dengan hasil revisi, lalu menjelaskan perubahan yang paling membantu pembaca memahami ceritanya.
Contoh asesmen
- Awal: menceritakan kembali bagian pendek dan menulis beberapa kalimat berdasarkan gambar.
- Formatif: catatan menyimak, urutan kartu, penceritaan kembali, diskusi, draf, serta umpan balik teman.
- Akhir: cerita bergambar yang telah direvisi dan presentasi singkat mengenai pilihan pengembangannya.
- Kriteria: isi sesuai gagasan utama, urutan jelas, kalimat beragam dan dapat dipahami, kosakata sesuai, serta revisi terlihat.
Gunakan teks dan gambar yang dibuat sendiri, berizin, atau berasal dari sumber yang memperbolehkan penggunaan pendidikan. Jika karya murid dipublikasikan secara daring, hindari mencantumkan nama lengkap, alamat, nomor kontak, atau informasi pribadi lainnya tanpa izin.
Download RPM Bahasa Indonesia Kelas 4 Semester 1
Untuk Semester 1, file yang dibagikan dapat Bapak/Ibu edit untuk kegiatan menyimak, membaca lancar, memahami teks narasi dan deskripsi, menceritakan kembali, berdiskusi, serta menulis cerita atau pengalaman sederhana.
-
RPM Bahasa Indonesia Kelas 4 SD Semester 1RPM Bahasa Indonesia Semester 1
Referensi Pembelajaran Mendalam untuk menyimak, membaca, memirsa, berdiskusi, menulis cerita, asesmen, dan refleksi.
Download RPM Bahasa Indonesia Kelas 4 Semester 2
Untuk Semester 2, file dapat digunakan sebagai bahan edit untuk memahami teks informatif dan prosedur, mengembangkan ide pokok dan pendukung, berdiskusi, mempresentasikan informasi, mengapresiasi sastra anak, menyunting, dan memublikasikan karya sederhana.
-
RPM Bahasa Indonesia Kelas 4 SD Semester 2RPM Bahasa Indonesia Semester 2
Referensi Pembelajaran Mendalam untuk teks informatif, prosedur, sastra, presentasi, penyuntingan, asesmen, dan refleksi.
Artikel RPM Kelas 4 Terkait
Jika Bapak/Ibu juga mengajar mata pelajaran lain atau sedang menyiapkan perangkat bersama rekan sejawat, artikel RPM Kelas 4 berikut dapat dibuka satu per satu.
Jika Bapak/Ibu ingin mencari mapel lainnya, RPM Kelas 4 Semester 1 dan 2 telah dikumpulkan dalam satu halaman. Saya sertakan juga halaman Modul Ajar SD agar perangkat untuk kelas lain lebih mudah ditemukan.
Unduh Panduan Mata Pelajaran Bahasa Indonesia
Saat mengedit RPM, saya menyarankan Bapak/Ibu tetap membuka panduan resmi. Dokumen ini membantu memahami karakteristik mata pelajaran, hubungan empat elemen, pembelajaran sastra dan nonsastra, asesmen, serta penerapan Pembelajaran Mendalam.
Download Panduan Bahasa Indonesia
Sesuaikan RPM dengan Kondisi Murid
File yang dibagikan sebaiknya tidak langsung digunakan tanpa penyesuaian. Bapak/Ibu perlu melihat kelancaran membaca, pemahaman, kosakata, minat, pengalaman budaya, kemampuan menyimak, dan kemampuan menulis murid. Teks yang terlalu sulit dapat membuat kegiatan hanya dikuasai beberapa anak, sedangkan teks yang terlalu mudah tidak memberi tantangan cukup.
- cocokkan tujuan dengan ATP sekolah Bapak/Ibu;
- pilih teks yang bermutu, aman, dan sesuai usia;
- siapkan dukungan kosakata atau pembacaan nyaring bila diperlukan;
- gunakan teks dari konteks lokal dan berbagai latar secara seimbang;
- berikan contoh serta kriteria sebelum murid membuat karya;
- sediakan waktu untuk draf, umpan balik, dan revisi;
- jaga etika, hak cipta, izin, serta privasi; dan
- gunakan portofolio untuk melihat perkembangan dari waktu ke waktu.
FAQ RPM Bahasa Indonesia Kelas 4
Apakah RPM wajib menggantikan modul ajar?
Tidak. Bapak/Ibu dapat menyesuaikan RPP atau modul ajar yang sudah digunakan agar tujuan, pengalaman belajar, dan asesmennya selaras dengan Pembelajaran Mendalam.
Apakah semua kompetensi Fase B baru diajarkan di Kelas 4?
Tidak. Fase B mencakup Kelas 3 dan Kelas 4. Sekolah membagi kompetensi melalui tujuan pembelajaran dan ATP secara bertahap sampai akhir fase.
Apakah semua elemen harus dinilai dalam satu pertemuan?
Tidak. Beberapa elemen dapat terhubung dalam satu unit, tetapi fokus asesmennya dibatasi sesuai tujuan. Bukti dari beberapa pertemuan dapat dikumpulkan untuk melihat perkembangan yang lebih utuh.
Apakah setiap tulisan harus langsung diberi nilai?
Tidak. Sebagian tulisan dapat menjadi latihan atau draf untuk menerima umpan balik. Penilaian akhir sebaiknya dilakukan setelah murid memahami kriteria dan memperoleh kesempatan memperbaiki karya.
Bolehkah murid menggunakan sumber digital?
Boleh apabila sumbernya sesuai usia dan digunakan dengan pendampingan. Ajarkan cara mencatat sumber, membandingkan informasi, menjaga data pribadi, dan tidak menyalin karya orang lain.
CP apa yang digunakan untuk Bahasa Indonesia 2026/2027?
Bahasa Indonesia tetap mengacu pada Keputusan Kepala BSKAP Nomor 046/H/KR/2025. CP Nomor 020 Tahun 2026 hanya berlaku untuk perubahan pada Pendidikan Agama dan Budi Pekerti.
Sumber Resmi
- Panduan Mata Pelajaran Bahasa Indonesia 2025.
- CP dan Inspirasi ATP Bahasa Indonesia Fase B pada Ruang GTK.
- Keputusan Kepala BSKAP Nomor 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran.
- Sistem Informasi Kurikulum Nasional: Pembelajaran Mendalam.
- Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses.
- Kemendikdasmen: perubahan CP 2026 hanya untuk Agama dan Budi Pekerti.
Artikel diperiksa pada 28 Agustus 2026. Pembagian teks dan contoh kegiatan perlu disesuaikan dengan ATP, buku, kalender pendidikan, konteks sekolah, serta kebutuhan literasi murid.
Posting Komentar