Kurikulum Darurat 2026: Aturan Belajar Sekolah Terdampak Bencana
Kurikulum Darurat 2026 memberi ruang bagi sekolah terdampak bencana untuk menyesuaikan pembelajaran dengan kondisi nyata. Murid tidak harus belajar menggunakan pola, waktu, tempat, dan beban yang sama seperti keadaan normal ketika bangunan rusak, akses terputus, keluarga mengungsi, atau warga sekolah masih mengalami trauma.
Dasar nasionalnya adalah Surat Edaran Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyelenggaraan Pembelajaran pada Satuan Pendidikan Terdampak Bencana. Kebijakan ini menempatkan keselamatan sebagai prioritas sekaligus memastikan hak belajar murid tidak berhenti selama masa darurat.
- Keselamatan murid, pendidik, dan tenaga kependidikan menjadi pertimbangan pertama.
- Moda, waktu, metode, serta sarana pembelajaran dapat disesuaikan dengan tingkat dampak bencana.
- Sekolah dapat menggunakan tatap muka terbatas, PJJ, kelas darurat, atau bentuk lain yang relevan.
- Materi diprioritaskan pada kebutuhan esensial, literasi-numerasi dasar, keselamatan, dan pemulihan.
- Dukungan psikososial merupakan bagian penting dari keberlanjutan pendidikan.
- Pemerintah daerah dan sekolah perlu berkoordinasi dengan BPBD serta instansi terkait.
Download SE Mendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 PDF
Dokumen resmi berikut menjadi rujukan awal bagi pemerintah daerah dan satuan pendidikan. Keputusan teknis tetap perlu mengikuti kondisi lapangan, penilaian keamanan, serta arahan pemerintah daerah atau dinas pendidikan.
SE Mendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 membahas pembelajaran pada satuan pendidikan terdampak bencana. Adapun Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 merupakan regulasi berbeda yang mengatur Standar Proses. Nomornya sama, tetapi jenis dan substansi dokumennya berbeda.
Apa Itu Kurikulum Darurat 2026?
Istilah Kurikulum Darurat digunakan untuk menjelaskan penyesuaian pembelajaran pada kondisi bencana. Istilah tersebut tidak berarti pemerintah mengganti Kurikulum Merdeka dengan kurikulum nasional baru untuk semua sekolah. Penyesuaian hanya diterapkan sesuai kebutuhan satuan pendidikan dan wilayah yang terdampak.
Dalam keadaan normal, sekolah dapat melaksanakan pembelajaran berdasarkan perencanaan tahunan. Saat bencana terjadi, prioritas berubah. Sekolah perlu memastikan lokasi aman, menemukan keberadaan murid dan guru, memulihkan komunikasi, menyediakan dukungan psikososial, lalu menentukan bentuk belajar yang benar-benar dapat dijalankan.
Bukan sekadar mengurangi materi
Pembelajaran darurat bukan memotong bab secara acak. Guru perlu memilih kompetensi dan pengalaman belajar yang paling dibutuhkan, menyesuaikan target dengan waktu serta kondisi murid, kemudian menyiapkan tindak lanjut ketika situasi mulai pulih.
Siapa yang Menggunakan Aturan Ini?
SE Mendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 menjadi acuan pemerintah daerah dan satuan pendidikan yang terdampak bencana alam. Penerapannya tidak hanya berkaitan dengan gempa bumi, tetapi dapat digunakan dalam penanganan banjir, longsor, erupsi, tsunami, cuaca ekstrem, dan keadaan bencana lain sesuai penetapan serta kondisi wilayah.
Tingkat dampak setiap sekolah dapat berbeda meskipun berada dalam satu kabupaten. Ada sekolah yang bangunannya aman tetapi akses murid terputus, sekolah yang digunakan sebagai lokasi pengungsian, serta sekolah yang harus memindahkan pembelajaran karena ruang kelas rusak. Karena itu, satu pola tidak dapat dipaksakan untuk semua satuan pendidikan.
Pilihan Moda Pembelajaran Saat Bencana
Moda belajar dipilih berdasarkan keselamatan bangunan dan lingkungan, akses perjalanan, kondisi pengungsian, ketersediaan listrik atau jaringan, kesiapan guru, serta keadaan fisik dan psikologis murid. Tabel berikut merupakan panduan praktis untuk membaca pilihan yang disebut dalam kebijakan, bukan keputusan otomatis pengganti arahan pemerintah daerah.
| Kondisi umum | Pilihan layanan | Hal yang diperiksa |
|---|---|---|
| Bangunan dan akses dinyatakan aman | Tatap muka dengan penyesuaian. | Hasil pemeriksaan bangunan, jalur perjalanan, sanitasi, air, listrik, dan kesiapan warga sekolah. |
| Sebagian ruang atau akses terbatas | Tatap muka terbatas, bergiliran, atau menggunakan ruang alternatif. | Kapasitas aman, durasi, jumlah rombel, jalur evakuasi, dan pengawasan. |
| Sekolah tidak aman atau warga mengungsi | Belajar dari rumah, PJJ, titik belajar di pengungsian, atau kelas darurat. | Lokasi murid, perlindungan anak, konektivitas, bahan belajar, dan kondisi psikologis. |
| Internet dan listrik tidak tersedia | PJJ luring melalui modul, lembar kegiatan, radio, atau kunjungan aman. | Distribusi bahan, waktu pengumpulan, keamanan petugas, dan beban keluarga. |
Keputusan menggunakan kembali ruang yang rusak perlu mengikuti pemeriksaan pihak berwenang. Retakan, kemiringan, kerusakan atap, instalasi listrik, sanitasi, dan kondisi tanah tidak cukup dinilai hanya dari tampilan luar.
