Cuti Bersama Ditambah, Pelayanan Publik Tetap Berjalan

Cuti Bersama Ditambah, Pelayanan Publik Tetap Berjalan
Cuti Bersama Ditambah, Pelayanan Publik Tetap Berjalan
Gurumaju.com –  Cuti Bersama Ditambah, Pelayanan Publik Tetap Berjalan, Meskipun pemerintah telah menambah hari cuti Lebaran tahun 2018 ini, tetapi pelayanan publik jangan berhenti. Oleh karena itu pemerintah meminta kepada para pimpinan unit kerja, lembaga, maupun perusahaan memiliki faedah pelayanan langsung untuk masyarakat baik di pusat maupun wilayah tetap bekerja.

Unit kerja pelayanan publik yang dimaksud diantaranya ialah lokasi Rumah sakit, pusat kesehatan masyarakat, layanan telekomunikasi, listrik, air minum, pemadam kebakaran, ketenteraman dan ketertiban, perbankan, serta dalam bidang perhubungan. Dengan demikian pegawai Aparatur Sipil negara (ASN) yang bekerja dalam lingkup pelayanan masyarakat itu tetap menyerahkan pelayanan terbaik untuk masyarakat.

“Pimpinan instansi pemerintah itu dapat menata penugasan jajarannya dengan sistem shifting. Jadi pelayanan publik tidak libur,” ujar Deputi Kelembagaan dan Tatalaksana Kemenetrian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Rini Widyantini di kantornya, Kamis (19/04).

Hal tersebut dikatakannya menyusul penandatanganan evolusi Surat Keputusan Bersama (SKB) Tiga Menteri mengenai Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama 2018. SKB itu ditandatangani oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Asman Abnur, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, dan Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri.

Melalui SKB tersebut, pemerintah memutuskan penambahan libur bersama, yaitu tanggal 11, 12, dan 20 Juni 2018, sampai-sampai jumlahnya meningkat dari semula 4 hari menjadi 7 hari. Penambahan jumlah hari cuti bersama lebaran tersebut dilaksanakan setelah adanya gagasan dari Menteri Perhubungan dan Kapolri, dengan dalil untuk meminimalisir terjadinya kemacetan di jalan dampak arus mudik dan arus balik lebaran. “Awalnya terdapat usul dari Kapolri dan Menteri Perhubungan. Keduanya tidak hendak adanya penumpukan kendaraan ketika arus mudik maupun arus balik lebaran,” imbuh Rini.

Berdasarkan empiris tahun-tahun sebelumnya, kemacetan tidak jarang kali terjadi ketika arus mudik dan arus balik lebaran. Paling parah terjadi pada arus mudik lebaran tahun 2016, terjadi kepadatan di tol Exit Tol Brebes Timur (Brexit) diakibatkan menumpuknya jumlah kendaraan.

Berdasarkan pertimbangan itulah, maka ditetapkanlah ekstra cuti lebaran selama 3 hari, sampai-sampai masyarakat memiliki pilihan untuk mengerjakan perjalanan mudik, tidak menumpuk di hari yang sama. Begitupun dengan peningkatan satu hari cuti Bersama setelah lebaran. Hal itu dilakukan supaya masyarakat bisa dengan arif memilih masa-masa kepulangan dari dusun halaman, sampai-sampai tidak sekaligus tetapi bertahap.

Di samping itu, peningkatan cuti lebaran dilakukan guna memberi keleluasaan untuk masyarakat dan Aparatur Sipil Negara (ASN), guna mempunyai waktu lebih guna bersilaturahmi dengan sanak family di dusun halaman. Tujuan lain ialah mengurangi angka kecelakaan, karena pengemudi hilang fokus dan kelelahan dampak macet.

Demikian informasi mengenai artikel yang berjudul Cuti Bersama Ditambah, Pelayanan Publik Tetap Berjalan. Terima kasih, semoga dapat bermanfaat untuk semua.

Perhatian: Sebelum menutup Artikel "Cuti Bersama Ditambah, Pelayanan Publik Tetap Berjalanini, Silahkan Jika ada pertanyaan, saran, atau ingin memberikan masukan silahkan menuliskannya di kolom komentar, Admin dengan senang hati untuk meresponnya.

Jika merasa artikel ini bermanfaat, Silahkan untuk meng-KLIK tombol Share yang telah Admin sediakan  dibawah ini baik melalui Facebook, Twitter maupun Google Plus Agar Anda juga menjadi orang yang memberi manfaat untuk orang lain...

Sekian dari kami semoga bermanfaat, Salam Sukses Pendidikan…
Cuti Bersama Ditambah, Pelayanan Publik Tetap Berjalan Cuti Bersama Ditambah, Pelayanan Publik Tetap Berjalan Reviewed by Guru Maju on 11:41 AM Rating: 5

No comments:

Powered by Blogger.