Materi yang Diprioritaskan
Panduan pembelajaran masa darurat yang diterapkan pada penanganan gempa Flores menekankan materi esensial, literasi-numerasi dasar, dan dukungan psikososial. Guru tidak perlu mengejar seluruh urutan materi seolah-olah tidak terjadi gangguan.
- Literasi dasar sesuai usia dan kemampuan murid.
- Numerasi dasar yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari.
- Pengetahuan mengenai keselamatan diri dan mitigasi bencana.
- Aktivitas untuk mengenali serta mengelola emosi secara aman.
- Kompetensi esensial yang menjadi dasar pembelajaran berikutnya.
- Kegiatan sederhana yang dapat dilaksanakan dengan sarana terbatas.
Pemilihan materi perlu mempertimbangkan fase, hasil belajar sebelum bencana, lama gangguan, serta kemampuan murid mengikuti kegiatan. Anak yang sedang berpindah tempat tinggal atau membantu keluarga tidak dapat diberi beban yang sama dengan kondisi normal.
Cara Guru Menyusun Pembelajaran Darurat
- Petakan kondisi murid. Cari tahu lokasi, keselamatan, akses komunikasi, perangkat, kebutuhan khusus, dan dukungan keluarga tanpa menyebarkan data pribadi.
- Tentukan tujuan paling penting. Pilih tujuan yang realistis untuk satu periode pendek, bukan menyalin seluruh target semester.
- Pilih moda yang dapat dijangkau. Siapkan pilihan daring dan luring agar murid tanpa internet tetap memperoleh layanan.
- Sederhanakan aktivitas. Gunakan instruksi singkat, contoh jelas, bahan yang mudah ditemukan, dan waktu yang fleksibel.
- Gunakan asesmen ringan. Periksa pemahaman melalui percakapan, karya sederhana, demonstrasi, jurnal, atau tugas kontekstual.
- Berikan umpan balik yang menenangkan. Hindari bahasa yang mempermalukan murid karena terlambat atau belum menyelesaikan tugas.
- Catat keterlibatan dan kendala. Data tersebut membantu sekolah merencanakan dukungan serta pemulihan pembelajaran.
- Evaluasi secara berkala. Ubah moda dan target ketika kondisi keamanan, akses, atau kesehatan warga sekolah berubah.
Tugas harus dapat dipahami dan dikerjakan dengan dukungan yang wajar. Hindari tugas yang memerlukan pembelian bahan, koneksi video panjang, pencetakan banyak halaman, atau pendampingan penuh ketika keluarga sedang memulihkan kehidupan setelah bencana.
Dukungan Psikososial bagi Murid dan Guru
Pemulihan psikologis bukan kegiatan tambahan yang menunggu pelajaran selesai. Murid dan guru dapat mengalami takut, sulit tidur, kehilangan konsentrasi, mudah terkejut, sedih, atau enggan berada di dalam bangunan. Respons tersebut perlu ditangani secara empatik dan tidak langsung dianggap sebagai pelanggaran disiplin.
Praktik yang dapat dilakukan sekolah
- Memulai kegiatan dengan pemeriksaan kondisi dan rasa aman.
- Menggunakan rutinitas belajar sederhana serta dapat diprediksi.
- Memberi kesempatan murid bercerita tanpa memaksa membagikan pengalaman traumatis.
- Menyediakan permainan, seni, gerak, dan interaksi sosial yang aman.
- Mengenali tanda murid atau guru membutuhkan bantuan profesional.
- Berkoordinasi dengan layanan kesehatan dan tenaga yang kompeten.
Guru bukan pengganti psikolog atau tenaga kesehatan. Jika terdapat risiko melukai diri, kekerasan, kehilangan pengasuh, gangguan berat, atau keluhan yang menetap, sekolah perlu menggunakan jalur rujukan perlindungan dan kesehatan.
Checklist Kepala Sekolah
- Berkoordinasi dengan dinas pendidikan, BPBD, pemerintah setempat, dan layanan kesehatan.
- Memastikan bangunan atau lokasi belajar telah dinilai aman.
- Memutakhirkan data murid, guru, tenaga kependidikan, dan kebutuhan khusus secara terlindungi.
- Menentukan moda belajar serta mekanisme komunikasi dengan orang tua.
- Menyiapkan alternatif bagi keluarga tanpa perangkat, listrik, atau internet.
- Mengatur distribusi modul, buku, perlengkapan, serta bantuan secara aman.
- Memastikan lokasi belajar sementara memiliki air, sanitasi, ventilasi, perlindungan cuaca, dan jalur evakuasi.
- Melaporkan kondisi, kebutuhan, dan perkembangan layanan melalui jalur resmi.
- Merencanakan asesmen diagnostik dan pemulihan pembelajaran setelah keadaan membaik.
Contoh Penerapan pada Gempa Flores NTT 2026
Gempa Flores pada Agustus 2026 menunjukkan bahwa pembelajaran darurat dapat menggunakan beberapa moda sekaligus. Berdasarkan data Sekretariat Nasional Satuan Pendidikan Aman Bencana per 20 Agustus yang dipublikasikan Puslapdik, sebanyak 1.268 dari 1.378 satuan pendidikan terdampak telah melaporkan kondisi.
Dari sekolah yang melaporkan moda pembelajaran, 923 satuan pendidikan menerapkan belajar dari rumah, 171 menggunakan pembelajaran daring, 35 menggunakan kelas darurat, dan 30 masih melaksanakan tatap muka. Angka tersebut bersifat situasional dan dapat berubah, tetapi memperlihatkan bahwa keputusan pembelajaran memang perlu mengikuti tingkat dampak setiap sekolah.
Pembelajaran tetap dapat berlangsung tanpa memaksakan satu moda. Sekolah yang aman dapat menjalankan layanan berbeda dari sekolah yang rusak berat, dijadikan tempat pengungsian, atau belum dapat dijangkau.
Hubungan dengan Aturan Asap Karhutla
SE Mendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 menjadi acuan umum pembelajaran pada satuan pendidikan terdampak bencana. Untuk asap kebakaran hutan dan lahan, pemerintah kemudian menerbitkan pedoman khusus yang menggunakan kategori ISPU sebagai dasar tindakan.
Sekolah terdampak asap memiliki ketentuan khusus
Pelajari batas ISPU, PJJ bagi kelompok rentan, ruang aman asap, serta kewenangan kepala sekolah melalui artikel SE Mendikdasmen Nomor 20 Tahun 2026 tentang aturan sekolah saat asap karhutla.
Untuk pembiayaan kebutuhan pembelajaran dan operasional darurat, sekolah tetap harus mengikuti perencanaan serta ketentuan yang berlaku. Jika menggunakan dana BOSP, pelajari Permendikdasmen Nomor 8 Tahun 2026 tentang Juknis BOSP dan koordinasikan kebutuhan dengan pihak berwenang.
FAQ Kurikulum Darurat 2026
Apakah Kurikulum Darurat 2026 menggantikan Kurikulum Merdeka?
Tidak. Istilah Kurikulum Darurat menjelaskan penyesuaian pembelajaran pada satuan pendidikan terdampak bencana. Penyesuaiannya berlaku sesuai kebutuhan dan kondisi, bukan mengganti kurikulum nasional untuk semua sekolah.
Apa dasar hukum pembelajaran sekolah terdampak bencana?
Dasar kebijakan nasionalnya adalah SE Mendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyelenggaraan Pembelajaran pada Satuan Pendidikan Terdampak Bencana.
Apakah sekolah terdampak bencana harus langsung PJJ?
Tidak selalu. Moda ditentukan berdasarkan tingkat dampak, keselamatan, akses, sarana, dan kesiapan warga sekolah. Pilihannya dapat berupa tatap muka terbatas, PJJ, kelas darurat, atau bentuk lain yang sesuai.
Apakah pembelajaran saat bencana dihitung sebagai libur?
Tidak otomatis. Sekolah dapat menyesuaikan layanan agar hak belajar tetap terpenuhi. Pemerintah daerah dapat mengambil keputusan khusus berdasarkan kondisi keselamatan dan keadaan wilayah.
Apa materi utama dalam pembelajaran darurat?
Prioritasnya dapat mencakup materi esensial, literasi dan numerasi dasar, keselamatan, mitigasi, serta dukungan psikososial. Guru menyesuaikannya dengan fase, kondisi murid, dan lama gangguan.
Bagaimana jika murid tidak memiliki internet?
Sekolah perlu menyediakan alternatif luring seperti modul, lembar kegiatan, buku, radio, titik belajar aman, atau kunjungan terencana. Ketidaktersediaan internet tidak boleh langsung dianggap sebagai ketidakhadiran tanpa penelusuran.
Siapa yang menentukan sekolah aman digunakan kembali?
Penggunaan bangunan perlu mengikuti pemeriksaan dan keputusan pihak berwenang. Kepala sekolah tidak semestinya menyatakan bangunan aman hanya berdasarkan pengamatan visual.
Sumber Resmi
- Pengumuman SE Mendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026.
- Dokumen resmi SE Mendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 PDF.
- Setjen Kemendikdasmen: kebijakan pembelajaran bagi satuan pendidikan terdampak bencana.
- Puslapdik: pembelajaran darurat dan pemulihan sekolah terdampak gempa NTT.
- Dashboard SPAB satuan pendidikan terdampak gempa Flores NTT 2026.
Posting Komentar